TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) kembali melantik puluhan dokter baru dalam acara sumpah dokter ke-135, Sabtu (9/7/2026).
Sebanyak 77 lulusan mengikuti prosesi sumpah dokter meski dua di antaranya berhalangan hadir karena sedang menjalankan ibadah haji sehingga peserta yang hadir berjumlah 75 orang.
Turut hadir dalam kesempatan ini rektor Unissula, Prof Dr H Gunarto, SH, M.Hum serta perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, yakni Bidang Sumber Daya Kesehatan, dr Elhamangto Zuhdan.
Dalam prosesi tersebut, dr. Laily Rezky Amaliah dinobatkan sebagai sumpahwan terbaik dengan raihan IPK 3,83. Sementara itu, dr. Dede Guscella mencatatkan prestasi tertinggi pada Uji Kompetensi Nasional Peserta Didik Profesi Dokter (UKNPDPD) periode Februari 2026 dengan nilai OSCE 92,86 dan CBT 98.
Dekan FK Unissula, dr. Eko Setiawan, Sp. B mengatakan, saat ini FK Unissula terus berkembang dengan memiliki enam program studi mulai jenjang sarjana hingga doktoral dan spesialis.
“Fakultas Kedokteran Unissula sekarang sudah punya enam program studi. Tidak hanya Program Studi Kedokteran dan Pendidikan Profesi Dokter, tetapi juga Magister Ilmu Biomedik, Doktor Ilmu Biomedis, Pendidikan Dokter Spesialis Ilmu Penyakit Dalam, serta Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat” kata dia saat ditemui.
Menurutnya, seluruh program tersebut sudah berjalan dan sebagian telah meraih akreditasi unggul, termasuk Program Studi S2 Biomedik.
FK Unissula juga tengah mengembangkan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Bedah guna menjawab kebutuhan tenaga dokter spesialis di Indonesia yang masih minim.
“Tantangan kedokteran saat ini harus mengikuti perkembangan zaman dan teknologi. Selain itu kebutuhan dokter spesialis juga masih kurang. Bahkan untuk spesialis bedah, dari hitungan kebutuhan saat ini bisa sampai 17 tahun baru terpenuhi jika jumlah programnya tidak ditambah,” jelasnya.
Ia menambahkan, pemerintah saat ini mendorong fakultas kedokteran untuk membuka lebih banyak program spesialis agar kebutuhan tenaga kesehatan dapat segera terpenuhi.
Di sisi lain, minat masyarakat untuk masuk FK Unissula disebut terus meningkat. Bahkan, kuota penerimaan mahasiswa baru tahun ajaran 2026/ 2027 sudah terpenuhi meski pendaftaran masih berlangsung hingga September mendatang.
“Kuotanya 250 mahasiswa dan sekarang sudah penuh. Animonya sekitar tiga banding satu,” katanya.
FK Unissula juga membuka jalur prestasi cukup besar bagi calon mahasiswa. Sekitar 40 hingga 50 persen mahasiswa diterima melalui jalur prestasi dengan berbagai keringanan biaya pendidikan.
“Kami juga punya beasiswa untuk hafiz 30 juz,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan, dr. Elhamangto Zuhdan menegaskan kebutuhan dokter di Jawa Tengah masih sangat tinggi.
Ia menyebut rasio dokter umum di Jawa Tengah hingga akhir 2025 baru mencapai 0,45 dokter per 1.000 penduduk. Angka tersebut masih jauh di bawah standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menargetkan satu dokter untuk 1.000 penduduk.
“Dari hasil statistik ini, Jawa Tengah masih sangat membutuhkan dokter,” ujarnya.
Menurutnya, tantangan dunia kesehatan saat ini semakin kompleks, mulai dari penyakit menular, penyakit tidak menular, hingga perkembangan teknologi kesehatan berbasis artificial intelligence (AI) dan robotik.
Ia mencontohkan pandemi Covid-19 menjadi pelajaran penting dalam penanganan wabah global yang berdampak luas pada kehidupan masyarakat.
“Kita belajar banyak dari Covid-19 tentang bagaimana menangani penyakit yang sebelumnya tidak pernah kita duga. Mulai dari social distancing, karantina, hingga lockdown menjadi pengalaman penting bagi dunia kesehatan,” katanya.
Selain itu, penyakit tidak menular seperti diabetes dan serangan jantung juga semakin meningkat akibat pola hidup masyarakat yang kurang sehat.
“Hari ini kita melihat anak-anak muda setiap malam di kafe minum kopi yang pahit tapi ingin rasanya manis. Gula ditambah terus dan itu meningkatkan risiko penyakit tidak menular,” ujarnya. (*)