TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Kota Samarinda bersiap menjadi saksi laga panas bertajuk El Clasico Indonesia antara Persija Jakarta vs Persib Bandung dalam lanjutan Liga 1 BRI Super League.
Pertandingan krusial ini dijadwalkan berlangsung di Stadion Segiri, Samarinda, pada Minggu (10/5/2026) pukul 16.30 WITA.
Walikota Samarinda, Andi Harun, memberikan perhatian khusus terhadap laga besar ini.
Mengingat status Samarinda sebagai tuan rumah netral, ia mengimbau seluruh pencinta sepak bola, khususnya suporter Persija Jakarta, yakni Jakmania yang diperbolehkan hadir, untuk menjaga ketertiban dan keamanan Kota Tepian.
Baca juga: Prediksi Skor Persija vs Persib di Stadion Segiri Samarinda, Susunan Pemain dan Head to Head
Andi Harun menekankan bahwa sepak bola seharusnya menjadi ajang hiburan yang mempererat persatuan, bukan pemicu gesekan antarkelompok.
"Kita harus tetap menjaga kondusivitas dan menikmati pertandingan itu, baik yang menyaksikan dari rumah maupun langsung di lapangan," ujarnya.
Sepak Bola Sebagai Pemersatu
Orang nomor satu di Samarinda ini menegaskan bahwa sepak bola memiliki peran penting dalam membangun kohesivitas sosial di tengah masyarakat.
Ia berharap seluruh pihak dapat menjaga suasana tetap aman dan tertib selama pertandingan berlangsung.
“Jadikan sepak bola sebagai sarana hiburan sekaligus pemersatu bagi kohesivitas sosial kewargaan kita,” katanya.
Baca juga: Jelang Persija vs Persib di Samarinda, Walikota Andi Harun Imbau Suporter Jaga Kondusivitas
Alasan Pemindahan ke Stadion Segiri
Laga ini resmi dipindahkan ke Samarinda setelah manajemen Persija Jakarta kesulitan mendapatkan izin keamanan di Jakarta.
Berdasarkan rekomendasi Mabes Polri dan persetujuan penyelenggara liga, Stadion Segiri dipilih sebagai lokasi netral agar pertandingan tetap dapat dihadiri oleh penonton.
Meski demikian, sesuai regulasi ketat yang berlaku untuk menjaga keamanan, laga ini hanya boleh disaksikan langsung oleh suporter Persija, The Jakmania.
Pendukung Persib Bandung (Bobotoh/Viking) dilarang hadir di stadion guna meminimalisir potensi konflik.
Pemerintah Kota Samarinda berharap status Samarinda sebagai tuan rumah dapat memberikan atmosfer positif bagi dunia olahraga nasional.
Sekaligus menunjukkan kedewasaan suporter di Kalimantan Timur dalam menjaga keamanan bersama. (*)