Kebocoran Gas Amonia Pabrik Es Kristal di Kalasan: Warga Alami Sesak Napas Hingga Ikan di Kolam Mati
Hari Susmayanti May 09, 2026 03:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Insiden kebocoran gas amonia terjadi di sebuah pabrik es kristal di wilayah Kalasan, Sleman, pada Jumat (8/5/2026) malam sekitar pukul 23.30 WIB.

Akibat peristiwa ini, sejumlah warga harus mengungsi mandiri ke posko kesehatan darurat karena mengalami sesak napas dan iritasi mata.

Sementara ikan di beberapa kolam milik warga juga dilaporkan turut terdampak.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Bambang Kuntoro mengatakan, saat ini lokasi pabrik tengah diobservasi ketat oleh tim Gegana Polda DIY, Dinas Kesehatan (Dinkes) serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Mengingat, dampak dari kebocoran gas amonia ini dirasakan sampai ke lingkungan warga. Bahkan menyebabkan kolam ikan warga mati. 

"Ada beberapa kolam warga yang ikannya mati akibat saluran airnya kena gas. Pabrik sesekali masih bau. Ini saya di lokasi. Warga masih menjauh dari lokasi, yang radius 200 sampai 300 meter masih masjid, di posko tempat pengungsian sementara," kata Bambang, Sabtu (9/5/2026). 

Di tempat pengungsian, saat ini sudah terdapat tim medis dari Dinas Kesehatan maupun Puskesmas Kalasan. 

"Ada Dinkes, Puskesmas Kalasan yang memeriksa, merawat warga yang sesak nafas dan matanya iritasi," katanya. 

Kebocoran gas amonia di pabrik es kristal ini bermula saat karyawan yang sedang berproduksi merasakan adanya bau gas yang menyengat di area pabrik pada Jumat tengah malam.

Ketika mencium bau gas, karyawan langsung mematikan mesin produksi. 

Kabid Yankes Dinas Kesehatan Sleman, Raditya Kusuma Tejamurti mengatakan hingga Sabtu (9/5) siang pukul 11.30 WIB, terdapat 25 orang yang mendapatkan penanganan medis di posko darurat yang menjadi tempat pengungsian sementara warga.

Dari jumlah tersebut, 3 di antaranya mengeluhkan sesak nafas dan harus membutuhkan penangan oksigen dengan saturasi awal kurang dari 95. 

"Setelah mendapatkan oksigenasi selama 30 menit keadaan membaik dan telah dipulangkan. Jadi dari 25 yang diperiksa di posko, sudah banyak yang dipulangkan. Terakhir ada 21 dipulangkan. Tambah baru 4, (kini) dalam penanganan," jelas dia. 

Radit mengungkapkan, tim Sleman Emergency Services (SES) bersama PMI, BPBD, dan Damkar Sleman sejak semalam telah melakukan penanganan di lokasi.

Situasi berangsur-angsur mulai dinyatakan terkendali pada pukul 05.30 WIB. Saat ini, fokus beralih pada penanganan medis warga.

Baca juga: Gas Amonia Pabrik Es di Kalasan Bocor, Warga Mengungsi

Pendampingan Psikologi

Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Cahya Purnama mengungkapkan, selain permasalahan iritasi fisik pada mata, kulit, dan saluran napas, masalah utama yang dihadapi warga di seputar lokasi saat ini adalah kecemasan.

Karena itu, tim yang diturunkan ke lokasi, selain penanganan medis juga melakukan pendampingan psikologis warga.

Terkait dengan masker, kata dia, Puskesmas sudah menyiapkan masker untuk didistribusikan. Namun, perlu dipahami bahwa masker medis hanya mengurangi bau, bukan menghalangi gas amonia jika konsentrasinya tinggi. 

"Jadi untuk masuk ke area kebocoran, harus menggunakan masker full face. (Dampak jika terkena paparan), iritasi pada mata, kulit maupun saluran nafas bisa sampai sesak nafas. Kalau masyarakat terpapar maka segera keluar ruangan menuju ruangan terbuka dengan udara yang bersih," kata dia.

Bahaya Gas Amonia

Gas amonia adalah senyawa kimia berupa gas tajam yang tidak berwarna namun memiliki bau menyengat yang sangat khas (mirip bau urine).

Amonia bisa digunakan sebagai refrigeran (bahan pendingin). Ia sangat efektif dalam menyerap panas, sehingga digunakan dalam skala industri untuk membekukan air menjadi es kristal atau mendinginkan ruangan penyimpanan besar (cold storage).

Amonia bersifat korosif. Jika terjadi kebocoran bisa berdampak terhadap kesehatan.

Mulai dari sesak napas, tenggorokan terbakar, hingga kerusakan paru-paru jika konsentrasinya tinggi.

Kemudian juga menyebabkan iritasi parah, mata berair, sensasi terbakar, hingga risiko kebutaan sementara atau permanen.

Lalu bisa menyebabkan luka bakar kimia atau iritasi kulit yang melepuh.

Kemudian bagi lingkungan, gas amonia bisa larut dalam air sehingga menyebabkan ikan di kolam mati.

Ketika gas amonia bereaksi dengan air kolam, ia membentuk amonium hidroksida yang meningkatkan pH air secara drastis (menjadi sangat basa), yang bersifat racun bagi organisme air.

Tindakan Pencegahan

  • Evakuasi: Segera menuju area terbuka dengan udara bersih (melawan arah angin dari sumber bocor).
  • Posisi: Karena amonia lebih ringan dari udara, ia cenderung naik ke atas, namun dalam konsentrasi tinggi di area lembap, ia bisa mengumpul di area rendah.
  • Masker Khusus: Masker medis biasa tidak cukup untuk menyaring gas ini; dibutuhkan masker full-face dengan filter khusus kimia (canister).
  • Secara alami, amonia juga dihasilkan dari proses pembusukan bahan organik oleh bakteri, namun amonia industri yang bocor memiliki konsentrasi yang jauh lebih pekat dan berbahaya. (Ahmad Syarifudin)
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.