Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Fiona Sihasale
TRIBUN-PAPUA.COM, BIAK NUMFOR - Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua, dinilai konsisten mendorong transformasi digital di berbagai sektor, termasuk dalam sistem pembayaran dan transaksi ekonomi masyarakat.
Hal itu disampaikan Kepala Bank Indonesia Perwakilan Papua, Warsono saat peluncuran pasar digital di Biak Numfor, Jumat (8/5/2026)
Warsono menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Biak Numfor yang terus menunjukkan komitmen kuat dalam pengembangan digitalisasi daerah.
Menurutnya, langkah yang dilakukan pemerintah daerah menjadi sinyal positif bahwa digitalisasi terus didorong secara serius di Biak Numfor.
Baca juga: Pemkab Biak Gandeng BI Papua Launching Pasar Digital Darfuar, Transaksi QRIS Mulai Diterapkan
“Ini menjadi suatu sinyal tanda bahwa memang Pemerintah Kabupaten Biak Numfor sangat konsisten dengan digitalisasi,” ujarnya
Ia menegaskan, Bank Indonesia akan terus mendukung berbagai kegiatan yang bertujuan mempercepat digitalisasi di daerah, khususnya dalam sistem pembayaran non tunai.
“Kami di Bank Indonesia akan mendukung setiap kegiatan-kegiatan dalam mendorong digitalisasi di daerah,” kata Warsono
Warsono menjelaskan, Bank Indonesia memiliki tiga tugas utama, yakni menjaga kestabilan nilai rupiah, menjaga kelancaran sistem pembayaran, dan menjaga stabilitas sistem keuangan dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Menurutnya, peluncuran pasar digital menjadi bagian dari upaya pemerintah bersama Bank Indonesia dalam menjaga kelancaran sistem pembayaran di tengah masyarakat.
“Ketika kita berbicara ekonomi maka kita berbicara tentang bagaimana ekonomi itu dijalankan dengan transaksi yang berjalan dengan baik. Apabila transaksinya tinggi maka ekonomi pun akan tinggi,” ujarnya.
Ia mengatakan, transaksi ekonomi hanya dapat berjalan optimal apabila sistem pembayaran berjalan lancar, baik pembayaran tunai maupun non tunai.
Untuk pembayaran tunai, kata dia, Bank Indonesia bekerja sama dengan perbankan di Biak melalui kas titipan yang dibuka di Bank Mandiri dan bank lain sebagai anggotanya.
Baca juga: Mahasiswi di Biak Ditangkap Polisi Usai Tipu Toko Pakai Bukti Transfer Palsu
“Dengan begitu, kebutuhan uang layak edar di Biak ini bisa terpenuhi dengan baik karena tidak harus menunggu dari Bank Indonesia di Jayapura tetapi langsung diselesaikan di Bank Mandiri dan perbankan lainnya yang tergabung dalam kas titipan Bank Mandiri,” terangnya
Sementara, untuk pembayaran non tunai, Bank Indonesia terus mendorong penggunaan QRIS sebagai sarana transaksi digital di masyarakat.
Menurutnya, semakin luas penggunaan QRIS maka transaksi ekonomi akan semakin meningkat karena masyarakat dimudahkan dalam bertransaksi.
“Kalau QRIS-nya semakin banyak, transaksinya semakin banyak karena mudah maka ekonominya juga semakin baik,” katanya.
Warsono juga mengapresiasi Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Biak Numfor yang aktif berkomunikasi dengan Bank Indonesia dalam mendorong transaksi digital pemerintah melalui TP2DD.
Warsono menilai digitalisasi akan meningkatkan efektivitas pengelolaan pendapatan asli daerah (PAD). “Apabila PAD-nya semakin efektif dan berjalan dengan baik maka pertumbuhan ekonomi juga akan bisa berjalan dengan baik,” kata Warsono
Ia juga menambahkan, QRIS bukan menggantikan pembayaran tunai, melainkan menjadi pelengkap sistem pembayaran yang sudah ada. Sebab, masih terdapat wilayah yang infrastruktur digitalnya belum sepenuhnya mendukung transaksi non tunai.
Lebih lanjut dikatakan, penggunaan QRIS ini dapat membuat transaksi menjadi lebih efisien karena pelaku usaha tidak perlu lagi membawa uang tunai ke bank.
Warsono berharap sinergi seluruh pihak dapat terus memperkuat digitalisasi di Kabupaten Biak Numfor. Bahkan, menurutnya, dibandingkan sejumlah daerah lain di Papua, Biak Numfor termasuk daerah yang terdepan dalam mendorong digitalisasi ekonomi dan sistem pembayaran. (*)