TRIBUNSUMSEL.COM -- Lafal addu a mukhul ibadah adalah kutipan dari hadits Nabi Muhammad SAW, termasuk hadits shahih.
Diriwayatkan oleh At Tirmidzi no 2969, Rasulullah Saw bersabda:
الدُّعَاءُ مُخُّ الْعِبَادَةِ
Addua u mukhhul ibadah
Atinya : “Doa adalah otak ibadah”. (Hadits diriwayatkan oleh Turmudzi dari Anas ra).
Dikutip dari laman nu.or.id, Doa dikatakan sebagai otak ibadah karena dua hal.
Pertama, bahwa dengan berdoa berarti melaksanakan perintah Allah SWT sebagaimana firman-Nya: “Berdoalah kepada-Ku!”. Maka dengan argumentasi tersebut doa dikatakan sebagai otak ibadah.
Kedua, apabila segala hal berjalan sesuai dengan yang diharapkan diiringi berdoa maka akan sanggup memutus pengharapan dari selain Allah SWT. Dan inilah pokok ibadah, karena tujuan beribadah untuk memperoleh pahala dari-Nya, yaitu yang dituntut dengan berdoa.
Al Hakim berkata: “Sesungguhnya doa menjadi otak ibadah, karena doa adalah berbuat kebaikan dari daya upaya dan kekuatan serta mengetahui bahwa segala sesuatu semuanya dari Allah dan penyerahan kepada-Nya”.
Begitulah salah satu dari dahsyatnya berdoa.
Berikut hadits lainnya tentang berdoa
Hadits 1
Nabi Muhammad Rasulullah SAW pernah bersabda
"Addu'a huwal ibadah."
Artinya:
"Doa itu adalah ibadah."
Hadits 2
Hadits Rasulullah SAW bersabda:
"Laisa syaiun akrama alallahi ta'ala minaddu'a."
Artinya:
"Tiada yang lebih mulia di hadapan Allah selain doa."
Hadits 3
الدُّعَاءُ سِلَاحُ المُؤمِنِ وَ عِمَادُ الدِّيْنِ وَ نُوْرُ السَّموَاتِ والارْضِ
Artinya :
“Doa itu adalah pedang orang mukmin, tiang agama dan cahaya langit dan bumi”.
Doa sebagai pedang orang mukmin, sebab dengan pedang itu dapat menolak bencana, sebagaimana menolak musuhnya dengan pedang.
Doa juga sebagai tiang agama, maksudnya agama bisa tegak dengan doa. Karena sholat juga mengandung arti doa. Dan doa merupakan cahaya langit dan bumi, maksudnya bahwa orang yang berdoa itu berarti menerangi apa yang ada di langit dan di bumi.
Hadits 4
Nabi bersabda : اِنَّ الله تَعَالى يُحِبُّ المُلِحِّيْنَ فِى الدُّعَاءِ
Yang Artinya :
“Sesungguhnya Allah Ta’ala mencintai orang-orang tetap serius dalam berdoa”. Dalam kitab Ihya disebutkan, Nabi SAW bersabda: “Memohonlah kepada Allah Ta’ala dari karunia-Nya, karena Allah Ta’ala senang untuk dimintai.
Adapun ibadah yang utama adalah menunggu kelapangan”. Nabi SAW bersabda :
يَقُوْلُ الله تَعَالى : يَا عَبْدِىْ اَنَا عِنْدَ ظَنِّكَ وَ اَنَا مَعَكَ اِذَا دَعَوْتَنِىْ
Artinya:
“Allah Ta’ala berfirman: “Wahai hamba-Ku, Aku menyertai prasangkamu, dan Aku pun menyertaimu ketika kamu berdoa kepada-Ku”.
Hadits tersebut mengajarkan kepada kita agar kita senantiasa berprasangka baik dalam kondisi dan situasi apapun.
Sebab Allah senantiasa mendengar segala doa-doa kita.
Berdoalah karena Allah menyuka hambanya yang sopan santun dalam memohon kepadanya.
Syaikh Abdul Qadir Al Jilani menyebutkan, bahwa adab dalam berdoa adalah sebagai berikut:
1. Menghadap kiblat.
2. Mengangkat kedua tangan.
3. Memuji kepada Allah swt.
4. Menyanjungkan sholawat atas Nabi Muhammad SAW.
5. Memohon hajatnya.
6. Jangan memandang ke langit ketika berdoa.
7. Ketika selesai berdoa maka usapkan kedua tangan ke muka
Akhirnya, jangan putus dari doa.
Memang doa memang tidak membuat kita luput dari masalah, tetapi doa membuat kita tenang meskipun kita berada di tengah-tengah masalah. Wallahu a’lam.
Demikian Arti Adduau Mukhul Ibadah, Maksud Hadits Doa itu Otak Ibadah, dan hadits hadits lainnya tentang doa. Semoga bermanfaat. (lis/berbagai sumber)
Baca juga: Dzikir dan Doa di 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah, Hari Arafah hingga Idul Adha
Baca juga: Arti Walayalin Ashr, Kutipan Surat Al Fajr Ayat 2 Penjelasan Keutamaan 10 Malam Pertama Dzulhijjah
Baca juga: Sejarah Penetapan Hari Jadi Provinsi Sumatera Selatan ke-80 Diperingati 15 Mei 2026
Baca juga: Hari Keluarga Internasional 2026 Diperingati 15 Mei: Sejarah, Tema & Cara Mewujudkan Keluarga Ideal