Keinginan Terakhir Haerul Saleh Anggota BPK RI Sebelum Meninggal, Minta Cari Lokasi Bangun Masjid
Weni Wahyuny May 09, 2026 03:32 PM

TRIBUNSUMSEL.COM - Suasana duka menyelimuti kepergian Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Haerul Saleh.

Di balik sosoknya yang dikenal tegas dalam birokrasi, terungkap adanya keinginan mulia dari almarhum Haerul Saleh sebelum mengembuskan napas terakhir.

Haerul Saleh meninggal dunia dalam insiden kebakaran yang menimpa rumah miliknya di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat (8/5/2026) pagi.

Berdasarkan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), Haerul Saleh berada di ruang kerjanya di lantai 4 ketika insiden berlangsung.

Jenazah Haerul Saleh dimakamkan di kampung halamannya, yakni di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jalan Penggusuran, belakang Kantor Dinas Sosial Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), pada esok hari, Sabtu (9/5/2026).

Baca juga: Detik-detik Haerul Saleh Anggota BPK RI Tewas Akibat Rumah Terbakar, Ditemukan di Ruang Kerja

Bupati Kolaka, Amri Djamaluddin, mengonfirmasi bahwa seluruh rangkaian prosesi pemakaman akan dimulai tepat pada pukul 10.00 WITA.

Bupati Amri sendiri sempat menjalin komunikasi intensif dengan almarhum dalam beberapa hari terakhir.

Dalam obrolan terakhirnya, almarhum mengutarakan niatnya untuk membangun sebuah masjid di tanah kelahirannya.

Hal itu diutarakan Haerul Saleh saat berkomunikasi via telepon dengan sang bupati tiga hari sebelum musibah terjadi.

"Tiga hari lalu, beliau menelepon saya meminta dicarikan lokasi untuk pembangunan masjid di dekat bandara. Beliau bahkan sudah menunjuk perkiraan titik lokasinya. Saya diberi waktu tiga hari untuk memastikannya," jelas Amri, dilansir dari Tribunsultra.com.

Merespons permintaan tersebut, Amri segera menginstruksikan Camat Tanggetada untuk melakukan pemetaan lahan di sekitar wilayah yang dimaksud.

Rencana pembangunan ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan penunaian janji pribadi atau nazar yang telah lama dipendam almarhum.

Baca juga: Profil Haerul Saleh, Anggota BPK RI Meninggal Dalam Kebakaran di Rumahnya yang Direnovasi

Menurut Amri, pembangunan masjid tersebut merupakan nazar Haerul Saleh yang dibuat saat dirinya masih menjabat sebagai Anggota DPR RI.

Haerul Saleh berharap prosesi peletakan batu pertama dapat dilaksanakan sebelum ia berangkat menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci yang dijadwalkan pada 23 Mei mendatang.

"Beliau berencana pulang ke Kolaka terlebih dahulu untuk peletakan batu pertama sebelum berangkat ke Tanah Suci. Katanya, itu adalah nazar saat menjadi Anggota DPR RI yang belum sempat dikerjakan," jelas Amri.

Komunikasi tersebut kini menjadi memori terakhir bagi Amri.

Ia mengaku sama sekali tidak menyangka bahwa pembicaraan mengenai rumah ibadah itu adalah isyarat perpisahan dari sang kolega.

Kepergian Aco, sapaan akrab Haerul, tidak hanya menjadi kehilangan bagi keluarga besar BPK RI, tetapi juga bagi masyarakat Sulawesi Tenggara, khususnya Kolaka, yang mengenal almarhum sebagai figur yang tetap peduli pada pembangunan daerah meskipun telah berkiprah di kancah nasional.

Kronologi

Insiden kebakaran hebat menewaskan Anggota IV BPK RI, Haerul Saleh,di kediamannya di kawasan Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat (8/5/2026).

Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di rumah korban yang dipimpin langsung Kapolres Jakarta Selatan Kombes Pol I Putu Yuni pukul 12.20 WIB.

Olah TKP dilakukan Reskrim Polres Jakarta Selatan bersama Puslabfor dan Inafis Polri.

Adapun kebakaran ini terjadi pukul 07.35 WIB. Saat kejadian, Haerul sedang bersama dua kerabatnya di dalam ruang kerjanya di lantai empat.

 Setelah melihat langsung ke lokasi kejadian, Putu mengatakan ruang kerja Haerul hangus terbakar hampir sepenuhnya.

“(Kondisinya) hangus, sekitar 80 persen,” kata Kombes Pol I Putu Yuni ditemui Kompas.com, di lokasi, Jumat.

Baca juga: Harta Kekayaan Haerul Saleh, Anggota BPK RI yang Meninggal Dunia dalam Musibah Kebakaran Rumahnya

Ketika kerabatnya turun sambil berteriak meminta tolong adanya kebakaran, Haerul tidak ikut keluar.

Penjaga rumah dan kerabat tersebut kemudian kembali naik ke lantai atas untuk berusaha memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) sambil menunggu petugas pemadam kebakaran datang.

“Nah, si Alo sama Bang Anto (kerabat Haerul) tuh turun ke bawah teriak kebakaran. Nah, saya kira Bapak sudah keluar, ternyata Bapak belum keluar,” kata penjaga rumah, Harpen (36), ditemui di lokasi, Jumat.

Saat ditemukan, Haerul dalam kondisi sudah tak sadarkan diri di dalam rumahnya yang terbakar.

 “Keadaan bapaknya… sudah enggak sadar diri sih. Mungkin karena asap ya jadi bapak sudah enggak sadar, karena dilihat dari luar katanya tadi asapnya hitam,” kata Harpen.

Harpen juga mengatakan, memang rumah ini baru direnovasi. Namun dia tak tahu pasti dari mana asal apinya.

Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Pasar Minggu.

Dari luar bangunan, tampak lantai rumah digenangi air berwarna hitam.  

Kepergian Haerul Saleh meninggalkan duka mendalam bagi rekan sejawat di BPK, partai, maupun kerabat luas.

Kabar duka tersebut dikonfirmasi oleh Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, yang langsung mendatangi rumah sakit tempat Haerul sempat ditangani.

Amran mengenang Haerul Saleh sebagai sosok yang sangat menjaga integritas.

“Beliau adalah pribadi yang baik, tenang, sederhana, dan memiliki komitmen besar dalam menjaga integritas serta tata kelola pemerintahan yang baik,” kata Amran dalam keterangan resminya, Jumat, dilansir dari Kompas.com.

Amran mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi dari asisten rumah tangga almarhum, kebakaran terjadi ketika proses renovasi rumah sedang berlangsung.

Saat itu, Haerul sedang mengawasi sejumlah pekerja sebelum akhirnya api muncul disertai asap hitam yang pekat.

Profil Haerul Saleh

Haerul Saleh lahir di Kolaka, Sulawesi Tenggara, pada 12 Agustus 1981. Ia menghabiskan masa kecilnya di Kolaka dan menempuh pendidikan dasar di SD Negeri 9 Kolaka.

Pada tahun 1993, ia pindah ke Makassar (saat itu masih bernama Ujung Pandang) dan menjadi santri di Pesantren IMMIM.

Saat memasuki jenjang pendidikan berikutnya, pria yang akrab disapa Aco ini pindah ke Kota Kendari dan menuntaskan masa remajanya di SMA Hasrati Kendari.

Sejak usia muda, tepatnya 22 tahun, ia sudah dipercaya sebagai Wakil Ketua KNPI Kolaka.

Haerul dikenal sebagai salah satu pemuda yang vokal dan aktif dalam berbagai organisasi.

Sebelum melenggang ke Senayan, Haerul Saleh pernah mencalonkan diri sebagai Calon Wakil Gubernur Sultra pada Pilgub 2012 berpasangan dengan Ridwan Bae.

Ia kemudian menjabat sebagai Anggota DPR RI sejak 2020 hingga 2022 menggantikan Imran yang meninggal dunia.

Saat itu, ia bertugas di Komisi XI DPR RI yang membidangi keuangan, perbankan, dan perencanaan pembangunan.

Kariernya semakin menanjak hingga ia terpilih dan menjabat sebagai Anggota BPK RI sejak 19 April 2022.

Riwayat Organisasi:

  • Anggota Dewan Pakar Masyarakat Ekonomi Syariah (2021–2023).
  • Wakil Ketua Dewan Pengurus Pusat Pemuda Tani Indonesia (2021–2026).
  • Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat Pemuda Tani Indonesia (2016–2021).
  • Dewan Penasihat Peradi Kolaka (2017).
  • Anggota Dewan Pembina Kadin Sulawesi Tenggara (2015–2020).
  • Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri HIPMI Sulawesi Tenggara (2015–2020).

(*)

Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.