Duka Banjir di Muratara : Bocah 3 Tahun Tewas Tenggelam, 4 Rumah Hanyut Hingga 64.624 Jiwa Terdampak
Shinta Dwi Anggraini May 09, 2026 03:32 PM

TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA -- Banjir di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumsel, perlahan mulai surut, Sabtu (9/5/2026). 

Dari laporan BPBD setempat, dampak dari banjir ini membuat 4 unit rumah hanyut, 1 unit rumah rusak sedang, dan 1 unit rumah rusak ringan.

Selain itu, seorang bocah berusia 3 tahun meninggal dunia karena tenggelam saat air makin tinggi menggenangi rumahnya di Desa Beringin Rupit.

Lebih rinci, banjir ini mengakibatkan 2.867 rumah warga terendam dengan total 16.156 KK dan 64.624 jiwa.

Dalam peristiwa ini juga, 5 jembatan gantung putus, yakni jembatan gantung di Desa Tanjung Beringin, jembatan gantung Desa Terusan, jembatan gantung Desa Sukamenang, kemudian jembatan gantung Desa Noman, dan jembatan gantung Desa Batu Gajah.

Baca juga: Tenggelam Saat Main Air Banjir di Rumah, Balita di Muratara Tewas, Oratng Tua Sibuk Evakuasi Barang

Wilayah terdampak banjir di Kecamatan Karang Jaya meliputi :

  1. Desa Lubuk Kumbung
  2. Desa Sukaraja
  3. Desa Muara Batang Empu
  4. Desa Rantau Telang
  5. Desa Tanjung Agung
  6. Desa Sukamenang
  7. Desa Muara Tiku
  8. Desa Terusan
  9. Desa Embacang
  10. Desa Embacang Baru
  11. Desa Embacang Baru Ilir
  12. Bukit Langkap.

Kemudian di Kecamatan Rupit meliputi :

  1. Desa Tanjung Beringin
  2. Desa Noman
  3. Desa Noman Baru
  4. Desa Batu Gajah
  5. Desa Batu Gajah Baru
  6. Desa Maur Lama
  7. Desa Maur Baru
  8. Desa Bingin Rupit
  9. Desa Beringin Jaya
  10. Desa Lawang Agung
  11. Desa Lubuk Rumbai
  12. Desa Pantai.

Lalu, wilayah Kecamatan Karang Dapo meliputi :

  1. Desa Kerta Sari
  2. Desa Rantau Kadam
  3. Desa Karang Dapo
  4. Desa Biaro Lama
  5. Desa Biaro Baru
  6. Desa Aringin.

Kecamatan Rawas Ilir meliputi :

  1. Mandi Angin
  2. Kelurahan Bingin Teluk
  3. Desa Beringin Makmur I
  4. Desa Beringin Makmur II
  5. Desa Tanjung Raja
  6. Desa Pauh I
  7. Desa Air Bening
  8. Desa Mekar Sari
  9. Desa Belani.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Muratara, Mugono, menyampaikan bahwa kondisi air di Kecamatan Karang Jaya sudah mulai surut.

"Air di Kecamatan Rupit bagian hulu juga sudah mulai menyurut," ungkapnya kepada wartawan.

Sementara karena bagian hulu sudah surut, air mulai pasang di wilayah Kecamatan Rupit bagian hilir, lalu Kecamatan Karang Dapo dan Kecamatan Rawas Ilir.

Mugono menyampaikan, bencana banjir di Kabupaten Muratara merupakan bencana tahunan dan disebabkan oleh luapan sungai karena intensitas hujan tinggi.

"Kemarin Kamis (6/5/2026) sejak Magrib sudah hujan sampai pukul 08.00 WIB pagi, akibatnya Sungai Rupit meluap merendam dua kecamatan," ujarnya.

Akibat banjir ini juga, wilayah Kabupaten Muratara kini berstatus siaga karena banjir berpotensi makin meluas seiring hujan yang masih mengguyur wilayah tersebut.

"Masyarakat kita imbau apabila debit air terus meningkat, warga tetap waspada dan mengamankan barang penting, serta siapkan langkah evakuasi jika air mulai naik," ungkapnya.

 

 

Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.