WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA Warga terdampak banjir di Gampong Batang Ara, Kabupaten Aceh Tamiang, mendapat edukasi gizi terkait konsumsi susu kental manis untuk anak.
Petugas kesehatan mengingatkan bahwa susu kental manis tidak bisa dijadikan sumber utama nutrisi bagi balita pascabencana.
Lima bulan setelah banjir besar melanda Gampong Batang Ara, warga mulai bangkit dari keterpurukan.
Sebagian masyarakat memilih tinggal di hunian sementara, sementara lainnya kembali ke desa untuk membangun tempat tinggal sederhana di tengah kebun sawit yang menjadi sumber mata pencaharian mereka.
Datuk atau Kepala Desa Batang Ara, Amril, mengatakan banyak rumah warga hancur bahkan hanyut terbawa arus banjir akhir 2025 lalu.
Ia sendiri kini tinggal di pondok sederhana yang dibangun dari material seadanya di dekat lokasi rumah lamanya.
“Sebagian besar masyarakat bekerja di kebun sawit. Tapi pascabanjir, tanaman harus diperbarui dan baru bisa panen lagi sekitar 3-4 tahun ke depan,” ujar Amril.
Baca juga: Kolaborasi Cepat Tanggap, Bantuan Darurat Mengalir untuk Korban Banjir Aceh dan Sumut
Saat ini warga masih mengandalkan bantuan dan donasi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Amril berharap bantuan ke depan lebih difokuskan pada program pemberdayaan ekonomi seperti bibit ternak dan pelatihan usaha.
Data desa mencatat sebanyak 177 kepala keluarga atau sekitar 600 jiwa, termasuk 51 balita, masih membutuhkan perhatian serius pascabencana.
Selain persoalan ekonomi, warga juga menghadapi masalah kesehatan dan gizi anak.
Rahayu menyebut sejumlah ibu mengalami stres hingga tidak dapat memberikan ASI kepada bayinya.
Baca juga: Relawan Masjid yang Bantu Banjir Aceh Diduga Dapat Teror Bangkai Anjing
Akibatnya, beberapa anak terpaksa diberi makanan dan minuman seadanya.
Kondisi tersebut mendorong Majelis Kesehatan PP Aisyiyah bersama mitra menyalurkan 390 paket bantuan serta menggelar edukasi gizi dan trauma healing bagi warga.
Anggota Majelis Kesehatan PP Aisyiyah, Hirfa Turrahmi, menegaskan pentingnya pemahaman gizi seimbang pascabencana.
Salah satunya dengan meluruskan anggapan bahwa susu kental manis dapat menggantikan susu untuk anak.
“Kental manis bukan susu dan tidak dapat dijadikan sumber utama gizi anak karena kandungan gulanya tinggi,” kata Penyuluh Kesehatan Puskesmas Sekerak, Ersyad. (m31)