Dampak Konflik Timur Tengah, Picu Kenaikan Harga Tiket Umrah Hingga Rp 6 Juta
Muhammad Hadi May 09, 2026 04:03 PM

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Indra Wijaya | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Memanasnya kondisi geopolitik di kawasan Timur Tengah mulai berdampak terhadap sektor penerbangan internasional, termasuk perjalanan ibadah umrah menuju Arab Saudi. 

Harga tiket umrah musim 1448 Hijriah dilaporkan melonjak hingga Rp5 juta sampai Rp6 juta per jamaah.

Direktur Utama PT Wasilah Internasional Group, Andri Munazar, mengatakan kenaikan harga tersebut menjadi tantangan besar bagi perusahaan travel, calon jamaah, hingga maskapai penerbangan.

Andri Munazar, Direktur Utama PT Wasilah Internasional Group, saat menjadi narasumber pada seminar Open Minded.
Andri Munazar, Direktur Utama PT Wasilah Internasional Group, saat menjadi narasumber pada seminar Open Minded. (Serambinews.com/HO)

“Banyak travel mengeluhkan lonjakan harga tiket karena kenaikannya cukup tinggi dan terjadi dalam waktu relatif cepat. Kondisi ini membuat travel berada dalam posisi dilematis dalam menentukan paket umrah,” ujar Andri, Sabtu (9/5/2026).

Baca juga: Legislator Kembali Sorot Mahalnya Harga Tiket Pesawat Aceh-Jakarta

Ia menjelaskan, harga tiket penerbangan Banda Aceh–Jeddah menggunakan maskapai Batik Air sebelumnya berkisar Rp13 juta per seat untuk perjalanan pulang-pergi, kini naik menjadi sekitar Rp18 juta per seat.

Menurutnya, hampir seluruh maskapai mengalami kenaikan harga rata-rata Rp5 juta hingga Rp6 juta per seat.

Sebelum lonjakan terjadi, harga dasar tiket penerbangan Banda Aceh–Jeddah berada di kisaran Rp13 juta hingga Rp15 juta tergantung maskapai.

Andri menyebutkan, kenaikan nilai tukar dolar Amerika Serikat, meningkatnya harga avtur, serta naiknya biaya suku cadang pesawat menjadi faktor utama melonjaknya harga tiket.

“Situasi Timur Tengah saat ini sangat berpengaruh terhadap industri penerbangan. 

Kenaikan avtur, pelemahan rupiah terhadap dolar, dan meningkatnya biaya operasional maskapai membuat harga tiket umrah musim 1448 H ikut mengalami penyesuaian,” katanya.

Baca juga: Disambut Sigap Petugas, Kloter 5 Masuki Asrama Haji Aceh

Ia menambahkan, kondisi tersebut membuat banyak travel harus mengevaluasi ulang jadwal keberangkatan dan alokasi seat yang sebelumnya telah dibooking.

Bahkan, sejumlah travel mulai mempertimbangkan penjadwalan ulang keberangkatan hingga pembatalan booking sambil menunggu kondisi harga kembali stabil.

“Kalau kondisi ini terus berlangsung tanpa kepastian, tentu akan berdampak pada penurunan penjualan tiket dan jumlah penumpang pesawat,” ujarnya.

Penyedia tiket negosiasi dengan maskapai

Meski demikian, pihak penyedia tiket charter penerbangan umrah disebut masih terus melakukan negosiasi dengan maskapai agar kenaikan harga tidak semakin membebani travel maupun calon jamaah.

“Jika nantinya ada penurunan harga setelah proses negosiasi selesai, tentu akan segera kami informasikan kembali kepada seluruh pihak terkait,” kata Andri.

Ia berharap kondisi penerbangan internasional segera membaik sehingga perjalanan ibadah umrah dapat kembali berjalan dengan harga yang lebih terjangkau dan ekosistem usaha umrah nasional tetap terjaga di tengah kondisi ekonomi yang sulit.(*)

Baca juga: Pantas Amerika Nyerah Lawan Iran, Ternyata Agen Rahasia CIA Ungkap Kekuatan Super Teheran

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.