TRIBUN-TIMUR.COM, WAJO -- Stok dan kualitas beras aman di Kabupaten Wajo jelang Iduladha 2026.
Bahkan stok beras surplus sampai setahun di kabupaten berjuluk Bumi Lamaddukelleng itu.
Demikian disampaikan Pimpinan Cabang Bulog Kabupaten Wajo saat menerima inpeksi mendadak Wakil Ketua Komisi V DPR RI Fraksi Gerindra Andi Iwan Darmawan Aras.
Gudang Perum Bulog Cabang Kabupaten Wajo didatangi AIA Jumat, 8 Mei 2026.
Hasil sidak ditemukan, stok beras pemerintah masih dalam kondisi aman dan distribusi pangan terus berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.
"Dari hasil pengecekan, untuk setahun ke depan stok yang ada saat ini cukup dan aman,” kata Andi Iwan kepada wartawan Sabtu (9/5/2026).
Dalam kesempatan itu AIA datang didampingi oleh Anggota DPRD Sulsel Sultan Tajang, Anggota DPRD Wajo Herman Arif dari Fraksi Gerindra dan Kepala Dinas Pertanian serta pimpinan Bulog setempat.
Andi Iwan mengecek kondisi penyimpanan beras. Ketua Kadin Sulsel itu juga sempat mendengarkan paparan dari pimpinan Bulog terkait cadangan pangan yang saat ini tersedia di Gudang Bulog.
Pengawasan terhadap ketersediaan bahan pokok menjadi perhatian penting DPR RI.
Terutama menjelang momentum hari besar keagamaan yang biasanya diikuti peningkatan permintaan pasar.
“Kami ingin memastikan masyarakat tidak mengalami kekhawatiran terhadap ketersediaan beras," kata Andi Iwan.
Menurutnya, keberadaan cadangan beras pemerintah memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas harga pangan sekaligus mengantisipasi lonjakan kebutuhan masyarakat.
Ia menambahkan, pemerintah pusat terus memperkuat ketahanan pangan nasional melalui berbagai kebijakan.
Termasuk penyerapan gabah petani dan penguatan stok cadangan nasional.
“Kalau stok pangan terjaga, harga di pasaran juga bisa lebih stabil. Ini penting agar daya beli masyarakat tetap aman,” tegas Andi Iwan Aras.
Selain itu Andi Iwan juga menekankan bahwa selain ketersediaan, kualitas beras yang disalurkan melalui program bantuan pangan maupun skema Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) harus dijaga.
“Kualitas beras sangat penting harus terus dijaga, serta distribusinya tepat waktu dan tepat sasaran, kita ingin benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Andi Iwan Aras.