TRIBUNMATARAMAN.COM, TULUNGAGUNG - SEVP Pengembangan PT Sinergi Gula Nusantara (PT SGN), Putu Sukarmen menghadiri tradisi manten tebu di Pabrik Gula Modjopanggoong (PG Mojopanggung) Kabupaten Tulungagung, Sabtu (9/5/2026).
Manten tebu adalah tradisi turun temurun untuk menandai dimulainya musim giling di PG Mojopanggung.
Menurutnya, musim giling pabrik gula ini bagian penting menuju swasembada gula nasional.
“Sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo untuk swasembada, khususnya produksi gula nasional. Dari target (swasembada gula) 2028, dimajukan 2027,” ujar Sukarmen saat ditemui di PG Mojopanggung.
Baca juga: Bupati Mas Dhito Apresiasi Dedikasi Kader PKK Desa, Minta Fokus Dampingi Warga Desil 1-4
Untuk mencapai target swasembada gula 2027, dilakukan upaya akselerasi dengan bongkar ratoon dan perluasan tanam tebu.
Bongkar ratoon adalah peremajaan tanaman tebu dengan cara mengganti bekas tebangan tebu yang sudah tidak produktif.
Peremajaan tanaman dan perluasan area tanam ini diharapkan bisa menambah produksi tebu untuk bahan baku pabrik gula.
“Masalah swasembada gula, kapasitas pabrik jauh lebih besar dibanding pasokan bahan baku. Akhirnya ada kompetisi untuk mendapatkan bahan baku tebu,” ungkapnya.
Kompetisi antar pabrik gula untuk mendapatkan pasokan tebu akhirnya mengabaikan kualitas.
Dengan bongkar ratoon akan meningkatkan pasokan bahan baku, meningkatkan kualitas tanpa persaingan yang kurang baik.
Menurut Sukarmen, tahun 2026 ini menjadi tahun timbal balik PT SGN, karena masalah eksternal selama 2025 telah terselesaikan.
“Tahun kemarin ada masalah agroclimate, tahun ini akan membaik. Ada ancaman kemarau panjang, tapi bulan lima (Mei) masih ada hujan, pertanda baik untuk tanaman tebu,” tegasnya.
Saat ini harga gula dinilai sudah membaik, dengan Harga Pokok Penjualan (HPP) sudah dikaji oleh perguruan tinggi, akademisi, dan praktisi.
PT SGN menargetkan bisa memproduksi gula sebanyak 1,1 juta ton.
Baca juga: StemCells Clinic Pertama di Kediri Resmi Dibuka, RSMAD Hadirkan Layanan Kesehatan Masa Depan
Sementara proyeksi produksi gula nasional sekitar 3 juta ton.
Saat ini kebutuhan gula nasional sekitar 2,9 juta ton, sehingga dengan produksi 3 juta ton maka swasembada gula bisa tercapaim
“Dari 3 juta ton, PT SGN punya andil sekitar 1,1 juta ton, atau sekitar 34 persen di antaranya,” papar Sukarmen.
Tahun 2025 lalu, produksi gula PT SGN sebesar 883.000 ton, naik 23 persen dari tahun sebelumnya.
Sementara secara nasional produksi gula saat itu 2,6 juta ton.
(David Yohanes/TribunMataraman.com)