SURYA.CO.ID, LUMAJANG - Maraknya kasus begal dan aksi pelemparan batu terhadap mobil pengendara membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, Jawa Timur (Jatim), bergerak cepat. Bupati Lumajang, Indah Amperawati atau Bunda Indah, meminta Dana Dusun segera dicairkan untuk pemasangan kamera pengawas atau CCTV di area publik.
Langkah ini dilakukan demi meningkatkan keamanan masyarakat di Lumajang. Sebab, dalam dua pekan terakhir, warga di sejumlah ruas jalan dibuat resah akibat aksi kriminal jalanan yang terjadi pada malam hari.
“Saya minta percepatan pencairan Dana Dusun khusus untuk pemasangan CCTV,” ujar Bunda Indah, Sabtu (9/5/2026).
Bunda Indah menargetkan pemasangan CCTV dilakukan serentak di seluruh dusun wilayah Lumajang mulai pekan depan.
Menurut Bunda Indah, pemasangan CCTV menjadi langkah penting untuk mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan, terutama di titik-titik yang minim pengawasan.
“Minggu depan serentak semua dusun memasang CCTV. Apabila ada kendala, seperti Wifi dan lain-lain akan segera kami lakukan pengawalan,” imbuh Politisi Partai Gerindra tersebut.
Tak hanya fokus pada pemasangan CCTV, Bunda Indah juga menginstruksikan seluruh camat di Lumajang agar tidak bepergian ke luar kota pada akhir pekan, selama beberapa pekan ke depan.
Instruksi itu diberikan, agar para camat tetap berada di wilayah masing-masing untuk memantau kondisi keamanan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Sabtu, minggu sampai beberapa pekan ke depan tidak boleh ke luar kota. Tetap berada di wilayah masing-masing untuk melayani masyarakat dan menjaga kondusivitas wilayah,” katanya.
Bunda Indah juga meminta seluruh camat aktif berkoordinasi dengan Danramil dan Kapolsek setempat, demi menjaga situasi tetap aman dan kondusif.
“Saya juga sudah koordinasi dengan Kapolres agar memenuhi harapan masyarakat. Bahwa keamanan adalah hal utama,” tuturnya.
Menanggapi langkah tersebut, Kapolres Lumajang, AKBP Alex Shandy Siregar, mengapresiasi respons cepat pemerintah daerah dalam menangani maraknya kasus pencurian dengan kekerasan di jalan raya.
Menurut Alex, pelaku begal memanfaatkan titik-titik jalan yang minim penerangan dan pengawasan atau blank spot untuk menjalankan aksinya.
“Karena begal terakhir itu, mereka memanfaatkan ruang ruang blankspot, sehingga mungkin butuh tindak lanjut,” tanggapnya.
Selain pemasangan CCTV, upaya pencegahan juga dilakukan melalui penambahan penerangan jalan umum (PJU). Dinas Perhubungan Lumajang disebut telah melakukan intervensi penerangan di ruas jalan nasional Kecamatan Jatiroto.
“Dan itu terus bertambah, hal itu dilakukan sebagai langkah antisipatif dan pencegahan,” papar Alex.
Kapolres Lumajang itu mengungkapkan, saat ini pihaknya telah mengantongi identitas pelaku begal yang beraksi dalam beberapa waktu terakhir. Polisi kini masih melakukan pengejaran terhadap para pelaku.
“Mohon doa dan dukungannya, semoga segera terungkap supaya jadi pembelajaran bagi yang lain, tidak ada lagi begal,” katanya.