Wakil Ketua I DPRD Bengkulu Dukung Penuh POPDA, Dinilai Jadi Fondasi Lahirkan Atlet Nasional
Rita Lismini May 09, 2026 06:54 PM

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Wakil Ketua I DPRD Provinsi Bengkulu, Teuku Zulkarnain menegaskan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) di Provinsi Bengkulu.

Menurutnya, POPDA merupakan bagian penting dalam program prioritas pemerintah daerah, khususnya dalam upaya pembinaan atlet sejak usia dini.

“Pelaksanaan POPDA ini pasti mendapat dukungan penuh dari pemerintah provinsi, karena ini merupakan bagian dari program-program yang menjadi prioritas pemerintah provinsi,” kata Teuku Zulkarnain saat dihubungi TribunBengkulu.com, Sabtu (9/5/2026).

Ketua KONI Provinsi Bengkulu ini juga menilai, Bengkulu masih tertinggal dalam berbagai bidang, termasuk sektor olahraga. Karena itu, pembinaan atlet perlu dilakukan secara serius dan berkelanjutan melalui ajang olahraga pelajar.

“Kita ini masih tertinggal di berbagai bidang, termasuk olahraga. Saya selaku Ketua Umum KONI juga melihat bahwa POPDA ini menjadi landasan untuk melahirkan atlet-atlet yang nantinya bisa bertanding di Pekan Olahraga Nasional,” ujarnya.

DPRD - Suasana rapat DPRD Provinsi Bengkulu, puluhan anggota DPRD Provinsi Bengkulu yang hadir saat rapat paripurna masa sidang kedua 2026, Senin (4/5/2026).
DPRD - Suasana rapat DPRD Provinsi Bengkulu, puluhan anggota DPRD Provinsi Bengkulu yang hadir saat rapat paripurna masa sidang kedua 2026, Senin (4/5/2026). (TribunBengkulu.com/Muhammad Panji Destama Nurhadi)

 

Teuku menjelaskan, proses pembinaan atlet harus dimulai sejak usia pelajar agar kemampuan dan potensi atlet dapat berkembang secara maksimal.

“Pembinaan itu memang harus dilakukan sejak usia dini, sejak masa pelajar. Oleh sebab itu, kami mendorong pemerintah provinsi agar serius dalam melaksanakan POPDA ini,” jelasnya.

Ia juga optimistis Pemerintah Provinsi Bengkulu tetap berkomitmen menyukseskan pelaksanaan POPDA meskipun saat ini sedang menghadapi kondisi efisiensi anggaran.

“Saya yakin pemerintah provinsi akan serius melaksanakan POPDA ini, walaupun dalam suasana efisiensi seperti yang kita lihat hari ini. Efisiensi ini bukan hanya dialami Provinsi Bengkulu, tetapi juga terjadi secara nasional,” tuturnya.

Teuku berharap pelaksanaan POPDA dapat berjalan lancar dan sukses serta mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang dapat mengharumkan nama Bengkulu di tingkat nasional.

Pelaksanaan POPDA

Pemerintah Provinsi Bengkulu memastikan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Tahun 2026 tetap dilaksanakan meski di tengah kebijakan efisiensi anggaran.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Provinsi Bengkulu, Nopri Walihan mengatakan, pelaksanaan POPDA direncanakan berlangsung pada Juli 2026.

Meski demikian, jadwal pasti pelaksanaan masih akan difinalisasi dalam waktu dekat.

“POPDA tahun 2026 di Provinsi Bengkulu insyaallah tetap akan kita laksanakan dan direncanakan pada bulan Juli. Namun, untuk kepastian tanggalnya nanti akan difinalisasi kembali,” ungkap Nopri saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Kamis (7/5/2026).

Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi Bengkulu sejak awal telah mempersiapkan pelaksanaan kegiatan tersebut, termasuk dari sisi anggaran.

Menurutnya, dana untuk penyelenggaraan POPDA telah tersedia dan sejumlah tahapan persiapan juga sudah berjalan.

“Anggaran sudah tersedia untuk pelaksanaan kegiatan tersebut. Beberapa persiapan seperti pembentukan kepanitiaan dan sosialisasi kepada kabupaten dan kota juga sudah dilaksanakan,” ujarnya.

Nopri menambahkan, terdapat kemungkinan perubahan jumlah cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan pada POPDA 2026.

Awalnya, POPDA direncanakan hanya mempertandingkan empat cabang olahraga yang mengacu pada agenda Pra-Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Pra-Popnas).

Namun, Pemprov Bengkulu kini mempertimbangkan untuk menambah cabang olahraga perorangan.

“Perencanaan awal memang empat cabang olahraga mengacu kepada Pra-Popnas. Tetapi nanti kemungkinan olahraga beregu cukup dua cabang saja, kemudian ditambah beberapa cabang olahraga perorangan sehingga totalnya bisa menjadi tujuh cabang olahraga,” jelasnya.

Ia menegaskan, langkah tersebut dilakukan agar lebih banyak pelajar di Provinsi Bengkulu dapat menyalurkan bakat dan potensi olahraga mereka.

Menurut Nopri, Gubernur Bengkulu juga memberikan dukungan penuh agar POPDA tetap digelar meski situasi anggaran sedang dilakukan efisiensi.

“Pak Gubernur berpesan kepada kami di dinas teknis agar kegiatan yang masih bisa dilaksanakan tetap dijalankan, termasuk POPDA ini,” katanya.

Meski suasana penyelenggaraan tahun ini berbeda akibat efisiensi anggaran, pihaknya berharap semangat para peserta tidak berkurang.

“Kami berharap semangat para peserta dari kabupaten dan kota se-Provinsi Bengkulu tetap tinggi untuk mengikuti POPDA ini,” tutupnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.