Niat Kerja di Warung Ikan Bakar Padang, 2 Pemuda Tegal Meninggal Laka Bus ALS
Daniel Ari Purnomo May 09, 2026 07:07 PM

TRIBUNBANYUMAS.COM, TEGAL - Update terbaru pada Sabtu (9/5/2026), jumlah korban tewas dalam insiden kecelakaan maut Bus ALS yang bertabrakan dengan truk tangki di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, diketahui bertambah menjadi 18 orang.

Kecelakaan nahas yang terjadi pada hari Rabu (6/5/2026) tersebut mengakibatkan munculnya kobaran api dan kebakaran hebat, dengan total keseluruhan korban 20 orang yang terdiri dari korban meninggal dunia serta korban luka-luka.

Sementara itu, dari tiga korban yang sebelumnya dilaporkan mengalami luka berat, satu di antaranya juga merupakan warga asal Desa Dermasandi, tepatnya di RT 11/RW 03, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal, yang bernama Muhamad Tahrul Khubaedi.

Baca juga: Niat Merantau ke Padang Kandas, Pemuda Asal Tegal Jadi Korban Tewas Kecelakaan Maut Bus ALS

Sebelum meninggal dunia, kondisi korban sebenarnya sempat dinyatakan stabil oleh tim medis. Korban juga sudah dilakukan tindakan intubasi serta dipasang alat bantu ventilator karena yang bersangkutan mengalami trauma inhalasi atau gangguan pada saluran pernapasan imbas asap kebakaran.

Tak hanya itu, pemuda tersebut juga sempat menjalani penanganan operasi debridement terhadap luka bakarnya.

Namun, setelah operasi dilakukan, meski kondisi korban sempat stabil, lama-kelamaan kesehatannya terus mengalami penurunan tajam hingga akhirnya pada Jumat (8/5/2026) pukul 11.55 WIB korban dinyatakan meninggal dunia.

Saat ini posisi kendaraan yang membawa jenazah Tahrul terpantau sudah bersandar atau tiba di Pelabuhan Merak, Banten, untuk kemudian melanjutkan perjalanan darat ke rumah duka di Desa Dermasandi, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal.

Saat ditanya mengenai perkiraan jenazah tiba di rumah duka, Irfan mengaku tidak mengetahui secara pasti karena perjalanan sangat bergantung pada kondisi kepadatan arus lalu lintas jalanan.

Namun, setelah mendapat kabar meninggalnya korban, pihak keluarga besar secara sigap langsung menyiapkan semuanya, termasuk berbagai keperluan pemakaman. Saat ini, mereka tinggal menunggu kedatangan jenazah ke Tegal.

"Pihak keluarga sudah tahu semua, termasuk ayah dari Almarhum (Tahrul) juga sudah diberi tahu. Ya ini sudah siap tinggal menunggu jenazah," kata Irfan, saat dihubungi oleh Tribunjateng.com, Sabtu (9/5/2026).

Sebelumnya, saat momen Lebaran tiba, korban memang sempat pulang ke rumahnya, kemudian hari itu ia hendak kembali berangkat merantau ke Padang.

Keduanya sedari awal hendak bekerja berdampingan di satu tempat kerja yang sama. Namun nahas, takdir berkata lain, keduanya justru sama-sama menjadi korban tewas dalam kecelakaan mengerikan bus ALS.

"Tahrul merupakan anak kedua dari dua bersaudara. Dia belum berkeluarga. Semasa hidup saya mengenal almarhum sebagai sosok yang baik hati, bertanggung jawab, sayang keluarga dan getol mencari kerja," ungkap Irfan mengenang almarhum.

Irfan mengaku pihak keluarga merasa sangat kaget dan sama sekali tidak menyangka saat pertama kali mengetahui informasi peristiwa kecelakaan bus yang ditumpangi korban.

Apalagi, sebelumnya tidak ada firasat buruk apa pun yang ditunjukkan oleh almarhum dan aktivitas berjalan seperti biasa pada umumnya.

"Pemakaman bergantung jenazah tiba di rumah pukul berapa. Ketika tiba pukul 22.00 WIB atau 23.00 WIB kemungkinan dimakamkan besok. Tapi kalau kurang dari waktu itu ya langsung dimakamkan. Rencananya dimakamkan di pemakaman Desa Dermasandi, tepatnya RT 13/RW 03 dekat dengan rumahnya Bakhrul Ulum," jelasnya memaparkan jadwal pemakaman.

Maka terkait jadwal kepulangan jenazah Bakhrul Ulum ke kampung halaman, sampai saat ini masih belum diketahui kepastiannya kapan.

"Tapi untuk jenazah saudara Tahrul menurut informasi yang saya terima saat ini sedang perjalanan ke rumah duka," ujar Misbah memungkasi wawancara. (dta)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.