TRIBUNPRIANGAN.COM - Jadwal libur sepanjang bulan Mei 2026, menjadi momen yang paling banyak dinantikan masyarakat hingga detik ini.
Pasalnya, masyarakat dapat menikmati sedikitnya 11 tanggal merah dan cuti bersama, sepanjang bulan Mei 2026.
Sudah pasti merencanakan perjalanan liburan menjadi salah satu opsi yang paling dominan dihari libur tentunya.
Berlibur sediri juga merupakan alternatif terutama bagi mereka yang sepekannya padat dengan aktifitas pekerjaan.
Perjalanan liburan pun bisa direncanakan dari jauh-jauh hari, dan tentu akan ada spesifikasi dari jenisnya, seperti bepergian ke pantai, bukit, puncak, hingga sungai.
Semua lokasi dengan spesifikasi tadi biasanya akan berbeda-beda tempat, namun tidak jika rencana tersebut terealisasikan di sekitar wilayah Priangan Timur.
Pasalnya, dari ketujuh daerah tersebut, sudah terfasilitasi dengan berbagai jenis destinasi wisata yang tentu sangat menarik dikunjungi dan bahkan bukan hanya destinasi biasa.
Lantas dimana saja lokasi strategis liburan sepanjang bulan Mei 2026 di sekitar wilayah Priangan Timur?
Baca juga: Kunjungan Wisata Long Weekend di Pantai Pangandaran Meningkat, Antrean Kendaraan Terjadi Sejak Pagi
1. Wisata Puncak Damar Baros (Sumedang)
Berlokasi di tepi bendungan Jatigede, Kapubaten Sumedang, destinasi ini, menawarkan berbagai kegiatan, seperti tempat kumpul (nongkrong) bersama teman-teman dan keluarga, swafoto, hingga bisa digunakan untuk pemotretan Pre-wedding yang akan membuat kesan menarik pada setiap hasil fotonya.
Selain lokasinya yang berdekatan dengan sungai terbesar di Indonesia, aksesnya juga dikenal sangat mudah dijangkau.
Pasalnya, destinasi ini menggunakan jalan kawasan hutan dan jalan Desa Paku Alam - Situraja.
Puncak Damar Baros ini menyuguhkan pemandangan eksotis dengan latar danau dan barisan pegunungan Jawa Barat dari kejauhan.
Pemandangan utama yang menjadi daya tarik Puncak Damar Baros adalah panorama Waduk Jatigede yang terlihat menakjubkan dari ketinggian.
Tidak hanya itu, suasana yang sejuk dan angin yang berhembus lembut menambah kenyamanan saat berada di sini.
Selain keindahan alam, Puncak Damar Baros juga menyediakan berbagai wahana seru yang bisa dinikmati pengunjung.
Salah satu yang paling populer adalah area outbound yang menawarkan berbagai aktivitas menarik, seperti flying fox, jembatan gantung, dan wall climbing.
Untuk harga tiketnya sendiri sangatlah terjangkau, yaitu:
Harga tiket masuknya sangat terjangkau, yakni sekitar Rp 10.000 – Rp 15.000 per orang.
Bagi yang ingin mencoba wahana outbound atau kegiatan lain, tarif tambahan akan dikenakan sesuai dengan jenis aktivitas yang dipilih.
Baca juga: Wisata Alam Karinjing Forest di Kalipucang Terbengkalai, Sepi Pengunjung, Butuh Investor
2. Bukit Panenjoan (Pangandaran)
Pepohonan rindang, bentangan sawah, dan aliran sungai yang membelah alam menjadi panorama memikat siapa saja yang datang.
Dari ketinggian, birunya Samudera Hindia tampak jelas, seolah menjadi latar sempurna bagi pesona alam Pangandaran.
Terletak di Desa Kersaratu, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, bukit ini hanya berjarak beberapa kilometer dari kawasan Pantai Pangandaran.
Akses menuju lokasi pun terbilang mudah, dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Di puncaknya, pengunjung dapat menikmati panorama alam sambil menyeruput kopi dan mencicipi jajanan yang dijajakan pelaku UMKM setempat.
Suasana santai terasa kental, apalagi saat pagi hari ketika kabut putih menyelimuti perbukitan, menciptakan kesan negeri di atas awan.
Tak hanya itu, Bukit Panenjoan pun menawarkan dua momen istimewa dalam sehari matahari terbit yang muncul perlahan dari balik cakrawala, serta matahari terbenam yang memancarkan cahaya keemasan di sore hari.
Saat malam tiba, gemerlap lampu menghiasi area bukit, menjadikannya lokasi yang cocok untuk berkemah bersama keluarga maupun sahabat.
Destinasi ini lahir dari inisiatif masyarakat setempat yang ingin mengoptimalkan potensi alam sekaligus meningkatkan perekonomian warga.
Berbekal semangat gotong royong, berbagai fasilitas terus ditambah dan diperbaiki agar pengunjung merasa nyaman.
Keindahan Bukit Panenjoan rupanya tak hanya memikat wisatawan biasa.
Potensinya sebagai lokasi olahraga dirgantara juga mulai dilirik.
Belum ada info pasti mengenai pembaharuan uang tiket masuk, sebab lokasi wisata ini masih sangat baru.
3. Leuwi Jurig (Garut)
Meski namanya terdengar menyeramkan (Jurig dalam bahasa Sunda berarti hantu), kenyataannya Leuwi Jurig adalah surga yang sangat jernih.
Terletak di Desa Bojong, Kecamatan Bungbulang, sungai ini dikelilingi oleh formasi batuan eksotis yang mirip dengan Grand Canyon di Amerika Serikat.
Keunggulan utama Leuwi Jurig adalah kejernihan airnya. Wisatawan dapat melihat dasar sungai dengan sangat jelas dari atas permukaan.
Tempat ini menjadi favorit bagi pencinta adrenalin yang ingin mencoba cliff jumping atau sekadar berenang santai menggunakan pelampung.
Air terjun yang bersih dan segar disuguhi dengan kolam dibawahnya membuat terasa semakin betah untuk berlama-lama disana.
Di sepanjang jalannya pun disuguhi keindahan alam yang indah disekitarnya.
Leuwi Jurig diambil dari bahasa Sunda, Lewi atau Lubuk berarti bagian terdalam dari sungai, dan dapat diartikan pula pula cekungan (dalam) di dasar sungai
Aliran air leuwi biasanya tenang bahkan terlihat tidak bergerak, namun adakalanya terjadi arus kuat di bagian dasar
Sedangkan jurig berasal dari bahasa sunda yang memiliki arti setan atau hantu.
Bagi pengunjung yang ingin menikmati wisata Leuwi Jurig akan dikenakan tiket masuk sebesar Rp 5.500. Harga tiket dapat berubah sewaktu-waktu.
Leuwi Jurig mulai buka pada pukul 07.00-18.00 WIB.
Penginapan mudah ditemui, baik hotel maupun rumah warga.
Jarak tempuh Leuwi Jurig dari pusat Kabupaten Garut sekitar 67,8 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih 2 jam.
Perjalanan dapat melalui Jalan Raya Garut-Cikajang, Jalan Raya Bayongbong-Garut, Jalan Raya Garut-Cikajang, Jalan Raya Cibuluh, Cikajang-Sumadra, dan Sumadra-Bungbulang.
4. Pangangonan Hill (Kabupaten Tasikmalaya)
Terletak di Kampung Pacargantung, Desa Karangjaya, Kecamatan Karangjaya, Pangangonan Hill merupakan satu dari sekian ratus destinasi healing terbaik, terkhususnya di Kabupaten Tasikmalaya.
Bagaimana tidak, hamparan savana alami di atas bukit yang tenang dan sejuk membuat siapa saja betah belama-lama di destinasi grup yang satu ini.
Disebut-sebut sebagai destinasi grup, dikarenakan destinasi ini kerap menjadi tujuan wisatawan yang datang beramai-ramai untuk mengekspor keindahan alamnya.
Selain suasana yang tenang dan pemandangan yang indah dari ketinggian, wisata ini juga disebut-sebut sebagai wisata jendela.
Pasalnya, dari atas Pangangonan Hill, wisatawan juga menawarkan pemandangan memukau perbukitan sekitarnya, saat hari cerah.
Dimana wisatawan bahkan bisa melihat Gunung Slamet, Gunung Sindoro, dan Gunung Sumbing di Jawa Tengah dari bukit yang satu ini.
Hamparan rumput luas dengan pemandangan yang menakjubkan ini, berjarak sekitar 28 kilometer dari pusat Kota Tasikmalaya dan hanya bisa kamu akses dengan menggunakan kendaraan pribadi.
Dimana dari arah pusat Kota Tasikmalaya, pertama wisatawan bisa mengarahkan kendaraan ke Manonjaya, ke arah Cineam dan Karangjaya sejauh 18 kilometer dari Masjid Agung Manonjaya.
Sebagai patokan, dengan memposisikan kendaraan dengan lokasi SMP Negeri 1 Karangjaya atau Kantor Kecamatan Karangjaya, lalu belok kanan melalui jalan yang lebih kecil sejauh 2 kilometer.
Bagi wisatawan yang datang dengan kendaraan roda empat, bisa memilih untuk memarkirkan kendaraanmu di area parkir bawah atau melanjutkan perjalanan.
Adapun, tersedia jalur yang berbeda untuk kendaraan roda dua naik ke atas, namun jalan ini cukup terjal dan licin sehingga disarankan untuk tetap memarkirkan kendaraan di area parkiran bawah.
Disamping itu, destinasi yang kerap jadi tempat pemburu sunrise atau matahari terbit ini, juga cukup lengkap dengan fasilitas yang memadai.
Tersedia tempat parkir, jalur trekking yang sudah jelas, warung-warung yang menyediakan berbagai makanan dan minuman, gazebo, saung, tempat duduk, spot untuk berfoto, toilet, dan mushola.
Wisatawan juga bisa berkemah karena telah tersedia fasilittas penyewaan peralatan berkemah yang dapat gunakan jika tidak memiliki peralatan sendiri, dengan cara lapor ke petugas terlebih dahulu.
Catatan penting bagi anda yang akan berkunjung ke destinasi wisata ini, untuk terus memperhatikan kondisi dan cuaca.
Sebab jalur menuju lokasi dominan dengan menanjak dan menurun, serta pastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima, dan tetap perhatikan.
(*)