SRIPOKU.COM, PALEMBANG — Kota Palembang menorehkan prestasi nasional dengan meraih piagam apresiasi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) atas capaian Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) Tahun 2025.
Palembang berhasil menduduki peringkat pertama di Sumatera Selatan sekaligus menempati posisi ke-9 kota paling maju di luar Pulau Jawa.
Berdasarkan rilis BRIN, Palembang meraih skor 4,23 dari skala maksimal 5 poin.
Piagam penghargaan tersebut diterima langsung oleh Wali Kota Palembang Ratu Dewa dari Deputi Bidang Riset dan Inovasi BRIN, Dr. Yopi, pada Kamis (7/5/2026).
Baca juga: Santuni Keluarga Driver Ojol Korban Pohon Tumbang, Ratu Dewa Berikan Bantuan Modal Usaha
Wali Kota Palembang Ratu Dewa menyatakan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja kolaboratif antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun ekosistem kota yang inovatif.
Ia menegaskan, penghargaan ini akan menjadi rujukan strategis dalam menyusun kebijakan pembangunan ke depan.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi Pemerintah Kota Palembang untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan menciptakan pembangunan yang berkelanjutan. Capaian ini membuktikan bahwa pembangunan kita berada di arah positif dan mampu bersaing di tingkat nasional,” ujar Wali Kota.
Ia menambahkan, keberhasilan Palembang masuk dalam 10 besar kota paling maju di luar Pulau Jawa menjadi bukti bahwa pembangunan di Palembang berjalan ke arah yang positif dan mampu bersaing dengan kota-kota besar lainnya di Indonesia.
“Kami akan menjadikan hasil evaluasi IDSD ini sebagai rujukan penting dalam menyusun kebijakan pembangunan yang lebih inovatif, adaptif, dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” tambahnya.
Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) sendiri merupakan instrumen pengukuran daya saing tingkat provinsi maupun kabupaten/kota yang dilakukan BRIN setiap tahun.
Pengukuran tersebut bertujuan memperoleh gambaran komprehensif mengenai tingkat produktivitas dan daya saing suatu daerah.
Penilaian IDSD menggunakan standar Global Competitiveness Index (GCI) dan World Economic Forum (WEF), dengan cakupan empat komponen utama, yakni sumber daya manusia, pasar, ekosistem inovasi, serta lingkungan pendukung.
Keempat komponen tersebut diperkuat melalui 12 pilar penilaian yang menjadi faktor utama pendorong daya saing daerah.
Proses pengukuran dilakukan secara terstruktur dan terkoordinasi melalui harmonisasi data dari berbagai kementerian dan lembaga sebagai produsen indikator daya saing, serta dilengkapi proses penjaminan mutu guna memastikan konsistensi dan keandalan hasil penilaian.
Penghargaan dari BRIN tersebut menjadi wujud nyata komitmen Pemerintah Kota Palembang dalam memperkuat daya saing daerah dan mendorong terciptanya ekosistem inovasi yang mampu mendukung percepatan pembangunan kota di berbagai sektor.