Kunjungan ke Brebes, Menteri Ara Alokasikan Bantuan Renovasi RTLH Sebanyak 30 Ribu Unit
muh radlis May 09, 2026 08:57 PM

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait menyebut, sebanyak 30 ribu unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Jawa Tengah bakal mendapatkan bantuan renovasi lewat Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tahun 2026.

Ara, sapaannya, alokasi tersebut naik 23 ribu unit dibandingkan tahun 2025.

“Tahun lalu di Jawa Tengah ada 7.532 unit, tahun ini minimal 30.000 unit. Naiknya sekitar 23.000 unit,” jelas Ara saat kunjungan ke Kabupaten Brebes dalam keterangan tertulis, Sabtu (9/5/2026).

Ara meminta selama pelaksanaan program bedah rumah ikut menggerakkan ekonomi lokal. Material bangunan seperti bata dan genteng diharapkan dibeli dari pelaku usaha di daerah.

“Barang-barang yang dibeli, seperti bata dan genteng, usahakan dari Jawa Tengah supaya ekonomi rakyat bergerak,” ucapnya.

Ia menyebut, bantuan ini juga akan menyasar ke daerah lainnya. Secara nasional, ia mengungkap bantuan ini bertambah menjadi dua kali lipat dilihat dari daerah penerima program.

“Tahun lalu ada 222 kabupaten/kota yang tidak dapat.

Tahun ini semua kabupaten/kota di Indonesia, lebih dari 500 daerah, mendapatkan program ini,” terangnya.

Baca juga: "Hidung Pendarahan" Begini Kondisi Ahmad Husein Pati Usai Dihajar Orang Tak Dikenal Saat Beli Sate

 

Jateng Alokasikan 5 Ribu Unit 

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, dukungan pemerintah pusat dalam mempercepat penanganan RTLH di Jawa Tengah sangat membantu masyarakat.

“Kami mengucapkan terima kasih, ada Pak Ara yang telah memberikan bantuan terkait bedah rumah. Ini akan sangat membantu Jawa Tengah dalam mengentaskan kemiskinan,” ujar Luthfi.

Ia mengatakan, penanganan RTLH perlu terus diperkuat karena masih banyak warga, khususnya kelompok desil 1 hingga desil 4, Kelompok desil 1 hingga desil 4 yaitu 40 persen lapisan masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah atau pengeluaran terkecil, sangat membutuhkan hunian layak.

"Kami dari Pemprov juga menargetkan ada 5.000 unit RTLH direhab pada 2026. Untuk Kabupaten Brebes, target dari sumber APBD Provinsi sebanyak 249 unit," katanya.

Pemprov Jateng juga memperoleh dukungan dari dana   CSR (Corporate Social Responsibility) perusahaan yang beroperasi di Jateng.

Lembaga Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) juga turut andil dalam program ini.

Target penanganan RTLH dari sumber tersebut di Jawa Tengah sebanyak 1.550 unit, terdiri atas Baznas 750 unit, Djarum 500 unit, dan Bank Jateng 300 unit.

Dengan demikian, total target penanganan RTLH di Jawa Tengah pada 2026 dari tiga sumber utama mencapai 36.550 unit.

Rinciannya, 30.000 unit dari APBN melalui BSPS, 5.000 unit dari APBD Provinsi, serta 1.550 unit dari CSR dan Baznas.

 

Tanggapan Penerima Program

Salah satu penerima bantuan Program BSPS di Brebes, Nunung mengaku, senang lantaran rumahnya yang rusak dapat segera diperbaiki berkat bantuan tersebut.

“Alhamdulillah senang, rumah saya sudah bocor. Sudah rencana renovasi tapi uangnya gak cukup. Jadi terima kasih atas bantuan ini,” kata ibu dua anak ini.

Nunung menerima bantuan itu karena telah memenuhi  kriteria penerima BSPS antara lain warga berpenghasilan rendah, memiliki rumah tidak layak huni, belum pernah menerima bantuan sejenis, serta memiliki legalitas tanah atau rumah yang jelas. (Iwn)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.