TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Pemerintah Provinsi Gorontalo mendapat apresiasi dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia terkait hadirnya Peraturan Daerah tentang Pengarusutamaan Gender (PUG).
Apresiasi tersebut disampaikan Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kementerian PPPA RI, Amurwani Dwi Lestariningsih saat menghadiri kegiatan Diseminasi Peraturan Daerah tentang Pengarusutamaan Gender dan Penguatan Komitmen Daerah dalam Implementasi PUG untuk Pembangunan yang Setara, Inklusif, dan Berkeadilan.
Kegiatan itu berlangsung di Hulonthalo Ballroom, Jalan Arif Rahman Hakim, Kota Gorontalo, Sabtu (9/5/2026).
Baca juga: Satu Rumah di Dembe Gorontalo Hangus Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas PPPA Provinsi Gorontalo Yana Yanti, GEDSI Lead Program SKALA Gorontalo Lisa Humairah, Direktur Keluarga, Pengasuhan, Perempuan dan Anak Bappenas RI Qurrota Ayun, anggota DPRD, hingga unsur pemangku kepentingan lainnya.
Dalam sambutannya, Amurwani mengatakan tidak semua daerah di Indonesia memiliki perda khusus terkait pengarusutamaan gender.
Karena itu, langkah Pemerintah Provinsi Gorontalo dinilai patut mendapat apresiasi.
“Kami sangat mengapresiasi tinggi karena tidak semua daerah mempunyai perda terkait pengarusutamaan gender ini,” ujar Amurwani di hadapan peserta kegiatan.
Ia menegaskan, pengarusutamaan gender bukan hanya menjadi tanggung jawab Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak semata.
Menurutnya, implementasi PUG membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, organisasi masyarakat, tokoh agama, hingga masyarakat umum.
“Ini perlu dipahami dan diketahui seluruh kepala daerah dan seluruh masyarakat. Semua stakeholder punya peran dalam melaksanakan perda terkait PUG yang sudah diluncurkan pemerintah provinsi,” katanya.
Perempuan Disebut Kunci Indonesia Emas 2045
Amurwani menyebut isu kesetaraan gender masih menjadi pekerjaan rumah besar pemerintah Indonesia.
Ia menjelaskan hampir separuh penduduk Indonesia merupakan perempuan, sehingga pembangunan nasional tidak dapat dipisahkan dari peran perempuan.
“Kita yakin Indonesia Emas 2045 tidak mungkin dapat diwujudkan tanpa perempuan,” ujarnya.
Menurutnya, perempuan memiliki peran penting dalam melahirkan dan membentuk generasi masa depan bangsa.
Karena itu, pembangunan perempuan menjadi bagian penting dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.
Soroti Kekerasan terhadap Perempuan hingga Kesehatan Ibu
Dalam pemaparannya, Amurwani juga menyinggung sejumlah tantangan yang masih dihadapi perempuan di Indonesia.
Salah satunya terkait tingginya angka kekerasan terhadap perempuan.
Ia mengungkapkan satu dari empat perempuan pernah mengalami kekerasan dan sebagian besar pelakunya berasal dari lingkungan terdekat korban.
“Ini menjadi tantangan serius bagi pembangunan kita,” katanya.
Selain itu, angka kematian ibu melahirkan juga masih menjadi perhatian pemerintah pusat.
Amurwani menyebut masih ada perempuan yang meninggal dunia saat proses persalinan.
Tak hanya itu, kasus kanker serviks juga masih cukup tinggi di Indonesia.
Karena itu, pemerintah terus mendorong pemberian vaksin HPV kepada anak perempuan usia 14 tahun ke atas sebagai langkah pencegahan.
“Ini diharapkan bisa mengurangi risiko terkena kanker serviks,” jelasnya.
Indeks Gender Gorontalo Dinilai Baik
Di sisi lain, Amurwani mengungkapkan indeks pembangunan gender Indonesia terus mengalami perbaikan.
Ia mengatakan indeks ketimpangan gender nasional menunjukkan tren penurunan dibanding tahun sebelumnya.
“Artinya ada penurunan ketimpangan antara laki-laki dan perempuan,” ujarnya.
Khusus Provinsi Gorontalo, ia menilai capaian indeks ketimpangan gender berada pada angka yang cukup baik.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi modal penting dalam mendorong pembangunan yang lebih inklusif dan berkeadilan di daerah.
Kegiatan diseminasi tersebut sekaligus menjadi ruang penguatan komitmen lintas sektor dalam mendukung pembangunan yang setara di Provinsi Gorontalo.
Pantauan Tribun Gorontalo, kegiatan dimulai sejak pukul 09.09 Wita diawali registrasi peserta, dilanjutkan sambutan dari sejumlah pejabat yang hadir.
Selain unsur pemerintah, kegiatan itu juga dihadiri pihak kepolisian, organisasi perempuan, hingga organisasi wartawan. (*)