Masa Tanam II Hampir Selesai di Trenggalek, Target Hasilkan 80 Ribu Ton Padi 
Rendy Nicko May 09, 2026 09:50 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, TRENGGALEK - Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpan) Kabupaten Trenggalek mencatat panen di masa tanam kedua ini menyentuh 68 ribu ton. Sementara untuk target bisa menyentuh 80 ribu ton.

Kepala Dispertapan Kabupaten Trenggalek, Imam Nurhadi mengungkapkan tengah fokus mengamankan produksi padi di tengah bayang-bayang musim kemarau berkepanjangan. Dimana diprakirakan terjadi pada Agustus hingga September 2026 mendatang.

Menurutnya, data yang ia peroleh untuk luas tanam di Kabupaten Trenggalek periode Oktober hingga Maret telah mencapai 15.610 hektare. 

"Hingga minggu kedua April 2026, laporan produksi gabah yang masuk telah menyentuh angka 68 ribu ton," beber Imam Nurhadi saat dikonfirmasi, Sabtu (9/5/2026).

Baca juga: Bupati Kang Marhaen : Guru di Nganjuk Harus Terapkan Gaya Hidup Sehat

Imam yakin angka ini akan terus bertambah. Seiring dengan proses panen yang masih akan berlangsung di beberapa wilayah.

"Kami mengharapkan luas panen nantinya bisa mengangkat angka produksi di atas 80 ribu ton. Sampai hari ini, Indeks Pertanaman (IP) kita sudah berada di atas angka 2," imbuhnya.

Ia menambahkan, mayoritas petani di Trenggalek saat ini rata-rata telah melakukan dua kali masa tanam. 

Dispertapan Kabupaten Trenggalek berupaya untuk mempertahankan atau bahkan meningkatkan Indeks Pertanaman hingga mencapai angka 2,5 pada tahun ini.

Disinggung menghadapi ancaman kemarau ekstrem atau yang kerap disebut El Nino Godzilla, pihaknya telah menyiapkan sejumlah bantuan infrastruktur penyediaan air bagi para petani.

Beberapa langkah teknis yang akan ditempuh meliputi irigasi Perpompaan. Yaitu Memanfaatkan pompa untuk mengambil air tanah maupun air permukaan dari sungai yang tidak kering.

"Lalu memanfaatan mata air. Menyalurkan air dari sumber mata air yang tersisa ke lahan pertanian melalui sistem perpompaan," imbuhnya.

Selanjutnya mengoptimalisasi Dam Parit. Melakukan upaya peninggian muka air pada dam parit guna menjangkau areal persawahan yang lebih luas.

"Langkah-langkah ini kami tempuh untuk mempertahankan indeks pertanaman agar tidak merosot akibat kekeringan," akuinya.

Dengan beberapa langkah antisipasi tersebut, Imam menaruh harapan besar produksi padi tetap bisa dioptimalkan. Karena sesuai dengan arahan pemerintah pusat tentang swasembada pangan.

"Mudah-mudahan ketahanan pangan di Trenggalek tetap terjaga dengan produksi yang baik seperti tahun kemarin," imbuhnya.

Sementara, salah satu petani asal Desa Sukorejo Kecamatan Gandusari Trenggalek, Isnan Ali menerangkan saat ini sudah panen dan masa tanam berikutnya. Menggunakan benih Inpari 32 bisa menghasilkan gabah sebanyak 7,6 ton.

Baca juga: Pengacara : GH Bantah Berniat Culik Balita Tulungagung dan Bawa Kabur ke Lampung

"Untuk panen kemarin itu kami mengadakan bimbingan 7,6 ton per luas hektare," ujar Isnan Ali.

Dirinya menerangkan sementara kebutuhan untuk air untuk mengaliri sawah petani, saat ini masih mencukupi. Karena belum sampai pada kekurangan air yang membuat petani harus memompa.

"Alhamdulillah curah hujan masih tinggi. Tidak ada keluhan doanya saja semoga aman tidak ada hambatan untuk kesejahteraan petani," tandasnya.

(Madchan Jazuli/TribunMataraman.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.