Tumpukan Sampah Terbakar di Samping Glory Swalayan, Kabel Listrik Ikut Hangus
Edi Hayong May 09, 2026 10:19 PM

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eugenius Suba Boro

POS-KUPANG.COM, KUPANG- Kebakaran tumpukan sampah terjadi di Jalan Jendral Soeharto, Kelurahan Oepura, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, tepat di samping Glory Swalayan, Sabtu (9/5/2026). 

Kobaran api yang awalnya berasal dari tumpukan sampah itu membesar hingga membakar kabel listrik di dekat lokasi.

Asap hitam pekat membumbung tinggi dan terlihat dari kejauhan. Warga sekitar yang panik langsung berupaya membantu memadamkan api menggunakan tanki air seadanya sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.

Api bahkan nyaris merambat hingga ke area ATM yang berada tidak jauh dari titik kebakaran. Kondisi tersebut membuat arus lalu lintas di sekitar lokasi sempat terganggu karena banyak warga berkumpul menyaksikan proses pemadaman.

Baca juga: Pemadam Kebakaran di Desa Likong Gete Sikka Terkendala Pasokan Air

Petugas Pemadam Kebakaran Kota Kupang Regu 1, Adit Edon mengatakan pihaknya awalnya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 07.00 WITA. Namun laporan pertama sempat dikira sebagai prank.

“Kami terima laporan awal itu jam 7. Bilangnya kebakaran lahan di samping toko Glory. Awalnya kami pikir mungkin prank,” ujarnya saat diwawancarai di lokasi.

Menurut Adit, beberapa menit kemudian pihaknya kembali menerima telepon kedua dari nomor berbeda dengan laporan yang sama. Saat itu pelapor menyebut api mulai merambat hingga mendekati ATM.

“Laporan kedua sekitar dua menit kemudian. Orang yang berbeda tapi laporan yang sama. Dia bilang api sudah merambat sampai dekat ATM. Dari situ kami langsung siap dan bergerak ke lokasi,” jelasnya.

Baca juga: Program Revitalisasi Sasar Sekolah di Kota Kupang, Kepsek: Selama Ini Kami Impikan

Dalam perjalanan menuju lokasi, petugas sempat terkendala akibat jalur ditutup karena pelaksanaan Car Free Day (CFD). Tim kemudian memutar arah melalui kawasan El Tari hingga akhirnya menemukan titik kebakaran setelah melihat kepulan asap hitam tebal dari kejauhan.

“Sampai di perempatan arah Polda kami lihat asap hitam besar. Kami kira rumah yang terbakar ternyata tumpukan sampah,” katanya.

Setibanya di lokasi, warga disebut langsung membantu membuka akses jalan agar mobil pemadam dapat masuk. Petugas kemudian melakukan proses pemadaman bersama warga.

Adit menjelaskan, titik kebakaran berasal dari tumpukan sampah liar yang berada di lahan kosong samping swalayan. Api dengan cepat membesar karena banyak material mudah terbakar di lokasi.

Baca juga: PLN Bersama Damkar Ende Atasi Kebakaran di Area Gudang Logistik UP3 Flores Bagian Barat

“Memang di situ tumpukan sampah yang orang buang sembarang. Jadi api cepat besar,” ujarnya.

Sebanyak empat unit kendaraan dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut, terdiri dari dua mobil tanki air dan dua mobil pemadam kebakaran.

“Total armada yang keluar ada empat unit, dua tanki air dan dua mobil pemadam,” katanya.

Proses pemadaman berlangsung sekitar dua jam. Petugas mengalami kendala karena api sudah menjalar kabel PLN sehingga harus menunggu kondisi aman sebelum melakukan penyemprotan maksimal.

“Pemadaman sekitar dua jam karena kami terhalang saat menghubungi PLN untuk memutus arus listrik, karena kabel sudah ikut terbakar bersama sampah,” pungkasnya.

Adit juga mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, terlebih membakar sampah di area yang berdekatan dengan fasilitas berbahaya maupun bangunan yang mudah terbakar.

“Kami imbau masyarakat jangan buang sampah sembarang apalagi bakar sampah dekat tiang atau kabel listrik, rumah atau tempat-tempat yang mudah terbakar lainnya. Karena kalau api membesar bisa membahayakan banyak orang,” tegasnya. (uge)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.