Armin Mustamin Kenang Sosok Haerul Saleh: Berani, Gigih, dan Tak Pernah Menyerah
Ari Maryadi May 09, 2026 10:22 PM

 

TRIBUN-TIMUR.COM, JAKARTA — Kepergian Anggota IV Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia, Haerul Saleh, meninggalkan duka mendalam bagi banyak kalangan, termasuk sahabat dan rekan almamaternya di Pesantren IMMIM Ujung Pandang.

Ketua Umum Ikatan Alumni IMMIM, Armin Mustamin Toputiri, mengenang Haerul Saleh sebagai sosok pekerja keras yang memiliki keberanian besar dalam menjalani dunia usaha maupun politik.

Menurut Armin, dirinya dan Haerul memiliki ikatan emosional kuat karena sama-sama dibesarkan dalam lingkungan pendidikan IMMIM Ujung Pandang yang dikenal menanamkan disiplin, kepemimpinan, dan semangat pengabdian.

“Beliau sosok yang pekerja keras dan berani mengambil risiko. Dalam dunia politik maupun usaha, beliau dikenal gigih dan tidak mudah menyerah,” ujar Armin mengenang almarhum Sabtu (9/5/2026).

Nama Haerul Saleh sempat menjadi sorotan publik ketika proses Pergantian Antar Waktu (PAW) DPR RI menggantikan mantan Bupati Konawe Selatan, Imran, yang meninggal dunia.

Namun, menurut Armin, Haerul tetap mampu melewati dinamika tersebut hingga akhirnya resmi duduk sebagai anggota DPR RI mewakili Daerah Pemilihan Sulawesi Tenggara dari Partai Gerindra.

Haerul memperoleh hak PAW karena menjadi peraih suara terbanyak kedua dengan raihan 42.402 suara pada Pemilu Legislatif.

“Beliau tipe petarung. Banyak tantangan yang dihadapi, tapi selalu dijalani dengan keberanian dan optimisme,” katanya.

Sebelum menjabat anggota BPK RI, Haerul juga pernah duduk sebagai anggota DPR RI periode 2014–2019. Di luar dunia politik, ia dikenal sebagai pengusaha yang memimpin sejumlah perusahaan di sektor konstruksi dan pertambangan di wilayah Kolaka dan Kolaka Utara.

Armin menilai perjalanan Haerul dari dunia organisasi kepemudaan hingga panggung nasional menunjukkan karakter kepemimpinan yang terbentuk sejak muda.

Karier Haerul dimulai dari aktivitasnya di Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), hingga Pemuda Panca Marga di Kolaka.

Dalam dunia politik, Haerul juga dikenal berani mengambil langkah besar. Pada Pilgub Sulawesi Tenggara 2013, ia maju sebagai calon wakil gubernur mendampingi Ridwan Bae. Meski gagal memenangkan kontestasi, langkah tersebut justru membuat namanya semakin dikenal luas.

“Beliau tidak takut menghadapi risiko politik. Itu yang membuat banyak orang menghormatinya,” ujar Armin.

Haerul Saleh meninggal dunia dan dimakamkan di TPU Kolaka. Kepergiannya meninggalkan jejak panjang sebagai politisi, pengusaha, sekaligus kader daerah yang pernah menapaki perjalanan dari organisasi kepemudaan hingga lembaga tinggi negara.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.