Situs Adan-Adan Kediri Jadi Sorotan, Diduga Lebih Besar dari Borobudur
Cak Sur May 09, 2026 10:32 PM

SURYA.CO.ID, KEDIRI - Situs Adan-Adan di Dusun Genuk, Desa Adan-Adan, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, Jawa Timur (Jatim), kembali menjadi perhatian publik setelah temuan berbagai struktur dan artefak purbakala memunculkan dugaan adanya kompleks percandian kuno berukuran besar.

Perbincangan mengenai situs tersebut ramai di media sosial, setelah beredar video proses ekskavasi dan pengangkatan ornamen makara raksasa dari dalam tanah.

Makara merupakan ornamen khas candi yang biasanya ditempatkan di bagian tangga atau pintu bangunan sebagai simbol penolak bala.

Ukuran makara yang ditemukan di Situs Adan-Adan itulah, yang kemudian memicu spekulasi mengenai besarnya kompleks candi yang pernah berdiri di lokasi tersebut.

Diduga Berasal dari Abad ke-9

Juru Pelihara Situs Adan-Adan, Ikhwan, menjelaskan situs itu pertama kali ditemukan pada 2016.

Sejak saat itu, penelitian dan ekskavasi terus dilakukan oleh tim arkeologi nasional hampir setiap tahun.

Menurut Ikhwan, penemuan kepala arca Buddha pada penggalian tahun 2020, semakin menguatkan dugaan bahwa Situs Adan-Adan merupakan kompleks candi Buddha kuno.

“Dari hasil karbon dating, diperkirakan situs ini berasal dari abad ke-9 sampai ke-11,” jelas Ikhwan, Sabtu (9/5/2026).

Ia juga menyebut, ditemukan sejumlah arca yang belum selesai dikerjakan dan diduga ditinggalkan sebelum proses pembangunan rampung.

Fakta Menarik Situs Adan-Adan Kediri

  • Situs pertama kali ditemukan pada 2016
  • Diduga berasal dari abad ke-9 hingga ke-11
  • Ditemukan arca Buddha, stupa, kepala kala, dan Dwarapala
  • Memiliki pola bangunan mandala dengan kompleks luas
  • Temuan makara raksasa memicu perhatian publik di media sosial

Struktur Mandala dan Temuan Artefak

Hingga kini, area situs disebut belum sepenuhnya terbuka. Dari puluhan titik ekskavasi, baru sebagian kecil struktur bangunan yang berhasil dimunculkan.

Ikhwan menjelaskan, bangunan inti diperkirakan memiliki ukuran sekitar 21 meter dengan pola mandala.

“Bangunannya bersifat mandala. Ada bangunan inti di tengah, lalu teras luar sampai bagian terluar. Jadi kemungkinan kompleksnya memang besar,” katanya.

Selain struktur bangunan, ditemukan pula berbagai artefak seperti fragmen stupa, kepala kala, arca Buddha hingga Dwarapala.

Salah satu arca Dwarapala pasangan dari situs tersebut kini disimpan di Museum Airlangga Kota Kediri.

Makara Raksasa Jadi Sorotan

Temuan paling menonjol di kawasan situs adalah dua makara berukuran besar, yang disebut menjadi petunjuk ukuran bangunan candi pada masa lalu.

“Kalau disebut lebih besar dari Borobudur, mungkin karena rasio makara ini. Biasanya ukuran makara menentukan besarnya candi,” ujar Ikhwan.

Bahkan, menurutnya, ada pihak yang menyebut ukuran makara di Situs Adan-Adan termasuk yang terbesar di Asia Tenggara.

Selain itu, peneliti juga menemukan bagian puncak stupa yang terkubur di bawah tanah.

Kondisi tersebut mengindikasikan bangunan candi diduga pernah roboh akibat aktivitas vulkanik Gunung Kelud, atau bencana alam lain pada masa lampau.

Sementara itu, penjaga situs, Pak Din, mengatakan kunjungan masyarakat meningkat dalam sepekan terakhir, terutama dari kalangan pelajar yang datang untuk kegiatan edukasi sejarah dan budaya.

Kini, kawasan situs telah dipasangi pagar pengaman dan kawat pembatas guna melindungi area ekskavasi dan berbagai benda purbakala yang ditemukan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.