Urban farming atau pertanian perkotaan merupakan praktik budidaya tanaman atau beternak di dalam dan sekitar wilayah perkotaan
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Indra Wijaya | Banda Aceh
PROHABA.CO, BANDA ACEH – DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Aceh menggelar pelatihan urban farming dalam rangka Milad ke-24 PKS, Sabtu (9/5/2026).
Urban farming atau pertanian perkotaan merupakan praktik budidaya tanaman atau beternak di dalam dan sekitar wilayah perkotaan.
Memanfaatkan lahan terbatas seperti pekarangan, atap gedung (rooftop), atau dinding untuk memproduksi pangan lokal, menciptakan ruang hijau, dan meningkatkan kemandirian pangan warga
Pelatihan urban farming PKS Aceh tersebut bertujuan mendorong masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah untuk ditanami tanaman produktif guna mendukung ketahanan pangan dan membantu ekonomi keluarga.
Ketua DPW PKS Aceh, Ismunandar Badruzzaman mengatakan, pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan lahan rumah tangga.
“Hari ini PKS Aceh melaksanakan pelatihan urban farming dalam rangka Milad PKS ke-24. Ada pelatihan penanaman sayuran yang memanfaatkan pekarangan rumah. Karena itu disebut urban farming,” ujarnya.
Baca juga: Wagub Aceh Hadiri Muswil VI PKS, Pemerintah Tegaskan Komitmen Kebersamaan
Menurutnya, kegiatan itu diharapkan dapat membangun semangat kader maupun masyarakat untuk mulai memanfaatkan lahan kecil di sekitar rumah agar lebih bermanfaat dan mampu membantu kebutuhan rumah tangga.
“Harapan kami, kegiatan ini dapat menyemangati kader dan masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan rumah walaupun kecil, tetapi tetap bermanfaat. Ini bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Ketua Panitia Milad ke-24 PKS Aceh, Zulfikar Aziz menjelaskan, rangkaian milad tahun ini mengusung tema ketahanan ekonomi, pangan, dan energi.
Ia menyebutkan, kegiatan diawali dengan focus group discussion (FGD) guna merumuskan rekomendasi terkait ketahanan ekonomi, pangan, dan energi di Aceh.
“Hasil FGD nantinya akan menjadi tindak lanjut yang diberikan kepada pejabat publik untuk didorong dari sisi kebijakan maupun anggaran,” kata Zulfikar yang juga anggota DPRK Aceh Besar tersebut.
Dikatakan, PKS Aceh juga bekerja sama dengan KITA Community Center dalam pelaksanaan pelatihan urban farming. Di lokasi tersebut, peserta juga mendapat edukasi pengolahan sampah rumah tangga menjadi pupuk organik.
Pelatihan diikuti sekitar 50 peserta dari Banda Aceh dan Aceh Besar. Peserta diharapkan dapat mempraktikkan ilmu yang diperoleh dengan menanam sayuran di pekarangan rumah masing-masing serta membentuk kelompok tani berkelanjutan.
Zulfikar menambahkan, rangkaian Milad ke-24 PKS Aceh akan dilanjutkan pada 10 Mei 2026 dengan kegiatan budidaya ayam petelur dan panen padi di Blang Krueng yang akan dibuka anggota DPR Aceh, Ghufran Zainal Abidin.
Kemudian pada 13 Mei mendatang akan dilakukan penanaman padi perdana di Gampong Blang Cut, Kecamatan Sukamakmur, yang melibatkan kelompok wanita tani.
“Puncak milad akan digelar di Taman Putroe Phang pada 14 Mei dengan agenda pemutaran video inspiratif tentang ketahanan pangan,” katanya.
Ketua Yayasan Sumber Utama Kami, Heni Cahyanti mengapresiasi gerakan yang dilakukan PKS Aceh melalui pelatihan tersebut.
“Pelatihan ini salah satu bentuk penyelamatan yang bisa kita lakukan lewat ketahanan pangan. Saya sangat mengapresiasi gerakan PKS hari ini, mudah-mudahan ke depan dapat menjadi kelompok yang solid dan kuat,” ujarnya.(*)