TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Musisi ternama Ahmad Dhani menginginkan cucu pertamanya dari Al Ghazali dan Alyssa Daguise lahir pada weton Jumat Kliwon.
Keinginan tersebut bukan tanpa sebab. Ia mau jika cucu perempuannya itu bisa satu weton dengannya.
Al dan Alyssa sedang menanti anak pertama.
Penantian cucu pertama dari garis keturunan Ahmad Dhani ini sangat dinantikan.
Ini akan menjadi momentum pertama, Dhani dan Maia Estianty mantan istrinya, menjadi kakek dan nenek.
Menantikan momen membahagiakan itu, Dhani memiliki keinginan khusus.
Ia berharap agar cucunya bisa lahir pada Jumat Kliwon.
Hal itu diungkap Ahmad Dhani saat bertemu wartawan yang tayang di akun Instagram @bundsteutic, Sabtu (9/5/2026).
Dalam video yang beredar, ia berharap sang cucu lahir pada hari Jumat.
Baca juga: Ahmad Dhani Menyesal Tak Bikin Perjanjian dengan El Rumi Sebelum Acara Pernikahan
Suami Mulan Jameela memiliki alasan tersendiri.
Karena ternyata Ahmad Dhani memiliki weton Jumat Kliwon.
Ahmad Dhani, pendiri grup band Dewa 19 dan politikus Indonesia, lahir pada 26 Mei 1972 di Surabaya, Jawa Timur.
Ahmad Dhani lahir pada Jumat Kliwon.
Ia menganggap weton kelahirannya itu sangatlah bagus.
Sehingga menginginkan cucunya pun demikian.
"Saya cuma berharap lahirnya hari Jumat," ujar Ahmad Dhani.
"Karena apa? karena wetonnya sama dengan saya," sambungnya.
"Jumat Kliwon," ungkapnya lagi.
"Semoga lahir Jumat Kliwon. Bagus itu. Weton bagus," pungkasnya.
Melansir dari TribunJogja.com, banyak orang menganggap Jumat Kliwon sebagai hari yang menakutkan. Bahkan dalam berbagai film, Jumat Kliwon sering dikaitkan dengan kemunculan makhluk halus, sosok gaib, hingga musibah.
Jika Jumat Kliwon dianggap sebagai hari keramat atau menyeramkan, bagaimana dengan nasib orang yang lahir pada hari tersebut? Apakah benar akan mengalami kesialan?
Ternyata jawabannya tidak seseram anggapan banyak orang. Menurut tafsir weton, seseorang yang lahir pada Jumat Kliwon atau Jemuwah Kliwon justru dipercaya memiliki keberuntungan.
Sebelum membahas lebih jauh, perlu diketahui bahwa tafsir weton didasarkan pada perhitungan pangasaran, yaitu penggolongan watak manusia berdasarkan saptawara dan pancawara. Selain itu, juga dipadukan dengan perhitungan pancasuda, yakni pengelompokan karakter manusia berdasarkan angka-angka khusus dari saptawara dan pancawara.
Berdasarkan perhitungan tersebut, orang yang lahir pada Jumat Kliwon atau Jemuwah Kliwon memiliki pangasaran Lakuning Rembulan dengan pancasuda Wasesa Segara. Lakuning Rembulan berarti memiliki sifat layaknya bulan.
Dalam kehidupan sehari-hari, orang yang lahir pada Jumat Kliwon umumnya dikenal sebagai pribadi yang simpatik, memiliki daya tarik, dan menyenangkan. Karena itu, tidak mengherankan jika ia biasanya mempunyai banyak teman di sekelilingnya.
Sementara pancasuda Wasesa Segara bermakna memiliki sifat dermawan, pemaaf, berwibawa, dan penuh tanggung jawab. Artinya, orang yang lahir pada Jumat Kliwon tidak hanya menarik dan ramah, tetapi juga memiliki kewibawaan serta rasa tanggung jawab yang tinggi.
Ia dinilai sebagai sosok ideal untuk dijadikan teman, bahkan pasangan hidup. Hal itu karena dirinya dianggap mampu memegang amanah, baik dalam urusan pekerjaan, persahabatan, maupun hubungan asmara.
Meski demikian, semua ini hanyalah sebatas tafsir yang bisa benar maupun keliru. Setiap orang bebas mempercayainya ataupun tidak.
Seseorang yang lahir pada Jumat Kliwon memiliki watak yang digambarkan sebagai Lakuning Rembulan atau layaknya perjalanan rembulan.
Mereka memiliki pembawaan yang menenangkan, mampu menjadi penerang di tengah kegelapan, dan biasanya memiliki tutur kata yang lemah lembut namun berwibawa.
Kehadirannya sering kali membawa aura kesejukan bagi orang-orang di sekitarnya.
Sementara itu, Wuku Tolu yang menaungi hari ini dikuasai oleh Dewa Bayu. Hal ini memberikan tambahan sifat yang energik, tegas, dan sulit untuk dihentikan jika sudah memiliki keinginan.
Kombinasi ini menciptakan pribadi yang di satu sisi sangat empatik dan pandai bergaul, namun di sisi lain memiliki prinsip yang kuat dan keberanian yang besar layaknya hembusan angin yang mampu menerjang rintangan.
Namun, mereka perlu waspada terhadap sifat sedikit angkuh atau merasa paling benar yang kadang muncul akibat pengaruh dominan dari Wuku Tolu.
Peruntungan Weton Jumat Kliwon dan Wuku Tolu
Dalam hal rezeki dan keberuntungan, Jumat Kliwon dengan Neptu 14 (Jumat 6 + Kliwon 8) tergolong memiliki peruntungan yang cukup stabil dan sering kali membawa peningkatan ekonomi bagi keluarganya.
Mereka adalah tipe orang yang "luwes" dalam mencari peluang; kecakapan komunikasinya membuat rezeki sering datang dari arah yang tidak terduga melalui relasi sosial.
Ditambah dengan pengaruh Wuku Tolu, mereka memiliki bakat alami dalam kepemimpinan atau menjadi pelopor dalam suatu bidang.
Rezekinya diprediksi akan selalu mengalir selama mereka mampu menjaga kerendahan hati.
Tantangan terbesarnya adalah pengelolaan keuangan, karena sifatnya yang dermawan terkadang membuat mereka terlalu mudah mengeluarkan uang untuk menolong orang lain tanpa perhitungan yang matang.
Secara spiritual, mereka juga sering mendapatkan keberuntungan dalam bentuk perlindungan dari marabahaya.
Untuk urusan asmara dan kecocokan pasangan, weton Jumat Kliwon dengan Neptu 14 akan menemukan harmoni yang luar biasa jika bersanding dengan mereka yang memiliki Neptu 10 atau 15.
Beberapa weton yang sangat cocok menjadi pendamping hidupnya antara lain adalah Minggu Legi, Rabu Kliwon, Kamis Pon, Jumat Wage, atau Selasa Pon.
Pertemuan dua energi ini diibaratkan sebagai bertemunya air dan tanah yang subur; mereka akan saling melengkapi dan mampu meredam gejolak emosi satu sama lain.
Dalam naungan Wuku Tolu, hubungan asmara mereka cenderung dinamis dan penuh semangat.
Jika berhasil mendapatkan pasangan yang tepat, kehidupan rumah tangga Jumat Kliwon diramalkan akan penuh dengan kemakmuran dan kebahagiaan yang langgeng, karena mereka adalah tipe pasangan yang setia dan sangat menjaga kehormatan keluarganya.
(*)
(Grid.id) (TribunnewsSultra.com/Desi Triana)