TRIBUNWOW.COM - Brigata Curva Sud (BCS) dan Slemania menyerbu unggahan PSS Sleman, setelah klub kesayangannya gagal juara Championship (Liga 2) 2025-2026.
PSS Sleman kalah secara dramatis lewat babak adu penalti, menghadapi Garudayaksa FC.
Meski gagal juara, PSS Sleman bakal promosi ke kasta tertinggi Liga Indonesia (Super League).
Perjuangan habis-habisan para pemain PSS Sleman di partai final, mendapat respek dari suporter, meski gagal angkat trofi.
Hal itu terlihat dalam komentar-komentar dalam unggahan Instagra, @pssleman, yang memosting hasil full time pertandingan.
Baca juga: Hasil Final Liga 2 Championship: Dramatis, Garudayaksa Juara, Kalahkan PSS Sleman Lewat Adu Penalti
"TATPP SEMANGAT MANN , WES JOSJIS," ujar @zahmasol_.
"Terima kasih telah berjuang sleman, kalian sudah terbaik hingga titik promosi ini. Kalian gagal juara gpp, musim depan coba lagi di liga yang berbeda liga 1," kata @fluezzzz_x_e3.
"rapopo man, yoh berbenah musim depan," kata @shlh.sdwa.
"RAPOPO, KASIH YANG TERBAIK MUSIM DEPAN," ujar @ardytogirii.
"Respect penuh kepada seluruh pemain, yang sudah berjuang sampai akhir," kata @rizkifahrii__.
"MAN?! RAPOPO KALIAN TETEP TERBAIK, TERIMAKASIH SUDAH BERJUANG HINGGA BABAK AKHIR!! ALEEEEEEE," tulis @psychptr.
"Perjuangan ini belum selesai.
Kepala tetap tegak, kebanggaan tetap sama.
Terima kasih sudah berjuang sampai titik ini, Super Elja Runner Up hari ini,
lebih kuat untuk musim berikutnya.
PSS SLEMAN ALEEE," tulis @priastengahtegek.
Jalannya Pertandingan
Babak 1
Memasuki awal babak pertama, PSS Sleman langsung bermain menyerang, namun dihentikan dengan pelanggaran.
Menit 1', Frederic Injai terjatuh di kotak penalti, namun lebih dulu ia offside.
Menit 2', Riko Simanjuntak menarik jersey lawan, menghasilkan tendangan bebas bagi Garudayaksa FC.
Bola langsung diarahkan ke depan, tapi bisa dihalau.
PSS Sleman menyerang balik cepat, namun sayang terlalu deras hingga bola Riko Simanjuntak keluar lapangan.
Menit 5' , Ega Rizky keluar kandang, jauh dari gawang, dan melanggar Everton Nascimento.
Kiper PSS Sleman itu pun diganjar kartu kuning.
Garudayaksa FC mendapat tendangan bebas dari sisi samping kotak putih, tapi bisa dihalau.
Menit 10', PSS Sleman tertekan, namun bisa bertahan, dan melakukan counter attack.
Kedua tim sangat sengit, jual beli serangan cepat terjadi.
Menit 11', Frederic Injai melakukan pelanggaran terhadap Frydek, berbuah tendangan bebas.
Bola dioper pendek, dan berlahan dibawa menusuk ke kotak putih, namun bisa dihalau.
Menit 13', PSS Sleman menekan dari berbagai sisi.
Tapi pertahanan Garudayaksa yang sangat rapat, sulit untuk ditembus.
Menit 16', PSS Sleman mendapat tendangan sudut, dan diambil Riko Simanjuntak, namun bisa dihalau.
Menit 21', Ega Rizky melakukan double save, menggagalkan kesempatan Garudayaksa FC mencetak gol.
Menit 22', PSS Sleman melakukan kesalahan fatal dengan membiarkan lini belakang kosong.
Ega Rizky sampai keluar jauh dari kandangnya, namun gagal menepis bola.
Alfin Faiz Kelilaw bisa menyundul bola yang berusaha ditangkap Ega Rizky, dan sukses mengubah keadaan.
GOL!!! 0-1, Garudayaksa FC memimpin.
Ketinggalan 1 gol, PSS Sleman makin agresif menekan, tapi bisa dibendung.
Menit, Garudayaksa FC nyaris menggandakan keunggulan.
Peluang emas 99 persen jadi gol, justru melenceng, tendangan Everton Nascimento melenceng.
Menit 32', PSS Sleman menekan cepat, namun ketika sudah di depan gawang, justru salah umpan.
Menit 33', wasit melakukan pengecekan VAR di lapangan.
Wasit memeriksa momen ketika Christian Frydek dijegal Fachruddin Aryanto di kotak penalti.
Hasilnya, Garudayaksa FC mendapat penalti.
Everton Nascimento menjadi eksekutor, dan dengan dingin menjebol gawang Ega Rizky.
GOL!!! Skor 0-2, menit 36', Garudayaksa FC unggul.
Menit 43', PSS Sleman menekan bertubi-tubi, tapi finishing belum maksimal.
Tendangan Frederic Injai masih melenceng.
Menit 44', PSS Sleman mendapat tendangan sudut, bola diambil Riko Simanjuntak, tapi bisa dihalau, kembali sepak pojok didapat.
Akan tetapi bisa ditepis, sepak pojok ketiga, dapat dihalau.
Bola justru dikuasai Garudayaksa FC, lini belakang kosong, namun Alfin yang ragu-ragu eksekusi bola, gagal mencetak gol keduanya.
Babak 2
Memasuki awal babak kedua, Garudayaksa FC langsung berusaha menekan.
Belum genap satu menit babak kedua dimulai, Frydek nyaris menjebol gawang lawan, tapi bola bisa ditangkap kiper PSS Sleman.
Menit 46', Riko Simanjuntak mengumpan jauh ke dalam kotak putih, tapi bola justru lebih dekat ke kiper.
Menit 48', Frederic Injai melepaskan umpan di kotak penalti, namun bola lebih dekat ke gawang, dan tak ada teman yang menyambutnya.
Peluang terbuang untuk PSS Sleman.
Di tribun penonton, BCS-Slemania tampak melalukan koreo bendera roket raksasa, yang mengelilingi stadion.
Bendera ini menjadi gambaran perjalanan PSS Sleman yang melejit ke Liga 1 (Super League).
Tak hanya bendera roket, bendera raksasa juga dibentangkan dari tribun penonton.
Sementara itu, menit 54', wasit melakukan pengecekan VAR, potensi kartu merah terhadap Irvan Mofu.
Dari tayangan ulang, tangannya tampak menyikut lawan saat duel udara.
Hasilnya, wasit hanya memberikan kartu kuning.
Menit 57', PSS Sleman mendapat tendangan sudut, namun bisa dihalau, kembali sepak pojok.
Bola dioper pendek, terjadi kemelut di depan gawang, namun bisa diamankan Garudayaksa FC.
Menit 60', PSS Sleman menyerang sangat cepat.
Kombinasi permainan sangat apik diperlihatkan, dari Riko Simanjutak dioper ke Samuel, kemudian diumpan ke Gustavo Tocantins, yang menjebloskannya ke gawang.
GOL!!! PSS Sleman mengejar, skor 1-2 menit 61'.
Menit 66', Garudayaksa FC nyaris mencetak gol, namun tendangan masih melenceng.
Menit 75', Gustavo Tocantins melesatkan tembakan ke gawang dan gol.
Akan tetapi hakim garis mengangkat bendera, tanda offside.
Wasit kemudian mengecek VAR, hasilnya offside.
Menit 80', PSS Sleman mendapat tendangan sudut, namun bisa dihalau.
Menit 89', PSS Sleman mendapat sepak pojok, menimbulkan kemelut di depan gawang, bisa dibendung.
Menit 92', Gustavo Tocantins membuat stadion bergemuruh, berkat golnya.
Gol tercipta memanfaatkan kemelut di depan gawang.
Bola pantulan sukses dijebloskan ke dalam gawang lawan.
GOL!!! Skor 2-2, PSS Sleman perpanjang nyawa.
Babak 1 Extra Time
Memasuki babak pertama extra time, kedua tim langsung menyerang dengan sengit.
Beberapa peluang tercipta, namun belum ada yang mengubah keadaan.
Tensi tinggi pertandingan final ini terlihat dari hujan kartu kuning yang keluar dari kantong wasit.
Hingga menit 99, sudah ada 9 kartu kuning yang diberikan, 6 di antaranya dikoleksi PSS Sleman, sampai menit 100'.
Menit 102, PSS Sleman mendapat emas di dalam kotak penalti, namun finishing masih belum optimal, sehingga bola melenceng.
Wasit meniup peluit tanda berakhirnya extra time pertama, skor belum berubah.
Babak 2 Extra Time
Garudayaksa langsung menekan dengan cepat.
Akan tetapi tendangan langsung ke gawang kurang terarah, dan mudah saja ditangkap kiper.
Tak tinggal diam, PSS Sleman berusaha mencari celah, namun kali ini lebih tenang.
Menit 107', PSS Sleman mendapat tendangan sudut.
Bola dioper pendek pada Riko Simanjuntak, kemudian diumpan ke depan gawang.
Namun sundulan Jajang Mulyana bisa ditangkap oleh kiper.
Menit 109' Everton menari-nari mencari celah.
Bola berakhir di mulut gawang, tapi bisa diamankan kiper.
Menit 110', PSS Sleman mendapat tendangan sudut.
Bola langsung diumpan ke depan, tapi bisa diblok.
Menit 113', PSS Sleman nyaris mencetak gol, namun tendangan Alfareza masih melenceng, meski posisi terbuka.
Menit 117', PSS Sleman mendapat peluang lewat sepak pojok ke-12 kalinya, setelah serangan cepat Riko Simanjuntak disapu.
Namun sebelum corner kick ditendang, ada aksi dorong-mendorong di depan gawang.
Menit 119', PSS Sleman menyerang, menari-nari di segala sisi mencari celah, namun masih gagal mencetak gol.
Namun hingga peluit akhir dibunyikan, skor tak berubah.
Duel sangat panas ini berlanjut ke babak penalti.
Babak Adu Penalti
Garudayaksa FC:
1. Everton Nascimento: Gagal (bola melambung tinggi di atas mistar)
2. Manda Cingi: Sukses (kiper membaca arah bola tapi tak bisa membendung)
3. Christian Frydek: Sukses (bisa mengecoh kiper)
4. Dedi Tri Maulana: Sukses (kiper membaca arah bola tapi tak bisa membendung)
5. Taufik Hidayat: Sukses (tendangan keras, kiper terkecoh).
PSS Sleman:
1. Junior Haqi: Sukses (bisa mengecoh kiper)
2. Kevin Gomes: Gagal (bola ditepis kiper)
3. Irvan Mofu: Sukses (tendangan keras dan mengecoh kiper)
4. Alfareza: Sukses (kiper membaca arah bola tapi tak bisa membendung)
5. Gustavo Tocantins: Gagal (bola ditepis kiper)
PSS Sleman
Pelatih: Ansyari Lubis
Kiper: Ega Rizky Pramana
Bek: Fachruddin Aryanto (C), Iman Fathurohman
Gelandang: Dominikus Dion, Figo Dennis, Frederic Injai, Kevin Gomes, Mohammad Saiful Djoge
Penyerang: Gustavo Henrique, Riko Simanjuntak, Terens Puhiri
Cadangan: Muhammad Tahir, Jajang Mulyana, Kim Jeffrey Kurniawan, Ichsan Pratama, Jehan Pahlevi, Arda Alfareza, Fadhilah Tegar Nur Aziz, M. Junior Haqi, Mohammad Kanu Helmiawan, M. Fahri, Irvan, Muhammad Salman Alfarid
Garudayaksa FC
Pelatih: Widodo Cahyono Putro
Kiper: Yoewanto Stya Beny
Bek: Alfin Faiz Kelilaw, Komang Tri Arta Wiguna, Mohammad Bagus Nirwanto, Vytas Gaspuitis
Gelandang: Adittia Gigis Hermawan, Asep Berlian (C), Christian Frydek
Penyerang: Andik Vermansyah, Everton Nascimento Mendonca, Feby Eka Putra
Cadangan: Manda Cingi, Ahmad Birrul Walidain, Agus Nova Wiantara, Moh. Sidik Saimima, Muhammad Iqbal Al Ghuzat, Aldhila Ray Redondo, Muhammad Raihan Utama, Dheco Hari Zacky, Dedi Tri Maulana, Arapenta Lingka Poerba, Taufik Hidayat, Rudi N Rajak
Perangkat Pertandingan
Pengawas Pertandingan: Raymond
Wasit Utama: Yoko Suprianto
Asisten Wasit 1: Fajar Furqon
Asisten Wasit 2: Gilang Mijwar
VAR: Armin Dwi Suryathin
AVAR: Rihendra Purba
Cadangan Wasit: Bangkit Sanjaya
(TribunWow.com/Lailatun Niqmah)