Tangisan Keluarga Iringi Lantunan Doa di Kediaman Orang Tua Brigadir Arya
Noval Andriansyah May 10, 2026 01:19 AM

Tribunlampung.co.id, Metro - Tangisan keluarga pecah mengiringi lantunan doa di kediaman orang tua Brigadir Arya Supena di Kota Metro, Sabtu (9/5/2026) malam.

Rumah duka dipenuhi warga, kerabat, hingga rekan sesama polisi yang datang untuk mengikuti yasinan malam pertama usai anggota Polri itu gugur saat bertugas di depan gerai Yussy Akmal Bandar Lampung.

Suasana haru begitu terasa di rumah duka yang berada di Jalan Piagam Jakarta, RT 002 RW 001, Kelurahan Mulyosari, Kecamatan Metro Barat, Kota Metro.

Sejak malam, warga mulai berdatangan untuk memberikan doa dan dukungan kepada keluarga almarhum.

Jenazah Brigadir Arya Supena (32) sebelumnya dibawa ke rumah orang tuanya untuk dimakamkan di TPU setempat setelah gugur dalam insiden penembakan saat bertugas di Bandar Lampung.

Baca juga: Brigadir Arya Gugur Tertembak, Sang Istri Tak Kuasa Pikirkan Nasib Anak

Malam itu, halaman rumah dipenuhi kursi plastik yang tertata di bawah tenda. Warga, kerabat, dan sejumlah anggota kepolisian duduk khusyuk mengikuti rangkaian doa bersama atau yasinan.

Di sela suasana doa, terdengar isak tangis dari dalam rumah. Tangisan anggota keluarga pecah sesaat sebelum pembacaan yasin dimulai.

Pantauan Tribunlampung.co.id di lokasi, puluhan warga tampak duduk khusyuk di deretan bangku plastik yang tertata rapi di bawah tenda yang didirikan di halaman rumah.

Tepat sebelum yasinan dimulai, terdengar suara tangisan perempuan anggota keluarga dari dalam rumah yang masih terpukul atas kepergian korban.

Bendera kuning melambai sebagai simbol duka cita tampak terpasang di depan gang masuk kediaman korban.

Tak hanya warga sekitar, sejumlah kolega dan rekan sesama anggota kepolisian juga terlihat hadir memberikan dukungan moral bagi keluarga yang ditinggalkan.

Deretan karangan bunga ucapan duka cita pun mulai memenuhi area sekitar rumah duka, mulai dari teman sejawat, instansi kepolisian, hingga kerabat dekat yang menyatakan belasungkawa mendalam atas dedikasi Brigadir Arya.

"Malam ini yasinan malam pertama, kita semua mendoakan yang terbaik untuk beliau," ujar seorang kerabat almarhum yang enggan disebutkan namanya.

Ia menyebut Brigadir Arya merupakan sosok yang baik di mata keluarga maupun kolega dan lingkungan sekitanya.

"Orangnya baik, sama semua dia baik. Semoga mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya," pungkasnya.

Kronologis Kejadian

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun menyebut, awalnya anggota Polda Lampung tersebut mengendarai sepeda motor Honda Beat Street Warna Hitam Nopol BG 6138  ACY.

Korban melihat ada dua orang laki-laki dan seorang di antaranya terlihat sedang merusak kunci stang sepeda motor Honda beat warna Biru Putih BE 2826 NBM. 

Lantas, Brigadir Arya menegur dua pria yang diduga sebagai pelaku curanmor tersebut. Namun teguran itu justru membuat seorang pelaku mengeluarkan senjata api (senpi) dan menembak ke arah korban.

Berdasarkan rekaman CCTV berdurasi 1 menit 42 detik, korban dan pelaku tampak sempat berduel. Namun, tak berselang lama korban tersungkur diduga setelah ditembak pelaku dari jarak dekat. 

Brigadir Arya terkena tembakan di kepala bagian samping sebelah kanan tembus ke bagian kiri. Saat pelaku akan melarikan diri, senjata api sempat terjatuh dan pelaku mengambilnya kembali.

Kemudian melarikan diri berboncengan dengan pelaku lainnya sambil menodongkan senjata api ke arah tukang sapu.

Korban Brigadir Arya Supena merupakan warga Jalan Mata Intan 1 Rt. 02 Lk. I Kelurahan Segala Mider, Kecamatan Tanjung Karang Barat, Bandar Lampung.

Seusai kejadian, korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara guna visum et repertum.

Petugas kepolisian langsung turun ke lokasi dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi. Sementara itu, polisi juga berjaga di Rumah Sakit Bhayangkara.

(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto/Dominius Desmantri Barus)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.