ISBI Aceh Gandeng PSU Tailan Jalin Kerja Sama Strategis Pendidikan di Phuket
Mursal Ismail May 10, 2026 01:22 AM

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Yarmen Dinamika | Banda Aceh 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Langkah besar kembali ditorehkan Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh di panggung internasional. 

Dalam momentum bergengsi yang berlangsung di VIP Room Royal City Phuket Hotel, Tailan, Jumat (8/5/2026), ISBI Aceh resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Prince of Songkla University (PSU) Tailan, salah satu universitas terbaik di Negeri Gajah Putih tersebut.

Penandatanganan nota kerja sama internasional tersebut dilakukan langsung oleh Rektor ISBI Aceh, Prof Dr Wildan MPd, didampingi Ketua Jurusan Seni Rupa dan Desain ISBI Aceh, Ichsan MSn.

Sementara dari pihak PSU Thailand, penandatanganan dilakukan oleh Prof Afifi Lateh yang turut didampingi Deputy Dean for Strategic Planning and International Affairs, Meechal Wongdaeng.

Momen bersejarah ini berlangsung bersamaan dengan pelaksanaan The National and International Conference on Education (NICE) 2026 yang mempertemukan akademisi dan perguruan tinggi dari berbagai negara di Phuket, Tailan.

Dalam keterangannya, Prof Wildan menyebut kerja sama tersebut sebagai capaian besar dan penuh kebanggaan bagi ISBI Aceh di tahun 2026.

Baca juga: ISBI Aceh dalam Bingkai Sejarah Peradaban Aceh

“Ini adalah kebersahajaan yang luar biasa bagi ISBI Aceh. Kami bersyukur dapat menjalin kerja sama dengan PSU Tailan, salah satu kampus terbaik nomor tiga di Tailan.

Ini bukan hanya tentang penandatanganan dokumen, tetapi juga tentang membangun masa depan pendidikan yang lebih luas dan mendunia,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kerja sama tersebut mencakup berbagai aspek penting dalam tridarma perguruan tinggi, mulai dari pendidikan bersama, penelitian kolaboratif, pengabdian kepada masyarakat, pertukaran akademik, hingga penguatan jaringan internasional antarkedua institusi.

Menurutnya, ke depan PSU Tailan  juga akan terlibat dalam berbagai agenda internasional ISBI Aceh, termasuk konferensi, kolaborasi seni dan budaya, serta pengembangan program akademik lintas negara.

“Pendidikan hari ini tidak bisa lagi berjalan sendiri. Kampus harus membuka diri terhadap dunia internasional. Dan hari ini, ISBI Aceh membuktikan bahwa kampus seni dari Aceh mampu berdiri sejajar dalam jejaring akademik global,” tambahnya.

Sementara itu, Prof Dr Afifi Lateh menyambut hangat kehadiran ISBI Aceh di PSU Tailan.

Baca juga: ISBI Aceh dan Kejutan yang Sulit Dilupakan

Dalam sambutannya, ia menyebut kerja sama ini sebagai sesuatu yang sangat istimewa karena ISBI Aceh menjadi kampus seni pertama dari Indonesia yang menjalin kolaborasi resmi dengan PSU Tailan.

“Banyak universitas Indonesia telah bekerja sama dengan kami PSU Tailan, tetapi ISBI Aceh adalah kampus seni pertama. Ini sebuah anugerah dan kehormatan bagi kami,” ungkap Afifi.

Ia juga berharap hubungan antara kedua institusi dapat terus berkembang dan menjadi jembatan penting dalam membangun pendidikan, kebudayaan, dan hubungan antarbangsa di kawasan Asia Tenggara.

“Kami berharap kerja sama ini terus tumbuh dan memperkuat hubungan kedua negara melalui pendidikan dan kebudayaan. Terima kasih banyak kepada ISBI Aceh.

Insyaallah, ke depan kami juga akan mengagendakan kunjungan balasan ke ISBI Aceh,” ujarnya dalam bahasa Melayu yang hangat dan akrab.

Penandatanganan MoU tersebut turut disaksikan sejumlah akademisi penting dari Indonesia, di antaranya Guru Besar Universitas Syiah Kuala (USK), Prof Yunisrina Qismullah Yusuf dan Dr Muhammad Aulia selaku Kaprodi DPIPS USK, serta beberapa perwakilan perguruan tinggi dari Sumatra. (*)

Baca juga: ISBI Aceh “Kampus Pungo”

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.