TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KONAWE – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe menetapkan status siaga banjir usai ratusan rumah hingga sawah terdampak.
Selama kurang lebih empat hari diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi, sebanyak 14 kecamatan di kabupaten tersebut terdampak banjir.
Pemkab Konawe melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah menetapkan status siaga.
Hal ini disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Konawe, Hariyanto Pagala, saat dikonfirmasi TribunnewsSultra.com, Minggu (10/5/2026).
"Tadi malam pemerintah telah mengaktifkan status siaga, jadi posko yang dibentuk di desa dan kelurahan sekarang disiagakan," ujar Hariyanto saat diwawancarai TribunnewsSultra.com di Posko BPBD Konawe.
Baca juga: Banjir Lorong Kampus Avicenna By Pass Kendari Rendam Pemukiman, Warga Dievakuasi Pakai Perahu Karet
Berdasarkan data yang diterima TribunnewsSultra.com dari Posko BPBD Konawe, jumlah data korban terdampak banjir sejak Jumat (8/5/2026), tersebar 14 kecamatan.
Kecamatan Uepai, Anggaberi, Wawotobi, Konawe, Wonggeduku, Onembute, Abuki, Wonggeduku Barat, Unaaha, Tongauna, Tongauna Utara, Lambuya, Padangguni dan Amonggedo.
Hariyanto mengatakan sebanyak 563 rumah, 575 kepala keluarga, 1.818 jiwa, 10 fasilitas pendidikan, 2 jembatan putus, 184 hektar sawah, dan 32 hektar kebun tergenang akibat curah hujan tinggi.
"Data tersebut merupakan data keseluruhan dari laporan tim pada hari Jumat, 8 Mei 2026, berkaitan dengan curah hujan tinggi yang mengguyur sejak Kamis, 7 Mei 2026," jelasnya.
Lebih lanjut, dikatakan pada Sabtu (9/5/2026), jumlah rumah tergenang mengalami penurunan dan jembatan rusak ditindaklanjuti.
Baca juga: Banjir Kendari Sulawesi Tenggara: Pengendara Motor Mogok Lintasi Jalan Jenderal AH Nasution Kambu
"Hari kedua genangan air sudah mulai surut, dari 563 rumah menjadi 223 rumah, jembatan rusak di Asaki–Lambuya langsung diperbaiki pemerintah bersama warga setempat," jelasnya.
Namun hari ketiga, ia mengatakan banjir kembali mengepung khususnya di area permukiman di aliran Sungai Analahambuti.
"Hari ini tim melakukan assesment khususnya di 6 kecamatan terendam banjir akibat luapan Sungai Analahambuti dan curah hujan tinggi,” ujarnya.
Enam kecamatan tersebut, yakni Kecamatan Tongauna, Tongauna Utara, Abuki, Padangguni, Wawotobi dan Wonggeduku. (*)
(TribunnewsSultra.com/Annisa Nurdiassa)