TRIBUNNEWS.COM — Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,61 persen pada triwulan I 2026 dinilai menjadi momentum baru bagi dunia usaha nasional.
Di tengah capaian tersebut, calon Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia atau HIPMI periode 2026–2029, Reynaldo Bryan, mengajak kader pengusaha muda di berbagai daerah ikut mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional.
Ajakan itu disampaikan Reynaldo dalam Musyawarah Nasional (Munas) XVIII HIPMI di Jambi, Sabtu (9/5/2026).
Menurut Reynaldo, capaian ekonomi Indonesia pada awal 2026 menunjukkan tren positif dibandingkan triwulan sebelumnya. Ia menilai keberhasilan pemerintah keluar dari pola pertumbuhan di kisaran 5 persen menjadi sinyal penting bagi dunia usaha.
“Pada triwulan I tahun 2026 pertumbuhan ekonomi kita telah mencapai 5,61 persen (year-on-year/yoy), dibandingkan triwulan IV tahun lalu yang masih di angka 5,39 persen,” kata Reynaldo.
Dalam pandangannya, pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen tidak cukup hanya dijaga pemerintah semata. Dunia usaha, terutama pengusaha muda, dinilai perlu mengambil peran lebih aktif agar momentum pertumbuhan dapat terus berlanjut.
Reynaldo menyebut HIPMI memiliki kapasitas besar untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat ekonomi nasional, khususnya melalui penguatan aktivitas ekonomi di daerah.
Ia mendorong seluruh kader HIPMI di berbagai wilayah membangun kolaborasi yang lebih konkret, mulai dari pengembangan investasi lokal, pemberdayaan usaha daerah, hingga penciptaan lapangan kerja baru.
Menurutnya, kekuatan ekonomi nasional akan lebih cepat tumbuh apabila daerah mampu bergerak secara bersamaan melalui jaringan pengusaha muda yang tersebar di seluruh Indonesia.
Baca juga: Rupiah Tambah Loyo, Gubernur BI Temui Prabowo, Beber 7 Jurus Penguatan
Melihat tren ekonomi saat ini, Reynaldo meyakini target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen pada 2029 masih terbuka untuk dicapai.
Namun, ia menilai target tersebut membutuhkan kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, dunia usaha, dan pengusaha daerah.
“Saya yakin dan optimistis kolaborasi yang sungguh-sungguh dan berkelanjutan dari seluruh kader HIPMI daerah di seluruh Indonesia akan membawa dampak nyata bagi pembangunan ekonomi, termasuk ikut memberikan kontribusi bagi terwujudnya pertumbuhan ekonomi 8 persen,” ujarnya.
Bagi Reynaldo, HIPMI tidak hanya berperan sebagai organisasi pengusaha, tetapi juga memiliki posisi strategis dalam memperkuat daya tahan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.
Munas XVIII HIPMI sendiri menjadi agenda tiga tahunan organisasi untuk menentukan kepemimpinan baru sekaligus merumuskan arah kebijakan organisasi ke depan.
Selain menjadi forum pemilihan ketua umum, Munas juga dimanfaatkan sebagai ruang konsolidasi pengusaha muda nasional dalam membaca tantangan ekonomi dan peluang investasi beberapa tahun mendatang.
Di tengah situasi global yang masih dibayangi perlambatan ekonomi dan ketidakpastian geopolitik, forum tersebut menjadi momentum bagi HIPMI untuk memperkuat posisi organisasi sebagai salah satu mitra strategis pembangunan ekonomi nasional.