Pasokan Minim, Harga Ikan Mujair di Baturaja Melonjak hingga Rp40 Ribu per Kilogram
tarso romli May 10, 2026 07:27 PM

 

Baca juga: Pria di Muba Rudapaksa Bocah 9 Tahun Usai Jual Karet, Manfaatkan Kedekatan dengan Orang Tua Korban

SRIPOKU.COM, BATURAJA – Pasokan ikan mujair di pasar-pasar tradisional Kota Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), mengalami penurunan drastis dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi ini memicu kenaikan harga yang cukup signifikan, di mana saat ini ikan mujair dibanderol seharga Rp38.000 hingga Rp40.000 per kilogram.

Berdasarkan pantauan di Pasar Baru Baturaja pada Minggu (10/5/2026), stok ikan mujair di tingkat pedagang tampak sangat terbatas.

Salah satu penyebab minimnya ketersediaan barang di pasar umum adalah tingginya serapan untuk program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Ikan yang ada banyak diborong oleh pengusaha makanan bergizi gratis. Karena banyak terserap ke SPPG, stok untuk dijual ke pasar umum jadi sedikit, otomatis harga naik," ujar salah seorang pembeli di Pasar Baru Baturaja.

Untuk memenuhi permintaan konsumen, para pedagang terpaksa mendatangkan pasokan dari luar daerah, seperti Danau Ranau (OKU Selatan) dan Lubuklinggau.

Sementara untuk jenis ikan lain seperti patin dan lele, pasokan didatangkan dari Kabupaten OKU Timur dengan harga masing-masing Rp35.000 dan Rp25.000 per kilogram.

Adapun ikan sungai lainnya umumnya dipasok dari Kabupaten Ogan Ilir dan OKI.

Kenaikan harga ini mulai dikeluhkan oleh masyarakat, terutama ibu rumah tangga.

"Biasanya beli dua kilogram untuk stok di rumah, tapi karena mahal dan barangnya susah didapat, sekarang beli secukupnya saja. Harapannya pasokan segera lancar lagi agar harga kembali normal," ungkap seorang warga Bakung, Baturaja Timur.

Dinas Perikanan Kabupaten OKU mengonfirmasi bahwa ketergantungan pasokan ikan di wilayah OKU memang masih berasal dari kabupaten tetangga.

Koordinasi distribusi terus dipantau agar kebutuhan konsumsi masyarakat tetap terpenuhi di tengah tingginya permintaan untuk program penguatan gizi nasional.

Baca juga: Duda dan Gadis Tanpa Ikatan Nikah di Lubuk Linggau Digerebek Warga, Dinikahkan dan Cuci Kampung

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.