TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Hasil drawing Piala Asia 2027 menempatkan Timnas Indonesia di Grup F bersama tiga tim kuat Asia, yakni Jepang, Qatar, dan Thailand. Undian fase grup tersebut digelar di Salwa Palace, Riyadh, Arab Saudi, Sabtu (9/5/2026).
Grup F pun langsung dinilai menjadi salah satu grup paling berat di turnamen nanti. Pasalnya, Indonesia harus bersaing dengan dua raksasa Asia yang memiliki pengalaman dan prestasi besar di level internasional.
Seperti diketahui, Timnas Indonesia memastikan tiket ke Piala Asia 2027 usai tampil impresif pada rangkaian Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Keberhasilan skuad Garuda menembus putaran ketiga kualifikasi otomatis mengantarkan Indonesia lolos ke putaran final Piala Asia 2027.
Namun, perjalanan Indonesia di turnamen nanti dipastikan tidak akan mudah. Jepang menjadi lawan paling berat di grup tersebut.
Tim berjuluk Samurai Biru itu merupakan salah satu kekuatan terbesar sepak bola Asia dengan koleksi empat gelar juara Piala Asia.
Tak hanya itu, Jepang juga saat ini berstatus sebagai tim Asia dengan ranking FIFA tertinggi.
Mereka menempati peringkat ke-18 dunia dan diperkuat banyak pemain yang tampil di liga-liga top Eropa.
Selain Jepang, Indonesia juga harus menghadapi Qatar yang merupakan juara bertahan Piala Asia. Qatar sukses menjuarai dua edisi terakhir, yakni pada 2019 dan 2023, sehingga menjadi ancaman serius bagi setiap lawan di fase grup.
Sementara Thailand juga tidak bisa dipandang sebelah mata. Tim Gajah Perang selama ini dikenal sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola Asia Tenggara dan kerap menjadi lawan sulit bagi Indonesia.
Menanggapi hasil drawing tersebut, Ketua Kelompok Suporter SMeCK Hooligan, Lawren Simorangkir, menilai Timnas Indonesia harus bekerja lebih keras bila ingin bersaing di Piala Asia 2027.
Menurutnya, Indonesia harus belajar dari pengalaman sebelumnya dan tidak sekadar berpartisipasi di turnamen besar tanpa target yang jelas.
“Pada Piala Asia nanti kita memang harus kerja keras lagi karena kita sudah tahu kemampuan Jepang seperti apa, Qatar seperti apa. Jadi memang harus serius dan belajar dari pengalaman yang lalu,” ujar Lawren.
Ia juga berharap PSSI benar-benar fokus membangun sepak bola Indonesia secara menyeluruh, termasuk memperbaiki kualitas kompetisi domestik.
“PSSI harus serius mengelola sepak bola Indonesia. Jangan hanya sekadar ikut event atau turnamennya saja. Kalau liga kita bagus, tentu tim nasional juga akan semakin bagus,” katanya.
Meski mengakui persaingan di Grup F cukup berat, Lawren tetap optimistis Timnas Indonesia mampu memberikan kejutan.
“Walaupun berat, kita tetap harus dukung dan doakan Timnas. Bagaimanapun ini negara kita dan kita harus tetap optimistis,” ucapnya.
Sementara itu, eks pelatih kiper Timnas Indonesia, Sahari Gultom, menilai peluang Indonesia untuk lolos ke babak berikutnya masih terbuka.
Menurut Sahari, keberadaan sejumlah pemain abroad yang kini memperkuat Timnas Indonesia bisa menjadi modal penting menghadapi lawan-lawan berat di Grup F.
“Saya pikir dengan Grup F ini peluang untuk lolos ke babak berikutnya cukup besar, terlepas Jepang mungkin lebih besar peluang lolosnya,” ujar pelatih asal Sumut tersebut.
“Kalau kita melihat skuad sekarang yang banyak diperkuat pemain abroad, justru peluang kita akan lebih besar,” sambungnya.
(Cr29/tribun-medan.com)