Pakar Transportasi UBH: Tragedi Padang Besi Akibat Kondisi Geometrik Jalan Berbahaya
afrizal May 10, 2026 08:27 PM

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Kecelakaan beruntun yang terjadi di kawasan Jembatan Padang Besi, Kelurahan Padang Besi, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Sumatera Barat, Minggu (10/5/2026) pagi, dinilai tidak lepas dari kondisi geometrik jalan yang cukup berbahaya.

Dosen Transportasi Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Bung Hatta, Fidel Miro, mengatakan kawasan tersebut memiliki kontur jalan menurun disertai tikungan tajam, sehingga kendaraan yang melintas harus dalam kondisi prima.

Menurutnya, jalur tersebut membutuhkan perhatian serius, terutama bagi kendaraan berat seperti truk yang melintas dari arah Sitinjau Lauik menuju Kota Padang.

Baca juga: Sambil Picingkan Mata Mukhfadri Paksa Diri Angkat 4 Korban Tabrakan Beruntun di Padang Besi

“Karena bentuk geometrik jalan itu menurun disertai tikungan. Jadi pengendara memang harus ekstra hati-hati. Namun selain kehati-hatian pengemudi, kondisi kendaraan juga harus benar-benar sehat,” kata Fidel Miro kepada TribunPadang.com.

Diketahui, kecelakaan tersebut melibatkan lima kendaraan, yakni dua unit truk dan tiga mobil pribadi yang seluruhnya melaju dari arah Solok menuju Kota Padang.

Akibat kejadian itu, empat orang dilaporkan meninggal dunia, sementara empat korban lainnya masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Wajib Punya Pengereman Optimal

Fidel menilai, kendaraan berat yang melintas di jalur tersebut wajib memiliki sistem pengereman yang optimal mengingat medan jalan yang ekstrem.

“Karena truk yang lewat sana berasal dari jalur Sitinjau Lauik, maka kondisi kendaraan terutama rem harus benar-benar sehat. Kesehatan rem ini yang paling utama,” ujarnya.

Baca juga: Daftar Korban Tabrakan Beruntun di Padang Besi, 4 Tewas 4 Luka-luka

Menurutnya, meski permukaan jalan di kawasan tersebut menggunakan beton yang cenderung membantu memperlambat laju kendaraan, hal itu tidak cukup apabila kondisi rem kendaraan bermasalah.

“Permukaan beton memang lebih kasar sehingga membantu memperlambat kendaraan. Tapi kalau rem truk blong dan membawa muatan berat, kendaraan tetap bisa melaju kencang. Jadi yang paling penting tetap kondisi remnya,” jelasnya.

Ia pun menegaskan, hanya kendaraan dengan kondisi prima yang seharusnya diperbolehkan melintas di jalur tersebut.

“Karena jalur yang dilewati cukup ekstrem, maka kendaraan terutama truk harus benar-benar prima dan sesuai dengan kondisi jalan,” katanya.

Lakukan Pengawasan Ketat 

Fidel juga mendorong agar dilakukan pengawasan ketat terhadap kelayakan kendaraan angkutan barang yang melintas di jalur Sitinjau Lauik hingga Padang Besi.

Menurutnya, uji kelayakan kendaraan harus dilakukan secara berkala guna mengurangi risiko kecelakaan.

Baca juga: Lokasi Tabrakan Beruntun di Padang Basi Daerah Rawan, Warga: Saya Tak Pernah Lagi Tidur di Kamar

“Truk-truk yang melintas di sana wajib diuji kelayakan. Jadi bisa diketahui apakah kendaraan itu masih layak beroperasi atau tidak, karena ini menyangkut keselamatan pengemudi dan pengguna jalan lainnya,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pengawasan tersebut bisa dilakukan oleh perusahaan ekspedisi maupun instansi terkait seperti Dinas Perhubungan.

“Baik dari pihak perusahaan angkutan maupun Dishub perlu melakukan pengawasan dan pengujian kendaraan,” katanya.

Selain faktor kendaraan, Fidel juga menilai kawasan tersebut perlu dilengkapi pembatas atau median jalan yang lebih kuat untuk meminimalisir dampak kecelakaan.

“Pembatas jalan sangat diperlukan, karena itu juga bisa membantu menahan kendaraan saat terjadi kecelakaan,” ujarnya.

Polisi Selidiki Penyebab Kecelakaan

Kasat Lantas Polresta Padang, AKP Riwal Maulidinata mengatakan, pihaknya masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan tersebut.

“Untuk penyebab kecelakaan sementara masih kita dalami. Nanti untuk penyebab pastinya akan kita pastikan kembali setelah proses penyelidikan selesai,” ujarnya saat diwawancarai TribunPadang.com di lokasi kejadian.

Ia menyebutkan, berdasarkan hasil pendataan sementara terdapat lima kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan tersebut.

“Sementara dari hasil TKP kita ada lima kendaraan yang terlibat kecelakaan. Apabila ada penambahan jumlah kendaraan yang terlibat akan kami informasikan kembali,” katanya.

AKP Riwal juga mengungkapkan, terdapat tujuh korban akibat kecelakaan tersebut.

“Untuk korban, tadi anggota kita sudah ke Semen Padang Hospital dan RS Unand. Terdata ada tujuh korban. Dua orang meninggal dunia dan lima orang lainnya mengalami luka-luka,” jelasnya.

Meski demikian, pihak kepolisian belum dapat memastikan korban meninggal berasal dari kendaraan yang mana.

“Sementara untuk yang meninggal ini belum bisa kami pastikan korban mobil mana,” pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.