POS-KUPANG.COM – Tampil sebagai pendatang baru di Pegadaian Championship (Liga 2), Garudayaksa FC langsung naik kelas ke Super League Indonesia musim depan. Tak hanya sekadar lolos, Garudayaksa tampil sebagai juara Pegadaian Championship.
Garudayaksa mengunci gelarnya lewat drama adu penalti dalam pertandingan melawan PSS Sleman pada laga final yang digelar di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (9/5/2026). Drama adu penalti dilakukan setelah kedua tim bermain imbang di pertandingan waktu normal ditambah extra timer 2X15 menit.
Wakil Ketua Dewan Pembina Garudayaksa FC, Fary Francis yang langsung menyaksikan jalannya pertandingan mengaku bangga dengan klub yang didirikan Prabowo Subianto ini.
“Selamat kepada atas keberhasilan meraih gelar Juara Liga 2 dan memastikan tiket menuju Liga 1 2026,” kata Fary Francis.
Bagi Komisaris Utama PT Taspen ini, prestasi yang diraih Garudayaksa merupakan buah dari kerja keras, disiplin, semangat juang dan kekompakan seluruh pemain, pelatih, manajemen, serta dukungan luar biasa para suporter.
“Keberhasilan ini juga menjadi bagian dari perjuangan dan komitmen Ketua Dewan Pembina Garudayaksa FC, Bapak Prabowo Subianto, dalam membangun sepakbola Indonesia yang lebih kuat, berkarakter dan mampu melahirkan generasi pemain bermental juara,” kata Fary.
“Semoga Garudayaksa terus terbang tinggi, membawa semangat baru bagi sepakbola nasional dan siap bersaing di kasta tertinggi sepakbola Indonesia,” tambahnya.
Menurut Fary, Garudayakksa mengusung model klub modern yang memadukan pembinaan pemain muda, dukungan pemain berpengalaman dan tata kelola profesional. Filosofi yang dibangun, katanya, adalah menciptakan jalur pembinaan berkelanjutan dari akademi menuju ke tingkat profesional sampai tim nasional.
Menurut Fary, dengan dukungan infrastruktur modern, pembinaan usia muda yang terstruktur, manajemen profesional, dan visi jangka panjang yang kuat, Garudayaksa FC diproyeksikan menjadi klub sepakbola paling strategis. *