POS-KUPANG.COM, KUPANG - Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir mengaku gembira atas pencapaian olahraga tradisional Indonesia yakni pencak silat di level internasional termasuk di Timor Leste.
Erick menegaskan pencak silat merupakan warisan budaya Indonesia yang perlu terus dikembangkan hingga level internasional.
Hal itu diungkapkan Erick saat SEA Ministerial Meeting on Youth and Sports 2026 di The Meru Sanur, Denpasar, Bali, Senin (4/5/2026) lalu.
“Saya sangat bersyukur mendengar olahraga asli Indonesia, pencak silat, diminati berbagai negara termasuk Timor Leste. Antusiasme masyarakat di sana sangat tinggi,” ujar Erick dikutip
Ia menambahkan, pemerintah Indonesia siap memberikan dukungan dalam pembinaan olahraga, khususnya untuk penguatan pelatih, wasit, hingga pengembangan ekosistem cabang olahraga prioritas Timor Leste.
Baca juga: Pembagian Grup Piala AFF U19: Timnas Indonesia Bertemu Vietnam, Timor Leste dan Myanmar
Erick juga meminta pemerintah Timor Leste mengajukan tiga cabang olahraga unggulan yang ingin dikembangkan agar bantuan dan program kolaborasi dapat berjalan lebih tepat sasaran.
“Ini menjadi kebanggaan bagi Indonesia ketika olahraga asli bangsa dipelajari banyak negara. Diplomasi olahraga juga dapat mempererat persahabatan dan persaudaraan antarnegara,” ucap Erick.
Menteri Pemuda dan Olahraga Neylo Isaac Sarmento yang memimpin delegasi Timor Leste mengungkapkan tingginya minat masyarakat Timor Leste terhadap pencak silat, termasuk berkembangnya sejumlah padepokan besar di negara tersebut.
Menurut Neylo, saat ini sedikitnya terdapat tiga padepokan pencak silat terbesar di Timor Leste. Bahkan, banyak warga mereka rutin datang ke Indonesia untuk mengikuti ujian kenaikan tingkat dan pelatihan.
“Cabang olahraga pencak silat sangat diminati. Kami juga memiliki setidaknya tiga padepokan besar. Kami berharap ada kolaborasi lebih kuat dengan Indonesia dalam kepelatihan, perwasitan, dan penguatan ekosistem olahraga secara menyeluruh,” kata Neylo.
Selain pencak silat, Timor Leste turut memaparkan rencana pengembangan sport tourism melalui ajang balap sepeda gunung internasional Tour de Timor.
“Kami sedang menggalakkan Tour de Timor, event balap sepeda gunung internasional yang menonjolkan medan pegunungan dan keindahan alam sebagai penguatan persahabatan dalam semangat sport tourism,” kata Neylo. (*)