Bentrok Warga di Pulau Adonara NTT, 5 Orang Terluka 12 Bangunan Ludes Terbakar
Gordy Donovan May 10, 2026 07:47 PM

TRIBUNFLORES.COM, ADONARA - Konflik antarwarga kembali terjadi di Dusun Bele, Desa Waiburak dan Desa Narasaosina, Kecamatan Adonara Timur, Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (9/5/2026)sore.

Akibat insiden tersebut, lima orang dilaporkan terluka dan 12 bangunan ludes terbakar.

Para korban luka telah dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.

Sebanyak 12 bangunan mengalami kerusakan berat akibat konflik tersebut, terdiri atas 10 rumah warga, satu apotek, dan satu kios.

Kapolres Flores Timur, Adhitya Octorio Putra melalui Kasi Humas Eliezer A. Kalelado menyampaikan pihak kepolisian bersama unsur TNI terus melakukan langkah pengamanan, pendekatan persuasif, serta koordinasi intensif dengan seluruh pihak terkait guna memastikan situasi tetap aman, damai, dan kondusif.

Baca juga: 157 Personel Gabungan TNI-Polri Dikerahkan ke Adonara Optimalkan Pengamanan 

Jaga Keamanan

“Hingga saat ini, pengamanan terus dilakukan dengan melibatkan 157 personel gabungan yang terdiri atas BKO Brimob Ende, BKO Brimob Kupang, BKO Jibom Brimob, personel Polres Flores Timur, personel polsek jajaran, serta personel Koramil 1624-02 Adonara,”ujar Eliezer, Minggu sore.

Pihak kepolisian juga mengajak seluruh tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan, serta seluruh elemen masyarakat untuk menjadi penyejuk dan penguat persaudaraan di tengah situasi yang berkembang.

Dengan semangat kebersamaan, kekeluargaan, dan budaya musyawarah yang telah lama hidup di tanah Adonara, diharapkan setiap persoalan dapat diselesaikan secara damai dan bermartabat, serta tetap menjaga persatuan demi terciptanya stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat yang berkelanjutan di wilayah Kabupaten Flores Timur.

Kronologi Kejadian

Sebelumnya, warga Dusun Bele, Desa Waiburak, dan Dusun Lewonara, Desa Narasaosina, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, kembali terlibat konflik.

Konflik susulan itu terjadi. Sabtu (9/5/2026) sekitar pukul 16.30 Wita.

TRIBUNFLORES.COM memperoleh kronologi kejadian dari sumber terpercaya Sabtu malam.

Sebelum terjadi bentrokan sekitar pukul 12.10 Wita, terdengar tiga kali ledakan di belakang Pos Lewonara, tepatnya di area tempat anggota melaksanakan pengamanan.

Ledakan itu diduga kaut merupakan bom rakitan. 

Pasca ledakan itu terjadi, sejumlah warga Lewonara melakukan provokasi dengan menuduh aparat yang bertugas membiarkan warga Dusun Bele menyembunyikan bom rakitan di belakang pos pengamanan.

Massa dari Lewonara juga sempat melontarkan kata-kata bernada emosi dan memarahi anggota yang bertugas di pos. 

Mereka meminta aparat menghentikan penjagaan di lokasi tersebut serta mempertanyakan tugas aparat di lapangan. 

Namun demikian, personel yang bertugas tidak terpancing provokasi dan tetap melaksanakan patroli serta penjagaan sesuai SOP pengamanan.

Sekitar pukul 16.15 Wita, aparat keamanan memperoleh informasi mengenai konsentrasi massa dari Desa Narasaosina yang mulai berkumpul di sekitar gapura desa dengan jumlah sekitar 100 orang.

Massa kemudian bergerak menuju Jalan Trans Adonara sambil membawa berbagai alat, seperti senjata rakitan, senjata tajam, anak panah, serta beberapa bom rakitan.

Setibanya di lokasi perbatasan, kelompok massa dari Desa Narasaosina melakukan penyerangan terhadap warga Dusun Bele, Desa Waiburak. Serangan tersebut kemudian dibalas oleh warga setempat sehingga terjadi aksi saling serang antara kedua kelompok.

Situasi konflik semakin meluas di sepanjang Jalan Trans Adonara dan menyebabkan masyarakat sekitar panik serta meninggalkan lokasi untuk menyelamatkan diri.

Personel gabungan dari Polres Flores Timur, Polsek Adonara Timur, Brimob, dan TNI yang sedang melaksanakan pengamanan segera bergerak melakukan pengendalian massa serta upaya pemisahan terhadap kedua kelompok warga yang bertikai.

Dalam insiden tersebut, massa dari Desa Narasaosina diduga membakar sembilan unit rumah milik warga Dusun Bele, Desa Waiburak, yang mengakibatkan kerugian material cukup besar.

Aparat gabungan kemudian melakukan penyekatan dan penghalauan terhadap kedua kelompok massa hingga situasi perlahan dapat dikendalikan dan kembali kondusif.

Saat bentrokan berlangsung, personel gabungan yang melakukan pengamanan menemukan satu buah bom rakitan di sekitar lokasi konflik. Bom tersebut langsung diamankan guna mencegah ledakan dan jatuhnya korban jiwa.

Hingga saat ini, situasi mulai kondusif. Kedua kelompok warga berhasil dihalau dan dipukul mundur oleh personel gabungan yang bertugas di lapangan.

Kondisi kampung dan jalan yang gelap akibat minimnya penerangan listrik turut menyulitkan proses pemantauan dan pengamanan oleh aparat.

Dari pihak kepolisian tidak terdapat korban jiwa. Sementara itu, korban jiwa dari kedua kelompok warga hingga kini belum dapat diidentifikasi secara pasti.

Pada pukul 19.00 WITA, bertempat di halaman Biara DST, dilaksanakan apel konsolidasi yang dipimpin Kabag Ops Polres Flores Timur, AKP Eduardus Nuru, S.H., didampingi para pejabat utama Polres Flores Timur serta Wadanki 1 Yon B Pelopor Maumere. Apel tersebut bertujuan untuk melakukan pengecekan personel dan evaluasi situasi kamtibmas pascakonflik.

Hingga kini, personel gabungan Polres Flores Timur, Brimob, dan TNI masih disiagakan di wilayah perbatasan, tepatnya di Biara Susteran DST Santa Theresia Sahabat Anak-anak Yesus, guna mengantisipasi konflik lanjutan maupun aksi balasan dari kedua kelompok warga.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.