Dua kapal perang negara NATO dikerahkan ke Selat Hormuz di tengah baku tembak pecah antara AS dan Iran pada Jumat (8/5/2026).
Bukan untuk mendukung AS, kapal perang ini dikerahkan dalam misi koalisi multinasional yang digagas NATO tanpa AS.
Pemerintah Inggris melalui Kementerian Pertahanan pada Sabtu (9/5/2026) menegaskan, akan mengerahkan kapal perang HMS Dragon ke kawasan Timur Tengah.
Langkah ini adalah rencana pengamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz yang digagas Inggris bersama Prancis.
Inggris menegaskan bahwa fokus utama misi ini adalah untuk memastikan keamanan navigasi di jalur air di Hormuz.
Rencana militer untuk mengamankan Selat Hormuz sejatinya telah disusun sejak bulan lalu oleh London dan Paris.
Misi ini mereka yakini bakal sukses memulihkan kembali arus perdagangan yang sempat terganggu.
Selain HMS Dragon, kapal perang Prancis, Charles De Gaulle juga bakal bergerak dalam misi tersebut.
Meski posisi kapal induk kini lebih dekat ke kawasan Selat Hormuz, Prancis menegaskan bahwa rencana operasi gabungan Perancis–Inggris belum aktif.
Rencana Operasi multinasional ini digagas Prancis dan Inggris yang juga melibatkan 50 negara.
Perencanaan militer juga telah difinalisasi dalam pertemuan internasional sebelumnya.
Operasi ini berbeda dengan misi Amerika Serikat di kawasan tersebut.
Misi Inggris dan Prancis ini juga bukan bagian dukungan bagi AS.
(*)
# SEKUTU # NATO # BLOKADE # Selat Hormuz # Kapal Perang # Canggih #