Hoaks Penuluran Flu Burung ke Manusia di Tarakan, Dinkes Beber Kasus Masih Nol
Budi Susilo May 10, 2026 09:11 PM

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR – Isu virus flu burung yang sempat meresahkan warga Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara, dipastikan belum berdampak pada kesehatan manusia.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), menegaskan bahwa hingga saat ini belum ditemukan adanya kasus penularan dari unggas ke manusia di wilayah tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kaltara, Usman, mengklarifikasi bahwa surat imbauan yang sempat beredar sebelumnya merupakan prosedur standar internal.

Tujuannya adalah meningkatkan kewaspadaan fasilitas kesehatan terhadap potensi Kejadian Luar Biasa (KLB).

Baca juga: Tarakan Bebas Flu Burung, Ini Perbedaan dengan Penyakit Newcastle Disease pada Ayam

“Imbauan tersebut bersifat antisipasi agar kita selalu siap. Hingga saat ini, virus yang ditemukan hanya menyerang unggas dan belum menunjukkan tanda-tanda penularan kepada manusia,” ujar Usman, Minggu (10/5/2026).

Usman menjelaskan bahwa penanganan kasus ini masih sepenuhnya berada di bawah ranah Dinas Peternakan, karena belum menyentuh ranah kesehatan publik manusia.

Oleh karena itu, pemerintah tidak mengeluarkan kebijakan karantina maupun pembatasan aktivitas bagi masyarakat.

Jika memang terjadi penularan ke manusia, dampaknya pasti akan meluas karena karakter virus yang cepat menyebar. 

"Namun, fakta di lapangan menunjukkan hal itu tidak terjadi. Di jajaran kesehatan, dampaknya belum ada,” jelasnya.

Tips Aman Konsumsi Unggas

Meski situasi terkendali, masyarakat tetap diimbau untuk menjaga kebersihan dan memperhatikan cara pengolahan pangan, terutama daging ayam dan unggas lainnya.

Usman menekankan pentingnya memastikan bahan makanan dimasak hingga matang sempurna sebelum dikonsumsi.

Baca juga: Dinkes Kaltim Pastikan Kasus Flu Burung Aman Semasa Lebaran 2023

Virus umumnya sangat peka terhadap suhu panas dan sinar matahari.

Jika daging unggas dimasak secara baik dan benar, maka sangat aman untuk dikonsumsi. 

"Jadi, masyarakat tidak perlu panik berlebihan,” pungkasnya.

(TribunKaltara.com/Desi Kartika)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.