Festival Rujak Uleg Surabaya 2026 Meriah, Ada Rujak Cingur Roll hingga Tema Piala Dunia
Samsul Arifin May 10, 2026 09:14 PM

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Bobby Constantine Koloway

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Ragam kreativitas ditampilkan para peserta dalam Festival Rujak Uleg 2026 bertajuk “Rujak Phoria” di Kota Surabaya, Minggu (10/5/2026).

Tidak hanya menyajikan olahan rujak cingur dengan tampilan unik, para peserta dari berbagai latar belakang juga memadukan konsep sepak bola dalam dekorasi, kostum, hingga penyajian makanan.

Sesuai tema besar “Rujak Phoria: Festival Rujak Menyambut Pesta Sepak Bola Dunia”, para peserta menghadirkan nuansa pesta Piala Dunia dalam berbagai bentuk.

Mulai dari konsep Mesir kuno, kostum tim nasional, hingga tema tendangan salto ditampilkan untuk menarik perhatian pengunjung.

Baca juga: Festival Rujak Uleg 2026 Dihadiri Ribuan Pengunjung, Kembali Jadi Bagian Karisma Event Nusantara

Hotel Ciputra World Hadirkan Nuansa Mesir dan Suporter Bola

Hotel Ciputra World Surabaya menjadi salah satu peserta yang mencuri perhatian. Mereka mengusung konsep Mesir kuno yang dipadukan dengan semangat suporter sepak bola.

“Kita ambil tema Mesir kuno dan semarak suporter bola. Jadi kostumnya ala Cleopatra dipadukan dengan ornamen bola-bola,” ujar Sales Coordinator Hotel Ciputra World Surabaya, Areta Moria Sutikno.

Tidak hanya dari sisi kostum, sajian rujak yang dibawa juga dibuat unik. Salah satunya dengan membentuk lontong menyerupai bola sepak.

“Yang spesial itu di lontongnya. Lontong kita bentuk jadi bola. Semua elemen dekorasi di sini juga bisa dimakan, termasuk bunga-bunganya,” katanya.

Ia berharap Hari Jadi Kota Surabaya membuat kota ini semakin maju dan masyarakatnya semakin sejahtera. 

"Semoga Surabaya semakin jaya, semakin sukses, dan masyarakatnya bahagia selalu,” ucapnya.

Baca juga: Festival Rujak Uleg Surabaya Dibuka Sebentar Lagi, Lihat Lokasi Parkirnya di Sini

Swiss-Belinn Tunjungan Sajikan Rujak Cingur Roll

Sementara itu, tim dari Swiss-Belinn Tunjungan Surabaya menghadirkan inovasi “Rujak Cingur Roll”. Sajian tersebut dibuat menyerupai makanan modern dengan pembungkus rice paper.

Head Chef Swiss-Belinn Tunjungan Surabaya, Adi Surya mengatakan konsep itu dipilih agar rujak cingur lebih praktis dan ringan disantap. 

“Kalau biasanya pakai lontong, sekarang kita kombinasikan dengan rice paper. Isinya tetap sama, hanya berbeda pada pembungkusnya,” ujarnya.

Menurutnya, konsep tersebut membuat rujak cingur lebih mudah dikemas dan cocok untuk berbagai kalangan. 

"Lebih praktis makannya, bisa dicocol juga, bahkan bisa jadi menu utama. Untuk yang diet juga lebih cocok karena tidak terlalu banyak karbohidrat,” katanya.

Adi berharap Surabaya terus berkembang dan semakin maju. “Pada momentum Hari Jadi Kota Surabaya tahun ini, kami mendoakan Surabaya semakin maju dan berkembang,” katanya.

JW Marriott Usung Tema “Rujak Striker Pamelo”

Kreativitas lain datang dari JW Marriott Hotel Surabaya yang membawa tema “Rujak Striker Pamelo”. Tim mereka tampil menggunakan kostum Timnas Indonesia untuk memperkuat nuansa sepak bola.

Chef Atik mengatakan menu yang disajikan tetap mempertahankan unsur khas rujak cingur, namun diberi tambahan buah pamelo atau jeruk bali. "Kita bawa rujak cingur, tetap ada cingurnya, buah-buahan, tahu, dan tempe. Tapi kita pakai pamelo, jadi ada sensasi segar dan kres saat dimakan,” ujarnya.

Menurutnya, penggunaan kostum Timnas Indonesia menjadi simbol semangat sportivitas dan kebersamaan. "Kita pakai kostum Timnas Indonesia. Timnas juara,” katanya.

Ledon Hotel Angkat Konsep Tendangan Salto

Sementara itu, tim dari Ledon Hotel memilih konsep “Tendangan Salto” sebagai tema penampilan mereka. Mereka membawa miniatur pemain sepak bola yang sedang melakukan salto.

Assistant Chef Ledon Hotel, Sumaryono atau yang akrab disapa Chef Mario mengatakan konsep tersebut menggambarkan momen penentu kemenangan dalam pertandingan sepak bola. "Konsepnya tendangan salto. Itu menggambarkan tendangan yang bisa membawa kemenangan suatu tim,” ujarnya.

Ia juga menghadirkan inovasi dalam penyajian rujak. Seluruh buah disajikan segar dengan bumbu yang disimpan di bagian dalam makanan. 

“Bumbunya kita taruh di dalam, jadi tidak terlihat dari luar. Nanti saat dibelah, bumbunya keluar,” katanya.

Chef Mario berharap Surabaya semakin berkembang dan membawa dampak positif bagi masyarakat.

“Semoga Surabaya lebih maju, lebih sukses, dan hotel kami juga semakin berkembang,” katanya. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.