Asap Terlihat, Api Tak Tampak, Kesaksian Juru Parkir soal Kebakaran 3 Ruko Depan Hotel Aston Jambi
asto s May 10, 2026 10:11 PM

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Peristiwa kebakaran di Kota Jambi yang menghanguskan tiga ruko di kawasan Jalan Sultan Agung, kawasan Simpang Pulai, tepatnya di seberang Hotel Aston Jambi, disaksikan banyak orang.

Kebakaran terjadi saat lalu lintas ramai, hingga lumpuh. Seorang juru parkir yang sehari-hari beraktivitas di seberang Hotel Aston jambi, Firmansyah (41), menjadi satu di antara saksi mata peristiwa.

Firmansyah dan warga sekitar membantu mengevakuasi dan membantu memadamkan kebakaran tiga ruko yang terjadi pada Kamis (7/5/2026) sekira pukul 20.00 WIB.

Kepada Tribun Jambi, Firmansyah mengungkapkan tanda pertama kebakaran bukanlah kobaran api, melainkan kepulan asap tebal yang tiba-tiba membubung dari salah satu toko ponsel di kawasan tersebut.

Firmansyah mengaku sempat ikut membantu menyiram bagian atas ruko, namun terpaksa turun karena tidak sanggup menghirup asap yang semakin tebal. 

KEBAKARAN SIMPANG PULAI - Tiga ruko di depandepan Hotel Aston Jambi, tepatnya di deretan PS Store, Kamis (7/5/2026) terbakar. Petugas Damkartan Kota Jambi berjibaku memadamkan api.
KEBAKARAN SIMPANG PULAI - Tiga ruko di depandepan Hotel Aston Jambi, tepatnya di deretan PS Store, Kamis (7/5/2026) terbakar. Petugas Damkartan Kota Jambi berjibaku memadamkan api. (Tribunjambi.com/Syrillus Krisdianto)

Firmansyah menuturkan saat itu berada di seberang jalan. Dia melihat asap keluar dari ruko PS Store. 

Api tidak terlihat langsung, namun asap semakin pekat. Itu yang membuat Firmansyah merasakan ada kejanggalan mengkhawatirkan. 

Menyadari potensi bahaya, Firmansyah segera memanggil kepala toko untuk mengecek kondisi bangunan. 

Tak lama berselang, asap semakin mengebul dari bagian atas ruko. Situasi menjadi panik?

Bagaimana peristiwa itu terjadi? Berikut ini petikan wawancara Firmansyah, juru parkir di kawasan Jalan Sultan Agung Kota Jambi, bersama Reporter Tribun Jambi, Syrillus Krisdianto:

TJ: Tribuners, pada Kamis kemarin terjadi kebakaran di kawasan Simpang Pulai, tepatnya di depan Hotel Aston Jambi. Kebakaran tersebut diduga membakar tiga pintu ruko. 

Satu di antaranya merupakan toko handphone yang cukup dikenal di Jambi. Selain itu, api juga menghanguskan satu ruko yang berisi klinik kesehatan serta rumah pribadi.

Kali ini saya sudah bersama salah satu warga yang menyaksikan langsung kejadian tersebut. Pak, sebelumnya dengan Bapak siapa?

Firmansyah: Nama saya Firmansyah, biasa dipanggil Pak Firman.

TJ:  Pak Firman, bisa diceritakan keseharian Bapak bekerja sebagai apa?

Firmansyah: Saya kerja jaga parkir.

TJ:  Parkir di depan toko handphone yang terbakar itu ya, Pak?

Firmansyah: Iya, parkir di depan situ.

TJ:  Saat kejadian, Bapak sedang bertugas menjaga parkir?

Firmansyah: Iya, waktu itu saya lagi jaga parkir. Terus dari seberang kelihatan asap.

TJ:  Asap terlihat jelas ya, Pak?

Firmansyah: Iya, kelihatan asap. Tapi asal apinya dari mana saya tidak tahu.

TJ:  Saat pertama kali melihat asap itu kira-kira jam berapa?

Firmansyah: Sekitar jam 8 malam.

TJ:  Saat itu api sudah terlihat atau belum?

Firmansyah: Kalau api belum kelihatan. Asapnya kelihatan dari bagian atas, dari bumbung-bumbung ruko.

TJ:  Apa yang Bapak lakukan setelah melihat asap tersebut?

Firmansyah: Saya langsung panik. Saya panggil orang-orang di dalam toko, suruh keluar. 
Saya sempat naik ke atas, lihat asap makin banyak, lalu turun lagi sambil teriak minta tolong.

TJ:  Apakah saat itu ada yang langsung menghubungi pemadam kebakaran?

Firmansyah: Saya tidak tahu siapa yang nelpon. Saya sendiri panik, mau nelpon Damkar juga tidak tahu nomornya. Saya sempat coba nelpon, tapi tidak nyambung.

TJ:  Bagaimana suasana di lokasi kebakaran saat itu?

Firmansyah: Rame sekali, panik. Banyak warga lewat, kendaraan juga masih melintas. Polisi kemudian jaga jalan dari arah toko sampai ke seberang.

TJ:  Berarti masih ada pengendara yang melintas di lokasi?

Firmansyah: Iya, masih banyak yang melintas. Ada juga yang bilang rumahnya di situ, jadi tetap lewat.

TJ:  Setelah itu Bapak berada di mana?

Firmansyah: Saya di seberang, di dekat warung kopi.

TJ:  Saat pemadaman, bagaimana kondisi di lokasi?

Firmansyah: Mobil Damkar bolak-balik. Bangunan itu banyak dari papan, jadi apinya cepat membesar dan lama padam.

TJ: Apakah Bapak tahu sekitar jam berapa api berhasil dipadamkan?

Firmansyah: Tidak tahu pasti jam berapa. Yang jelas lama juga padamnya.

TJ:  Setelah api padam, apakah warga langsung bubar?

Firmansyah: Iya, baru bubar setelah api benar-benar padam.

TJ:  Sempat terjadi keributan di lokasi?

Firmansyah: Ada. Katanya ada maling ngelem, ada juga cerita salah bawa motor. Motornya mirip, jadi ketukar. Awalnya dikira maling, ternyata salah paham.

TJ:  Di kawasan Simpang Pulai ini sebelumnya juga pernah terjadi kebakaran ya, Pak?

Firmansyah: Iya, beberapa minggu lalu ada kebakaran juga, di tempat laundry. Katanya dari listrik.

TJ:  Kalau untuk kebakaran kemarin, apakah ada dugaan penyebabnya?

Firmansyah: Belum tahu. Kalau yang laundry dulu dari listrik, tapi yang ini belum jelas.

TJ:  Sebagai warga sekitar, apa harapan Bapak ke depannya?

Firmansyah: Pertama, nomor Damkar itu harus ditempel jelas di ruko-ruko, supaya orang tidak panik dan tahu mau nelpon ke mana. Kedua, kabel-kabel listrik tolong dirapikan. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi.

TJ:  Baik, terima kasih Pak Firmansyah atas keterangannya.

Tribuners, itulah kesaksian warga terkait kebakaran yang terjadi di salah satu ruko handphone di kawasan Simpang Pulai. Kita berharap ke depan ada perbaikan sistem, terutama terkait kelistrikan dan kesiapsiagaan darurat, agar kebakaran serupa tidak kembali terjadi di Kota Jambi.

Saya Syrillus Krisdianto, Reporter Tribun Jambi, dalam program Saksi Kata Tribun Jambi. Sampai jumpa pada liputan berikutnya. (Tribun Jambi/Syrillus Krisdianto)

Baca juga: Saksi Kata: Saat Petugas Damkar Masuk Plafon Runtuh, Kebakaran 3 Ruko Depan Hotel Aston Jambi

Baca juga: Saksi Kata: Ngadiono Nekat Pecahkan Kaca, Fakta di Balik Kecelakaan Bus ALS di Muratara

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.