TRIBUN TIMUR, MAKASSAR – Bendahara DPW Partai NasDem Sulawesi Selatan (Sulsel), Muh Sadar, menegaskan hingga kini belum ada keputusan resmi terkait pengganti Rusdi Masse Mappasessu di DPR RI.
Pernyataan itu disampaikan Muh Sadar menanggapi beredarnya surat keputusan (SK) di media sosial.
Dokumen tersebut mencatut nama Hayarna Hakim sebagai pengganti antarwaktu (PAW) Rusdi Masse di DPR RI Dapil Sulsel III.
Pada Pemilu 2024, Hayarna Hakim memperoleh 29.162 suara dari tujuh caleg NasDem di Dapil Sulsel III.
Perolehan itu menempatkannya di posisi kelima internal besutan Surya Paloh.
Menurut Sadar, sampai saat ini DPP Partai NasDem belum mengeluarkan keputusan resmi terkait siapa kader yang akan menggantikan posisi Rusdi Masse di DPR Senayan.
“Belum ada penetapan nama pengganti. Prosesnya memang sudah sampai di DPP NasDem, tetapi DPP belum mengeluarkan surat keputusan,” ujar Muh Sadar, Minggu (10/5/2026).
Ia menegaskan, DPW NasDem Sulsel juga belum menerima dokumen resmi sebagaimana yang beredar luas di media sosial dalam beberapa hari terakhir.
Ketua Fraksi NasDem DPRD Sulsel itu meminta publik tidak langsung mempercayai dokumen yang viral sebelum ada penyampaian resmi dari DPP Partai NasDem.
“Soal nama yang beredar di media sosial, sampai hari ini kami belum menerima apa yang beredar itu. Bahkan yang tiap hari viral itu kami belum lihat,” katanya.
Muh Sadar memastikan proses PAW kursi DPR RI peninggalan Rusdi Masse masih terus berjalan di internal partai.
DPW NasDem Sulsel, kata dia, terus melakukan komunikasi intensif dengan DPP agar keputusan segera diterbitkan.
“Kalau soal PAW, kami selalu mem-follow up supaya DPP NasDem segera mengambil keputusan siapa kira-kira kader yang menggantikan posisi Rusdi Masse,” jelasnya.
Seperti diketahui, kursi DPR RI Dapil Sulsel III milik NasDem kosong sejak Rusdi Masse resmi meninggalkan partai pada Januari 2026.
Mantan Ketua DPW NasDem Sulsel itu memilih bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan diperkenalkan langsung Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep dalam Rakernas PSI di Hotel Claro Makassar, Kamis (29/1/2026).
Sejak saat itu, kursi DPR RI yang sebelumnya ditempati Rusdi Masse belum juga terisi melalui mekanisme PAW.
Belakangan, nama Hayarna Hakim ramai disebut-sebut bakal menjadi pengganti RMS setelah beredarnya foto SK DPP NasDem Nomor 143/Kpts/DPP-NasDem/IV/2026 tertanggal 7 April 2026 di media sosial.
Dapil Sulsel III
Dalam PKPU Nomor 3 Tahun 2025 diatur secara rinci syarat dan mekanisme PAW anggota DPR, DPRD provinsi, serta DPRD kabupaten/kota.
Pada Bab IV Pasal 8 ayat (1) disebutkan bahwa calon PAW merupakan peraih suara terbanyak berikutnya di daerah pemilihan yang sama.
Di Daerah Pemilihan (Dapil) Sulsel III, Partai NasDem meraih dua kursi.
Kursi pertama diperoleh Rusdi Masse dengan 161.301 suara, sementara kursi kedua ditempati Eva Stevany Rataba yang mengantongi 73.910 suara.
Peraih suara terbanyak ketiga adalah Putri Dakka dengan 53.700 suara.
Namun, Putri Dakka terseret isu telah pindah ke PDI Perjuangan saat maju pada Pilkada Palopo 2024.
Bahkan, kartu tanda anggota (KTA) PDIP atas namanya sempat beredar di media sosial.
Dalam Pasal 8 ayat (2) PKPU Nomor 3 Tahun 2025 ditegaskan bahwa peraih suara terbanyak berikutnya dinyatakan gugur apabila meninggal dunia, mengundurkan diri, atau tidak lagi memenuhi syarat sebagai anggota DPR.
Salah satu syarat tersebut, sebagaimana diatur dalam Pasal 20 ayat (5) huruf i, adalah tidak menjadi anggota partai politik lain.
Putri Dakka membantah isu perpindahan partai tersebut.
Ia menegaskan tidak pernah mengajukan pengunduran diri dari Partai NasDem maupun menerima surat keputusan pemberhentian.
“Saya tidak pernah mengajukan pengunduran diri dan juga tidak pernah menerima SK pemberhentian,” ujar Putri Dakka, Kamis (5/2/2026).
Ia juga menyatakan bahwa KTA PDIP yang beredar di media sosial adalah palsu.
Jika Putri Dakka dinyatakan gugur, maka urutan peraih suara berikutnya adalah Andi Aslan Patonangi.
Namun, mantan Bupati Pinrang tersebut diketahui telah mengundurkan diri dari Partai NasDem.
Peraih suara selanjutnya adalah Hayarna Hakim dengan perolehan 29.162 suara.
Hayarna merupakan istri mantan Bupati Luwu, Basmin Mattayang.
Meski demikian, Wakil Ketua Bidang PKM DPW NasDem Sulsel, Tobo Haeruddin, menilai Hayarna tidak lagi loyal terhadap partai.
Ia menyebut sejumlah anggota keluarga Hayarna telah bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
“Hayarna Basmin bersama keluarganya sudah menjadi anggota PSI. Arham, yang sekarang Ketua PSI Luwu, itu keluarganya (anaknya). Pengurusan NasDem di Luwu sempat terbengkalai. Hayarna juga sudah darah PSI,” kata Tobo, Kamis (5/2/2026).
Nama lain yang berpeluang mengisi PAW adalah Judas Amir.
Mantan Wali Kota Palopo itu meraih 12.669 suara pada Pemilu Legislatif DPR RI.
Sementara peraih suara terakhir dari NasDem di Dapil Sulsel III adalah mantan Bupati Toraja, Nicodemus Biringkanae, dengan perolehan 4.908 suara.(*)
Berikut perolehan suara caleg DPR RI partai Nasdem daerah pemilihan Sulsel III:
Rusdi Masse 161.301 suara
Eva Stevany Rataba 73.910 suara
Putri Dakka 53.700 suara
Dr. Aslam Patonangi 43.580 suara
Hayarna Hakim 29.162 suara
Judas Amir 12.669 suara
Nicodemus Biringkanae 4.908 suara