Sekilas Tentang Bumi Nyiur Melambai, Julukan Sulawesi Utara
GH News May 10, 2026 11:09 PM
Manado -

Bumi Nyiur Melambai adalah sebutan populer untuk provinsi Sulawesi Utara. Ada alasan di balik sebutan itu.

Itu karena Sulawesi Utara terkenal dengan perkebunan kelapa yang luas, sejauh mata memandang, tampak dari jendela pesawat, pemandangan daun-daun kelapa yang tertiup angin seolah melambai-lambai menyambut hangat bagi traveler yang datang.

Selain itu, nyiur melambai juga mencerminkan keindahan alam, keramahan penduduk, serta kekayaan hasil bumi kelapa yang menjadi penopang ekonomi masyarakat setempat.

Kelapa Sulawesi Utara terkenal sejak masa kolonial Belanda, dari kata kelapa ini kemudian dilafalkan klapper oleh orang Belanda, sedangkan dalam bahasa Belanda, kelapa disebut kokosnoot.

Munculnya klapertart menjadi bukti cintanya orang Belanda dengan buah tropis ini. Mereka menyebut santan dengan klappermelk. Hingga saat ini, Sulawesi Utara menjadi pengekspor tepung kelapa dan crude coconut oil (CCO) ke Belanda.

Selain klapertart, bagi traveler yang hobi kuliner, ada kukis atau kue khas Manado berbahan kelapa yang dapat dijadikan sebagai oleh-oleh yaitu kukis koyabu, kue ini terbuat dari kelapa parut yang dicampur tepung ketan, diisi gula merah, lalu dibungkus daun pandan dan dikukus.

Sedangkan kukis bobengka berbahan kelapa parut (biasanya kelapa mengkal), tepung terigu atau ketan, gula merah, dan kayu manis.

Ada juga kukis tetu atau kue perahu berbahan santan, tepung terigu, dan gula merah yang dikukus di dalam wadah daun pandan berbentuk perahu.

Sementara kukis kelapa berupa kue kering gurih yang menggunakan kelapa parut sangrai, tepung beras, dan kuning telur. Kukis lampu-lampu, serupa kukis tetu, berbahan tepung terigu dan santan yang gurih dengan gula merah di dasar adonan.

Terakhir, ada kukis panada, pastel goreng dengan isian ikan cakalang pedas dan parutan kelapa. Jadi, traveler suka kukis yang mana nih?

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.