Peringati Hari Asma Sedunia, PDPI Aceh Tegaskan Pentingnya Akses Inhaler Anti-Inflamasi bagi Pasien
Eddy Fitriadi May 10, 2026 11:25 PM

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sara Masroni | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Aceh menggelar rangkaian kegiatan memperingati Hari Asma Sedunia 2026, puncaknya bertepatan dengan kegiatan Car Free Day di Kota Banda Aceh pada Minggu (10/5/2026). Pihaknya membuka layanan pemeriksaan kesehatan paru gratis di samping panggung utama Bapelkes Aceh. Layanan tersebut meliputi skrining penyakit paru seperti asma, penyakit paru obstruktif kronik atau PPOK, dan tuberkulosis.

Selain itu, masyarakat juga mendapatkan penilaian tingkat kontrol asma, pemeriksaan fungsi paru berupa spirometri dan peak flow meter, serta pemeriksaan gula darah sewaktu. Kegiatan ini turut dimeriahkan dengan kuis dan pembagian doorprize sebagai bentuk edukasi interaktif kepada masyarakat. Kegiatan ini mengangkat tema “Access to Anti-Inflammatory Inhalers for Everyone with Asthma: Still an Urgent Need” atau akses terhadap inhaler anti-inflamasi bagi setiap pasien asma masih menjadi kebutuhan yang mendesak.

Rangkaian kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk komitmen PDPI Aceh dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit asma, pentingnya deteksi dini, pengobatan yang tepat, serta penggunaan inhaler secara benar untuk mencapai kontrol asma yang optimal.

“Kami ingin menekankan, asma merupakan penyakit kronis saluran napas yang dapat dikontrol dengan baik apabila pasien mendapatkan edukasi yang tepat, akses pengobatan yang memadai, serta memahami cara penggunaan inhaler dengan benar,” ujar Kepala Kelompok Staf Medik (KSM) Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh, dr Nurrahmah Yusuf M Ked (paru) SpP (K) FISR.

Baca juga: Dengar Suara Warga, Illiza Terima Lintas Komunitas di Pendopo Wali Kota Banda Aceh

Kegiatan peringatan Hari Asma Sedunia ini diawali pada Selasa (5/5/2026) lalu dengan edukasi edukasi kesehatan kepada masyarakat untuk meningkatkan pemahaman mengenai gejala asma, faktor pencetus, cara pencegahan kekambuhan, serta pentingnya kepatuhan dalam menjalani pengobatan. Kemudian dilanjutkan, senam asma bersama di halaman Poli Eksekutif RSUDZA, Rabu (6/5/2026). 

Pihaknya juga menyelenggarakan simposium asma dengan topik “Inhaler Therapy for Better Quality of Life in Airway Disease” di Pusdiklat RSUDZA pada Kamis (7/5/2026). Kegiatan ini menghadirkan narasumber dr Nurrahmah Yusuf MKed(Paru) SpP(K) FISR, dan dr Irmaini MPH Sp.P(K). Keduanya membahas pentingnya terapi inhalasi dalam tata laksana penyakit saluran napas, khususnya asma, serta peran inhaler anti-inflamasi dalam menurunkan gejala, mencegah kekambuhan, dan meningkatkan kualitas hidup pasien.

PDPI Aceh berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa keluhan batuk berulang, sesak napas, mengi, dan dada terasa berat tidak boleh diabaikan. Pemeriksaan dini sangat penting agar penyakit paru dapat dikenali lebih cepat dan ditangani secara tepat.(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.