TRIBUNJAKARTA.COM, MATRAMAN – Masalah sampah di Jakarta dinilai tidak akan pernah tuntas jika hanya mengandalkan teknologi pengolahan di hilir tanpa adanya kesadaran warga memilah sampah dari sumbernya, yakni rumah tangga.
Hal ini ditegaskan Ketua Harian DPD Golkar DKI Jakarta, Judistira Hermawan, saat menyerahkan bantuan lima unit drop box sampah organik dan non-organik di RW 03 Kelurahan Kayu Manis, Matraman, Jakarta Timur, Minggu (10/5/2026).
Judistira menyebut, pemilahan sampah dari rumah adalah "kunci" yang menentukan keberhasilan pengolahan sampah di skala kota.
"Teknologi apa pun tidak akan berjalan optimal kalau sampah tidak dipilah dari sumbernya. Karena itu, rumah tangga harus mulai memilah sampah," kata Judistira di lokasi.
Ia mengingatkan, insiden longsor sampah di TPST Bantar Gebang yang memakan korban jiwa beberapa waktu lalu harus menjadi alarm bagi seluruh warga Jakarta.
Menurutnya, tumpukan sampah yang tidak terpilah hanya akan memperpendek umur tempat pembuangan akhir dan meningkatkan risiko bencana lingkungan.
"Ini merupakan alarm bagi kita semua agar tata kelola pengelolaan sampah di Jakarta ke depan harus lebih baik," tuturnya.
Sebagai Ketua Pansus Pengelolaan Sampah DPRD DKI Jakarta, Judistira menangkap kegelisahan warga yang merasa imbauan pemerintah tidak dibarengi dengan fasilitas yang mumpuni.
Banyak warga sebenarnya siap memilah, namun bingung karena tidak ada wadah penampungan yang memadai di lingkungan mereka.
"Warga bilang, ‘Kami terus diimbau, tapi tidak disiapkan sarana prasarananya.’ Karena itu, kami mendorong pemerintah menyediakan fasilitas yang memudahkan masyarakat," kata Judistira.
Melalui bantuan drop box berkapasitas 50 liter ini, Golkar DKI berharap bisa memicu partisipasi warga untuk mulai memisahkan sampah organik dan anorganik setiap hari.
Ke depan, Fraksi Golkar di DPRD DKI Jakarta berkomitmen akan mendesak Dinas Lingkungan Hidup untuk memastikan setiap RW, bahkan tingkat RT, memiliki sarana pemilahan sampah yang lengkap.
"Kami ingin ketika masyarakat sudah mau memilah sampah dari rumah, mereka tahu ke mana sampah itu harus diletakkan," kata dia.
Baca juga: Jamkrindo Perkuat Akses Pembiayaan UMKM, Volume Penjaminan Tembus Rp43,6 Triliun
Baca juga: Dilantik Jadi Waketum Peradi Profesional, Megawati Prabowo Fokus Kembangkan Advokat Muda
Baca juga: Perpres Perlindungan Ojol Terbit, DPRD DKI Minta Fasilitas Pekerja Digital Diperkuat