TRIBUN-MEDAN.com - Seorang wanita muda berusia 19 tahun dilaporkan tewas setelah diduga dianiaya oleh tiga saudara laki-lakinya sendiri.
Ia dianiaya hingga tewas usai kedapatan bersama sang kekasih di dalam rumah.
Dilansir dari India Today, Minggu (10/4/2026) peristiwa tragis ini terjadi di Uttar Pradesh, India.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden bermula saat salah satu pelaku pulang ke rumah.
Ia mendapati adik perempuannya tengah bersama seorang pria bernama Ravi Kumar Gupta.
Pria itu menjadi marah menyaksikan pemandangan saudari perempuannya berduaan di rumah bersama seorang laki-laki.
Pria tersebut kemudian memanggil dua saudara lainnya dan melaporkan bahwa saudari perempuan mereka kedapatan bersama sang kekasih di rumah.
Ketiganya lantas pulang ke rumah dan mengurung pasangan itu di dalam sebuah ruangan.
Di dalam ruangan tersebut, ketiga bersaudara itu diduga melakukan penganiayaan brutal menggunakan batang besi.
Ketiganya menolak untuk mendengar penjelasan dari pasangan kekasih tersebut.
Bahkan mereka dengan tega menganiaya saudari perempuannya sendiri.
Korban perempuan dinyatakan meninggal dunia di lokasi akibat luka parah yang dideritanya.
Sementara itu, Ravi Kumar Gupta mengalami luka serius namun berhasil melarikan diri dari tempat kejadian.
Tidak berhenti di situ, para pelaku bahkan mengejar Gupta hingga ke dekat kediamannya.
Di lokasi tersebut, korban kembali dianiaya hingga dalam kondisi kritis dan ditinggalkan begitu saja.
Usai kejadian, para pelaku diduga berupaya menghilangkan jejak kejahatan.
Keesokan harinya, mereka memindahkan jasad korban menggunakan truk pikap menuju Sisai Ghat di wilayah Gorakhpur.
Di sana, jasad korban dikremasi tanpa prosedur resmi.
Setelah itu, mereka kembali ke rumah dan membersihkan noda darah yang tersisa.
Mereka juga membakar pakaian yang digunakan saat kejadian.
Kasus ini akhirnya terungkap setelah Ravi Kumar Gupta, yang tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit, menceritakan kronologi kejadian kepada keluarganya.
Informasi tersebut kemudian diteruskan ke pihak berwajib hingga memicu penyelidikan lebih lanjut.
Kepala Kepolisian Sektor Paniyara, Raghvendra Singh, membenarkan adanya laporan dari pihak keluarga korban terkait dugaan pembunuhan tersebut.
Polisi bergerak cepat dan berhasil menangkap dua dari tiga saudara laki-laki korban pada keesokan harinya.
Saat ini, keduanya masih menjalani proses interogasi untuk mengungkap secara detail motif serta peran masing-masing dalam kasus tersebut.
Pihak kepolisian menyatakan bahwa penyelidikan masih terus berlangsung, termasuk memburu satu pelaku lainnya yang diduga turut terlibat.
Kasus ini kembali menyoroti praktik kekerasan berbasis kehormatan yang masih terjadi di sejumlah wilayah, dan menjadi perhatian serius aparat penegak hukum.
(cr19/tribun-medan.com)