500 Siswa Keracunan MBG di Klaten, SPPG Ditutup Sementara, Ditemukan Bakteri Bacillus SP dan E Coli
Juang Naibaho May 11, 2026 12:54 AM

TRIBUN-MEDAN.com - Kasus 500-an siswa dan guru di Kecamatan Tulung, Klaten, Jawa Tengah, mengalami keracunan usai mengonsumsi menu MBG, memasuki babak baru.

Badan Gizi Nasional (BGN) menjatuhkan sanksi suspend atau penghentian sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Sanksi tersebut diberikan setelah ratusan siswa SMPN 1 Tulung mengalami keracunan usai menyantap program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

“Untuk kasus Tulung sudah kami investigasi dan sudah selesai. SPPG disuspend (diberhentikan operasional),” kata Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Klaten, Yoga Angga Pratama, Minggu (10/5/2026). 

Ratusan siswa dan guru itu mengalami gejala seperti mual, muntah, dan diare setelah menyantap menu MBG, yang belakangan berdasarkan hasil lab ditemukan bakteri Bacillus sp dan E coli.

Air Positif E coli 

Yoga mengatakan, operasional SPPG baru dapat dibuka kembali setelah memenuhi persyaratan dari BGN. 

“Diberikan waktu untuk memenuhi persyaratan BGN untuk dapat operasional kembali,” ujar dia. 

Menurut Yoga, hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan sampel air yang digunakan di SPPG positif mengandung bakteri Escherichia coli atau E coli. 

“Dikarenakan hasil lab pasca keracunan terdapat hasil positif bakteri E coli maka perlu evaluasi pengecekan sampel air yang digunakan SPPG, pembenahan bangunan infrastruktur SPPG, dan evaluasi relawan SPPG,” kata Yoga. 

Ia menegaskan selama masa suspend, pihak mitra pengelola SPPG tidak akan menerima insentif dari BGN.

“Mitra (SPPG) tidak mendapatkan insentif selama masa suspend,” tegasnya. 

Baca juga: 1.720 SPPG Ditutup Sementara tapi Tetap Dapat Insentif Rp6 Juta per Hari, Ini Penjelasan Dadan

Sampel Makanan Positif Bacillus sp 

Sebelumnya, Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten telah memeriksa sampel makanan yang diduga menyebabkan keracunan massal tersebut. 

Sampel makanan dikirim ke Balai Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi (Balabkes) Yogyakarta untuk diuji. 

“Dari hasil pemeriksaan sampel yang kami kirim ke Balabkes Jogja, baik telur puyuh, galantin maupun kuah timlo semuanya positif Bacillus sp,” kata Kepala Dinkes Kabupaten Klaten, Anggit Budiarto, Rabu (6/5/2026). 

Menurut Anggit, Bacillus sp merupakan bakteri yang dapat tumbuh di bahan makanan dan membentuk spora. 

“Dugaan kami terkait dengan yang terjadi di Tulung kemarin adalah disebabkan karena dari itu (bakteri Bacillus sp),” ujar dia. 

Anggit menambahkan, seluruh siswa yang sempat menjalani perawatan akibat keracunan kini sudah dipulangkan. 

“Semuanya sudah pulang ke rumah dalam kondisi yang baik,” kata Anggit. (*/tribunmedan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.