Jakarta (ANTARA) - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI memperkuat strategi layanan kurban tahun ini untuk memastikan pendistribusian yang lebih luas dan memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat di seluruh Indonesia
Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin menyoroti bahwa penyelenggaraan kurban harus memperhatikan pula aspek penguatan ekonomi umat sebagai fondasi kemajuan bangsa.
"Maka kita ingin sekarang membangun visi baru. Visi baru beragama adalah membangun ekonomi umat itu harus seserius, sungguh-sungguh kita ketika berpolitik, ketika menyelenggarakan haji, membangun masjid, sekolah, pesantren dan rumah sakit," katanya.
Dalam hal ini, Sodik menyatakan pihaknya akan berfokus pada tiga hal utama, yakni penguatan penghimpunan dana umat, pendayagunaan yang adil dan berdampak, serta percepatan digitalisasi secara terpadu.
Lebih lanjut, Pimpinan Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan Baznas RI Rizaludin Kurniawan menekankan pentingnya menghadirkan nilai spiritual dalam layanan kurban, agar tidak sekadar menjadi rutinitas tahunan.
Ia mengajak para pengelola zakat untuk menguatkan pesan-pesan keagamaan yang menyentuh dimensi spiritual, filosofis dan sosial dalam setiap aktivitas kurban.
"Fundraising kurban saat ini perlu kembali menguatkan nilai-nilai spiritual masyarakat, dengan menyampaikan makna-makna keagamaan, filosofis, dan sosial secara utuh," ujarnya.
Fundraising adalah proses penggalangan atau penghimpunan dana dan sumber daya lainnya dari individu, perusahaan, atau lembaga untuk mendukung tujuan sosial, organisasi nirlaba, atau kampanye tertentu.
Rizaludin juga mendorong adanya penguatan layanan kurban melalui peningkatan kualitas komunikasi dakwah, perluasan kanal pembayaran, percepatan digitalisasi, serta penguatan layanan amil, termasuk transparansi pelaporan kepada pemberi kurban.
Selain itu, pemanfaatan kanal digital juga didorong untuk memudahkan masyarakat dalam berkurban, termasuk melalui skema pembayaran yang lebih fleksibel.
Hal itu karena layanan digital juga harus didukung dengan transparansi dan dokumentasi yang baik agar kepercayaan masyarakat semakin meningkat.
Adapun Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kementerian Agama (Kemenag) RI Abu Rokhmad menekankan pentingnya penguatan sinergi antara lembaga amil zakat (LAZ) dan para penyuluh agama untuk memperluas jangkauan layanan kurban kepada masyarakat.
"Kolaborasi tersebut menjadi kunci dalam memperkuat syiar kurban agar mampu memberikan dampak sosial yang lebih luas bagi kesejahteraan umat," ucap Abu Rokhmad.
Sebelumnya, Baznas RI menargetkan penyembelihan satu juta hewan setara domba atau kambing, dengan nilai ekonomi mencapai Rp2,5 triliun pada momentum Idul Adha atau Idul Kurban 1447 Hijriah/2026 secara nasional.
Target tersebut dirumuskan berdasarkan realisasi kurban pada 2025 dengan nominal Rp2,3 triliun atau setara 790.554 domba atau kambing yang dikelola oleh Baznas dan Lembaga Amil Zakat (LAZ).
Selain itu, realisasi kurban 2025 secara swadaya oleh masyarakat sebesar Rp18,8 triliun atau setara 1.962.575 domba atau kambing sehingga total capaian kurban nasional pada 2025 mencapai Rp21,1 triliun.





