Janji IPB di Hadapan Mahasiswa Terkait Program MBG: Bukan untuk Mencari Keuntungan Semata
jonisetiawan May 11, 2026 04:38 AM

 

TRIBUNTRENDS.COM - Di tengah derasnya perdebatan publik mengenai keterlibatan perguruan tinggi dalam program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG), IPB University akhirnya buka suara secara terbuka di hadapan mahasiswa.

Kampus pertanian ternama itu menegaskan bahwa rencana pengembangan dapur MBG bukan semata-mata proyek bisnis atau upaya mencari keuntungan, melainkan bagian dari penguatan sistem pangan nasional berbasis riset, pengawasan mutu, dan pemberdayaan masyarakat.

Melalui forum dialog yang digelar bersama mahasiswa, pihak kampus mencoba meluruskan berbagai informasi yang selama ini berkembang liar di ruang publik.

Sejumlah isu yang menyebut IPB akan mengelola langsung dapur MBG hingga memanfaatkan fasilitas kampus untuk operasional program pun dibantah secara tegas.

Baca juga: Dialog Panas BEM IPB dengan Rektor Soal SPPG, Khawatir Akademik Terganggu Akibat Proyek MBG

Rektor IPB Akui Banyak Informasi yang Beredar Tidak Utuh

Rektor Alim Setiawan Slamet menyampaikan bahwa kampus sengaja membuka ruang diskusi agar mahasiswa memperoleh penjelasan langsung mengenai posisi IPB dalam program MBG nasional.

“Kami membuka ruang dialog karena banyak informasi yang beredar belum utuh sehingga memunculkan kesalahpahaman,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi mahasiswa yang tetap aktif menyampaikan kritik dan masukan terkait isu strategis nasional, termasuk soal keterlibatan perguruan tinggi dalam program pemenuhan gizi nasional tersebut.

Menurutnya, sejak awal IPB telah mempertimbangkan secara matang berbagai risiko teknis, keamanan pangan, hingga tata kelola apabila kampus terjun langsung dalam operasional dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

POLEMIK MBG - (Ilustrasi) Penerima MBG.
POLEMIK MBG - (Ilustrasi) Penerima MBG. IPB tidak terlibat langsung dalam operasional dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), melainkan berperan sebagai penggagas Center of Excellence (CoE) bersama Badan Gizi Nasional, Bappenas, dan UNICEF. (Instagram @badangizinasional.ri)

Tegaskan IPB Tidak Jalankan Operasional Dapur MBG di Kampus

Dalam penjelasannya, Rektor menegaskan bahwa IPB tidak mengambil peran sebagai operator langsung dapur MBG. Kampus memilih fokus pada peran strategis sebagai penggagas Center of Excellence (CoE) untuk Pemenuhan Gizi Nasional.

“Peran yang diambil IPB University lebih strategis, yakni sebagai penggagas Center of Excellence (CoE) untuk Pemenuhan Gizi Nasional (PGN) bersama Badan Gizi Nasional, Bappenas, Unicef, dan berbagai mitra lainnya,” tegasnya.

Lewat skema tersebut, IPB disebut akan berkontribusi dalam penyusunan kajian akademik, pelatihan sumber daya manusia, pengembangan standar mutu pangan, hingga penguatan sistem pengawasan berbasis data.

Tak hanya itu, IPB juga mendorong pembentukan pusat pengembangan regional di berbagai wilayah Indonesia seperti Papua, Nusa Tenggara Timur, hingga Jawa Timur untuk memperkuat implementasi program MBG secara nasional.

Baca juga: 36 Dapur MBG Segera Beroperasi di Lapas dan Rutan, Narapidana Ikut Masak dan Dapat Gaji

Guru Besar IPB: Kampus Fokus pada Ilmu Pengetahuan dan Sistem

Penegasan serupa juga disampaikan Kepala Lembaga Riset Internasional Pangan, Gizi, Kesehatan, dan Halal IPB, Erika B Laconi.

Ia memastikan bahwa kampus tidak menjalankan dapur MBG di area kampus dan tidak menjadikan perguruan tinggi sebagai tempat operasional layanan makanan.

“IPB University bukan tempat operasional SPPG. Tugas kami adalah memastikan ekosistem keilmuan, riset, dan pengendalian mutu berjalan dengan baik,” jelasnya.

Menurut Prof Erika, mahasiswa justru memiliki peluang besar untuk ikut terlibat dalam pengembangan inovasi pangan nasional, mulai dari penelitian, pengawasan lapangan, pengembangan startup pangan, hingga inovasi berbasis gizi dan ketahanan pangan.

Dapur MBG Dikelola Holding Company Milik IPB

Dalam forum tersebut dijelaskan pula bahwa pengembangan SPPG dilakukan oleh PT Bogor Life Science and Technology atau BLST, yakni holding company milik IPB yang bekerja melalui yayasan berbadan hukum tersendiri.

Artinya, pengelolaan program tersebut disebut terpisah dari anggaran pendidikan maupun aktivitas akademik kampus.

Direktur PT BLST, Luhur Budijarso mengatakan bahwa pengembangan SPPG telah melalui kajian risiko selama lebih dari satu tahun.

Ia menegaskan bahwa orientasi utama program bukan semata mencari keuntungan dari operasional dapur.

“Bisnis model SPPG ini bukan untuk mengambil keuntungan semata dari operasional dapur, tetapi bagaimana mengembangkan value chain hingga ke petani, peternak, dan pengolahan pangan,” jelasnya.

Baca juga: Syarat Mutlak Rektor UI Sebelum Dapur MBG Masuk Kampus: Harus Akuntabel dan Profesional

Gandeng Petani dan UMKM Lokal

BLST juga disebut telah menyiapkan kerja sama dengan petani, peternak, hingga pelaku UMKM lokal di wilayah Kecamatan Ciampea dan Kecamatan Sukajaya untuk mendukung rantai pasok pangan program MBG.

Langkah tersebut dilakukan guna memastikan ketersediaan bahan pangan yang aman, berkualitas, dan berkelanjutan bagi penerima manfaat program.

Selain itu, pihak BLST menegaskan bahwa lokasi SPPG bukan berada di dalam kampus IPB dan tidak menggunakan fasilitas kampus.

”Perlu kami tegaskan bahwa SPPG ini lokasinya bukan di dalam kampus IPB, tidak memakai fasilitas dan sumberdaya kampus, dan bukan untuk pengadaan MBG bagi mahasiswa,” tegasnya.

Mahasiswa Diminta Ikut Mengawal Kebijakan

Sementara itu, Presiden BEM KM IPB University, Muhammad Abdan Rofi menilai forum dialog tersebut penting agar mahasiswa memperoleh pemahaman menyeluruh terkait posisi kampus dalam program MBG.

Ia juga menegaskan mahasiswa memiliki peran penting sebagai pengawas sekaligus mitra kritis dalam implementasi kebijakan yang telah menjadi komitmen bersama.

“Kita merupakan bagian dari civitas akademika, sehingga diharapkan dapat menjadi pengawal, pengawas, sekaligus turut berkontribusi dalam mendukung Center of Excellence ini.

Ruang dialog juga telah dibuka agar mahasiswa dapat ikut melihat, mengamati, dan mengawal implementasi kebijakan yang telah menjadi komitmen bersama,” ujarnya.

***

(TribunTrends/Kompas)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.