IDAI Imbau Tak Khawatir Soal Hantavirus, Masalah Difteri-Campak Lebih Darurat
GH News May 11, 2026 06:09 AM
Jakarta -

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan untuk tidak khawatir berlebihan berkaitan dengan munculnya Hantavirus berjenis Andes Virus yang merebak di MV Hondius. Hingga saat ini, Andes Virus yang dapat menyebar antar manusia belum ditemukan di Indonesia.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan juga mengungkapkan sebaran 23 kasus Hantavirus di Indonesia dalam tiga tahun terakhir. Namun, dari keseluruhan kasus yang ada, jenis yang mendominasi adalah Seoul Virus, tidak ada Andes Virus.

Anggota Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik IDAI Prof Dr dr Dominicus Husada, SpA, SubspIPT menilai masalah kesehatan lain seperti campak dan difteri masih harus menjadi perhatian khusus.

"Karena yang membuat saya prihatin, saat ini rumah kita ini sedang terbakar, kasus-kasus infeksi di Indonesia ini begitu banyaknya dan kita tidak memiliki sumber daya yang cukup untuk mengatasinya," kata dr Dominicus dalam konferensi pers IDAI, Jumat (8/5/2026).

dr Dominicus penyakit seperti campak dan difteri yang jelas-jelas berdampak luas masih belum tertangani dengan optimal, bahkan setelah waktu bertahun-tahun.

Oleh karenanya, sebenarnya masyarakat dan pemerintah tidak perlu khawatir berlebihan berkaitan dengan Hantavirus. Ia berpendapat selama penerapan gaya hidup bersih dan sehat dilakukan, maka infeksi Hantavirus bisa dicegah.

"Saya sebagai orang infeksi akan mengatakan bahwa kita tidak perlu takut juga dan kita tidak perlu mengeluarkan begitu banyak sumber daya terhadap sesuatu yang risikonya bagi kita itu sebetulnya tidak sangat besar," kata dr Dominicus.

"Kita lebih baik menyiagakan orang per orang, keluarga per keluarga. Seperti tadi misalnya, kuncinya perilaku hidup bersih sehat, itu kan tiap orang bisa dan itu murah. Itu sudah sangat efektif untuk menjaga dan negara tidak perlu mengeluarkan biaya," tandasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.