TRIBUNNEWS.COM - Drama kontroversi VAR mewarnai laga West Ham vs Arsenal di pekan ke-36 Liga Inggris, Minggu (10/5/2026) malam WIB.
Berlangsung di London Stadium, duel West Ham vs Arsenal berakhir dengan kemenangan untuk tim Meriam London.
Arsenal yang kebetulan bertindak sebagai tim tamu menang dengan skor 0-1 berkat gol tunggal Leandro Trossard menit ke-83.
Berawal dari pergerakan cerdik Martin Odegaard, Trossard mengonversikan assist dari kaptennya menjadi gol kemenangan bagi Arsenal.
Kemenangan Arsenal yang sudah berada di depan mata, sebenarnya sempat buyar di akhir laga.
West Ham yang sedang bertarung di zona degradasi, secara mengejutkan mampu menyeimbangkan skor menjadi 1-1.
Ialah Callum Wilson yang mencetak gol penyeimbang pada menit terakhir ke gawang Arsenal.
Baca juga: Hasil Liga Inggris: Drama VAR Tersaji di Menit Kritis, Trossard Kunci 3 Poin Arsenal
Sayangnya, gol tersebut dianulir wasit atas bantuan VAR.
Ya, Chris Kavanagh yang menjadi wasit dalam laga ini, mengeluarkan keputusan besar, dengan menganulir gol West Ham di menit kritis.
Alasannya, Kavanagh menilai ada pelanggaran yang dilakukan Pablo terhadap David Raya, saat situasi sepak pojok, tepat sebelum Wilson menceploskan bola ke jala gawang Arsenal.
Setelah melihat tinjauan ulang video VAR yang menganalisa potensi pelanggaran tersebut.
Wasit akhirnya solid dengan keputusannya yakni membatalkan gol West Ham yang dicetak Wilson di menit akhir.
Harapan Arsenal untuk mencuri tiga poin dari kandang West Ham pun akhirnya terwujud alias tidak jadi batal.
Arsenal dinobatkan sebagai pemenang laga ini, skor akhir 0-1 membuat tim Meriam London pulang dengan 3 poin.




















Bagi Arsenal, kemenangan atas West Ham terasa sangat penting untuk menjaga asa mereka bersaing di jalur juara.
Tambahan tiga poin membuat Arsenal semakin kokoh di puncak klasemen Liga Inggris, dengan koleksi 79 poin.
Arsenal kembali memperlebar jarak poin dengan Manchester City.
Jarak poin kedua tim yang awalnya berselisih dua poin, kini berubah menjadi lima poin lagi di klasemen.
Harapan Arsenal untuk segera mengunci gelar kian terbuka lebar, karena mereka hanya perlu menang dua kali lagi.
Sementara bagi West Ham, kegagalan mencuri angka dari Arsenal, membuat mereka tetap bertahan di zona degradasi.
West Ham masih terjebak di peringkat ke-18 dengan 36 poin, terpaut satu angka dari Tottenham yang berada di atasnya, alias posisi batas aman terakhir lepas dari jeratan zona merah.
Dengan menyisakan dua laga lagi, hidup mati West Ham akan bergantung pada hasil dua laga tersebut, serta hasil yang didapat Tottenham sebagai rivalnya di zona degradasi musim ini.
Berbagai reaksi pun mewarnai jagat media sosial, setelah kemenangan Arsenal dalam laga ini ternodai oleh keputusan berbau kontroversi VAR di akhir laga.
Tak sedikit yang menganggap keputusan wasit yang membatalkan gol penyeimbang West Ham, sebagai hal brutal.
Tapi, tak sedikit pula yang merasa wasit sudah mengambil keputusan tepat, saat menganulir gol tuan rumah.
Komentar pertama datang langsung dari Mikel Arteta, selaku pelatih Arsenal.
Ditanya soal keputusan VAR yang memenangkan timnya, Arteta merasa wasit telah melakukan pekerjaan dengan tepat.
Arteta menganggap pelanggaran yang dilakukan pemain West Ham terhadap David Raya sangat jelas.
"Itu keputusan yang sangat penting, tetapi jelas itu juga keputusan yang tepat, insting pertama saya adalah itu pelanggaran," kata Arteta dilansir BBC.
"Wasit mencoba menunggu keputusan VAR, tetapi ketika anda melihatnya, ada kontak yang memengaruhi cara David Raya mengangkat tangannya ketika menangkap bola,"
"Saya telah meminta konsistensi VAR sepanjang musim, sekali lagi itu keputusan penting, terutama ketika kedua tim sedang berjuang untuk hal-hal besar seperti ini," tukasnya.
Hal senada juga diutarakan Wayne Rooney selaku legenda Manchester United dan Timnas Inggris.
Rooney tidak keberatan untuk menilai bahwa keputusan wasit saat menganulir gol West Ham sudah tepat.
"Itu adalah pelanggaran 100 persen terhadap David Raya di liga manapun di dunia," bela Rooney.
"Jujur saya tidak mengerti mengapa banyak orang marah dengan keputusan wasit,"
"Bek West Ham jelas memegang leher raya dan menahannya saat dia ingin menangkap bola," tambahnya.
Baca juga: Klasemen Liga Inggris: Arsenal Cium Aroma Gelar, Spurs Ikutan Tertolong di Zona Merah
Berbeda dengan Rooney, pendapat meledak-ledak disampaikan Joe Hart yang pernah menjadi kiper Manchester City.
Joe Hart berpandangan wasit telah merampok poin West Ham, setelah menganulir gol tim tersebut.
"Dengar, saya tidak peduli apa kata orang, gol itu seharusnya sah, tapi VAR telah merusak momen tersebut," kesal Joe Hart.
"West Ham berjuang untuk mendapatkan gol penyeimbang, entah bagaimana mereka menemukan caranya,"
"Namun wasit menganulir hal itu karena sentuhan ringan, jika itu Arsenal yang mencetak gol di Emirates, tidak ada yang memeriksanya lebih dari lima detik, inilah yang membuat para penggemar frustrasi," tambahnya.
Pendapat mencolok juga disampaikan Peter Schmeichel yang pernah menjadi kiper duo klub Manchester.
Schmeichel merasa muak karena Arsenal kerap melakukan hal serupa dengan cara West Ham menjebol jala gawang mereka lewat situasi sepak pojok.
Bahkan, legenda Timnas Denmark itu mengecap Arsenal berada di puncak klasemen, karena aksi mereka yang agresif dalam situasi serupa.
"Yang benar-benar membuat saya marah adalah Arsenal tidak akan pernah berada di puncak klasemen, karena hal semacam itu (red: bola mati)," jujur Schmeichel dilansir Metro.
"Begitulah Arsenal mencetak banyak gol, dengan memblokir pemain, menahan pemain dan melakukan segala hal kotor," tambahnya.
(Tribunnews.com/Dwi Setiawan)