Wapres Gibran Ziarah ke Makam Pendiri NU KH Abdul Wahab Chasbullah di Jombang
Dewi Agustina May 11, 2026 06:38 AM


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Minggu (10/5/2026).

Gibran menghadiri Peringatan Haul ke-55 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum.

Baca juga: Ibu Wapres Selvi Gibran Hadiri Pembukaan HUT ke-80 Persit KCK Bertema “Persit Bisa”

Sebelum ke pesantren, Gibran terlebih dahulu melakukan ziarah ke makam pendiri Nahdlatul Ulama (NU), Almaghfurlah KH Abdul Wahab Chasbullah.

Dikutip dari Sekretariat Wakil Presiden, setibanya di area makam, Gibran disambut oleh keluarga KH Abduh Wahab Chasbullah atau yang akrab dikenal sebagai Mbah Wahab, di antaranya KH Hasib Wahab, KH Cholid Mas'ud, H Romahurmuziy, serta H Syaifuddin.

 

 

Wapres kemudian memanjatkan doa untuk mengenang perjuangan dan pengabdian Kiai Wahab bagi umat, bangsa, dan negara, serta melakukan tabur bunga di pusara. 

Suasana khidmat mewarnai prosesi ziarah yang diikuti para ulama, pengurus pondok pesantren, serta tokoh daerah yang hadir.

Sosok Mbah Wahab

Sebagai informasi, Mbah Wahab dikenal sebagai salah satu ulama pendiri Nahdlatul Ulama sekaligus tokoh yang aktif memperjuangkan persatuan umat dan kemerdekaan bangsa. 

Semasa hidupnya, almarhum juga berperan besar dalam pembinaan generasi muda melalui pendidikan pesantren yang menanamkan nilai-nilai keislaman moderat dan cinta tanah air.

Mbah Wahab lahir di Jombang pada 31 Maret 1888. 

Ia adalah putra dari pasangan KH Hasbullah Said, Pengasuh Pondok Pesantren Tambakberas Jombang Jawa Timur dengan Nyai Latifah. 

Mbah Wahab memiliki garis keturunan kepada Raja Brawijaya IV dan Brawijaya V pada jalur yang lain.

Pada tahun 1934 Mbah Wahab menulis lagu Syubbanul Wathan (Ya Lal Wathon) yang menekankan cinta tanah air adalah sebagian dari iman. 

Hingga kini, lagu penggelora semangat kebangsaan tersebut banyak dinyanyikan khususnya di kalangan warga Nahdliyyin.

Mbah Wahab wafat di Jombang pada usia 83 tahun atau tepatnya pada 29 Desember 1971. 

Pada 7 November 2014, Mbah Wahab bersama dengan Djamin Ginting, Sukarni Kartodiwirjo, dan HR Muhammad Mangundiprojo ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia oleh Presiden Joko Widodo.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.